<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masuk Desil 9 dan 10, Apakah Masih Dapat Bansos? Ini Faktanya</title><description>Masyarakat yang masuk desil 9 dan 10 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) pada dasarnya bukan kelompok prioritas penerima bantuan sosial&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/22/320/3249451/masuk-desil-9-dan-10-apakah-masih-dapat-bansos-ini-faktanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/22/320/3249451/masuk-desil-9-dan-10-apakah-masih-dapat-bansos-ini-faktanya"/><item><title>Masuk Desil 9 dan 10, Apakah Masih Dapat Bansos? Ini Faktanya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/22/320/3249451/masuk-desil-9-dan-10-apakah-masih-dapat-bansos-ini-faktanya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/22/320/3249451/masuk-desil-9-dan-10-apakah-masih-dapat-bansos-ini-faktanya</guid><pubDate>Kamis 22 Oktober 2026 22:10 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/22/320/3249451/bansos-EDPc_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Masuk desil 9 dan 10, apakah masih dapat bansos? Ini faktanya. (Foto: Okezone.com/IMG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/22/320/3249451/bansos-EDPc_large.jpg</image><title>Masuk desil 9 dan 10, apakah masih dapat bansos? Ini faktanya. (Foto: Okezone.com/IMG)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Masuk desil 9 dan 10, apakah masih dapat bansos? Ini faktanya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Masyarakat yang masuk desil 9 dan 10 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) pada dasarnya bukan kelompok prioritas penerima bantuan sosial (bansos). Pasalnya, kedua kelompok tersebut mencerminkan tingkat kesejahteraan relatif tinggi sehingga penyaluran bantuan lebih diarahkan kepada masyarakat pada desil 1 hingga desil 4.&#13;
&#13;
Meski demikian, status desil tidak serta-merta menjadi satu-satunya penentu seseorang menerima atau tidak menerima bansos. Pemerintah melakukan pemutakhiran dan verifikasi data untuk memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria dan benar-benar membutuhkan.&#13;
&#13;
Desil merupakan pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan relatif ke dalam 10 kelompok. Desil 1 mencakup kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan tertinggi.&#13;
&#13;
Dengan demikian, masyarakat yang berada pada desil 9 dan 10 memiliki peringkat kesejahteraan relatif lebih tinggi dibandingkan kelompok desil bawah. Kondisi tersebut membuat mereka bukan sasaran utama program bansos yang ditujukan untuk membantu masyarakat miskin dan rentan.&#13;
&#13;
Penerima Bansos Desil Atas Mulai Ditata Ulang&#13;
&#13;
Kementerian Sosial (Kemensos) tengah menata ulang data penerima bansos melalui DTSEN agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi kesalahan penyaluran sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat miskin dan rentan yang belum memperoleh bantuan.&#13;
&#13;
Tenaga Ahli Kemensos, Andi Kurniawan, mengungkapkan bahwa sebelum penerapan DTSEN, penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako masih ditemukan berasal dari kelompok desil atas.&#13;
&#13;
Pada kuartal I 2025, misalnya, sekitar 64.000 penerima bansos tercatat berada pada desil 10. Temuan tersebut menjadi salah satu alasan perlunya konsolidasi dan verifikasi ulang data penerima bantuan.&#13;
&#13;
Menurut Andi, penyaluran bansos idealnya memprioritaskan masyarakat pada desil 1 hingga desil 4 karena kelompok tersebut dinilai lebih membutuhkan dukungan pemerintah.&#13;
&#13;
Melalui integrasi DTSEN, pemerintah mulai mengurangi secara bertahap penerima bansos dari kelompok desil 6 hingga desil 9 untuk mengalihkan alokasi bantuan kepada masyarakat di kelompok desil bawah yang belum tersentuh program.&#13;
&#13;
Namun, penataan tersebut tidak dilakukan secara mendadak. Pemerintah mempertimbangkan dampak sosial yang dapat timbul apabila banyak penerima kehilangan bantuan dalam waktu bersamaan.&#13;
&#13;
Mengapa Masyarakat Desil 9 dan 10 Bukan Prioritas?&#13;
&#13;
Desil menunjukkan posisi relatif kesejahteraan suatu keluarga dibandingkan keluarga lain dalam basis data. Karena itu, kelompok desil 9 dan 10 secara umum memiliki tingkat kesejahteraan lebih tinggi daripada kelompok desil 1 hingga desil 4.&#13;
&#13;
Dalam penyaluran bansos, pemerintah perlu memprioritaskan keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi lebih besar. Kebijakan ini juga berkaitan dengan upaya memperbaiki ketepatan sasaran dan memperluas jangkauan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.&#13;
