<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahlil Buka Opsi Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga</title><description>Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat menanggapi pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia saat ini berada dalam kondisi harus bertahan (survival).&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/22/320/3249427/bahlil-buka-opsi-setop-ekspor-gas-ke-negara-tetangga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/22/320/3249427/bahlil-buka-opsi-setop-ekspor-gas-ke-negara-tetangga"/><item><title>Bahlil Buka Opsi Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/22/320/3249427/bahlil-buka-opsi-setop-ekspor-gas-ke-negara-tetangga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/22/320/3249427/bahlil-buka-opsi-setop-ekspor-gas-ke-negara-tetangga</guid><pubDate>Kamis 22 Oktober 2026 07:45 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/22/320/3249427/bahlil-YQSE_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa Indonesia berpeluang menghentikan perpanjangan ekspor gas ke negara-negara tetangga. (Foto: Okezone.com/Binti)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/22/320/3249427/bahlil-YQSE_large.jpg</image><title>Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa Indonesia berpeluang menghentikan perpanjangan ekspor gas ke negara-negara tetangga. (Foto: Okezone.com/Binti)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa Indonesia berpeluang menghentikan perpanjangan ekspor gas ke negara-negara tetangga.&#13;
&#13;
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat menanggapi pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia saat ini berada dalam kondisi harus bertahan (survival).&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya, memang harus kita survival. Kita sebagai pejabat negara, Bapak Presiden sebagai presiden, pasti apa yang disampaikan Bapak Presiden, semua kementerian mampu menjabarkan dalam konteks implementasi program untuk menuju pada survival,&amp;quot; kata Bahlil usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).&#13;
&#13;
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam jika ada negara lain yang memiliki pandangan negatif terhadap Indonesia. Ia juga mengingatkan negara-negara tersebut, khususnya negara tetangga, agar berhati-hati.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi, kalau negara-negara lain mau pandangan lain untuk kita, hati-hati. Saya juga mungkin memikirkan untuk gas, saya tidak perpanjang untuk ekspor ke negara tetangga. Karena kan harus survival, harus memenuhi dulu kebutuhan dalam negeri ya,&amp;quot; ujarnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa Indonesia berpeluang menghentikan perpanjangan ekspor gas ke negara-negara tetangga.&#13;
&#13;
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat menanggapi pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia saat ini berada dalam kondisi harus bertahan (survival).&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya, memang harus kita survival. Kita sebagai pejabat negara, Bapak Presiden sebagai presiden, pasti apa yang disampaikan Bapak Presiden, semua kementerian mampu menjabarkan dalam konteks implementasi program untuk menuju pada survival,&amp;quot; kata Bahlil usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).&#13;
&#13;
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam jika ada negara lain yang memiliki pandangan negatif terhadap Indonesia. Ia juga mengingatkan negara-negara tersebut, khususnya negara tetangga, agar berhati-hati.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi, kalau negara-negara lain mau pandangan lain untuk kita, hati-hati. Saya juga mungkin memikirkan untuk gas, saya tidak perpanjang untuk ekspor ke negara tetangga. Karena kan harus survival, harus memenuhi dulu kebutuhan dalam negeri ya,&amp;quot; ujarnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