&#13;
Kemensos turut menyoroti fenomena penerimaan bansos dalam jangka panjang. Berdasarkan evaluasi internal yang disampaikan Andi, sekitar 4,5 juta warga tercatat telah menerima bansos selama lebih dari lima tahun. Sebanyak 36.460 penerima bahkan tercatat menerima bantuan selama lebih dari 18 tahun.&#13;
&#13;
Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menata distribusi bantuan agar tidak hanya berulang kepada penerima yang sama, tetapi juga dapat menjangkau kelompok rentan lain yang belum mendapatkan bantuan, termasuk lansia, penyandang disabilitas, dan masyarakat terlantar.&#13;
&#13;
Apakah Masuk Desil 9 dan 10 Berarti Bansos Langsung Dihentikan?&#13;
&#13;
Masyarakat yang masuk desil 9 dan 10 tidak seharusnya menganggap status tersebut sebagai jaminan bahwa seluruh bantuan langsung dihentikan pada saat itu juga. Penentuan penerima tetap perlu mengacu pada kriteria masing-masing program, hasil verifikasi data, dan ketentuan yang berlaku.&#13;
&#13;
Pemerintah juga menyatakan penataan penerima dilakukan secara bertahap untuk menghindari gejolak sosial. Karena itu, perubahan status desil dan kelayakan menerima bantuan perlu dilihat berdasarkan hasil pemutakhiran data serta keputusan instansi yang berwenang.&#13;
&#13;
Masyarakat yang merasa kondisi ekonominya tidak sesuai dengan data dapat mencari informasi mengenai mekanisme pemutakhiran atau pengajuan perbaikan data melalui pemerintah daerah maupun saluran resmi Kemensos.&#13;
&#13;
Pada akhirnya, DTSEN menjadi instrumen pemerintah untuk memperbaiki akurasi data sosial ekonomi dan memastikan bansos lebih banyak diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Bagi keluarga pada desil 9 dan 10, peluang menerima bansos perlu dilihat berdasarkan ketentuan program yang bersangkutan, bukan hanya berdasarkan asumsi atau informasi yang beredar.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Masuk desil 9 dan 10, apakah masih dapat bansos? Ini faktanya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Masyarakat yang masuk desil 9 dan 10 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) pada dasarnya bukan kelompok prioritas penerima bantuan sosial (bansos). Pasalnya, kedua kelompok tersebut mencerminkan tingkat kesejahteraan relatif tinggi sehingga penyaluran bantuan lebih diarahkan kepada masyarakat pada desil 1 hingga desil 4.&#13;
&#13;
Meski demikian, status desil tidak serta-merta menjadi satu-satunya penentu seseorang menerima atau tidak menerima bansos. Pemerintah melakukan pemutakhiran dan verifikasi data untuk memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria dan benar-benar membutuhkan.&#13;
&#13;
Desil merupakan pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan relatif ke dalam 10 kelompok. Desil 1 mencakup kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan tertinggi.&#13;
&#13;
Dengan demikian, masyarakat yang berada pada desil 9 dan 10 memiliki peringkat kesejahteraan relatif lebih tinggi dibandingkan kelompok desil bawah. Kondisi tersebut membuat mereka bukan sasaran utama program bansos yang ditujukan untuk membantu masyarakat miskin dan rentan.&#13;
&#13;
Penerima Bansos Desil Atas Mulai Ditata Ulang&#13;
&#13;
Kementerian Sosial (Kemensos) tengah menata ulang data penerima bansos melalui DTSEN agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi kesalahan penyaluran sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat miskin dan rentan yang belum memperoleh bantuan.&#13;
&#13;
Tenaga Ahli Kemensos, Andi Kurniawan, mengungkapkan bahwa sebelum penerapan DTSEN, penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako masih ditemukan berasal dari kelompok desil atas.&#13;
&#13;
Pada kuartal I 2025, misalnya, sekitar 64.000 penerima bansos tercatat berada pada desil 10. Temuan tersebut menjadi salah satu alasan perlunya konsolidasi dan verifikasi ulang data penerima bantuan.&#13;
&#13;
Menurut Andi, penyaluran bansos idealnya memprioritaskan masyarakat pada desil 1 hingga desil 4 karena kelompok tersebut dinilai lebih membutuhkan dukungan pemerintah.&#13;
&#13;
Melalui integrasi DTSEN, pemerintah mulai mengurangi secara bertahap penerima bansos dari kelompok desil 6 hingga desil 9 untuk mengalihkan alokasi bantuan kepada masyarakat di kelompok desil bawah yang belum tersentuh program.&#13;
&#13;
Namun, penataan tersebut tidak dilakukan secara mendadak. Pemerintah mempertimbangkan dampak sosial yang dapat timbul apabila banyak penerima kehilangan bantuan dalam waktu bersamaan.&#13;
&#13;
Mengapa Masyarakat Desil 9 dan 10 Bukan Prioritas?&#13;
&#13;
Desil menunjukkan posisi relatif kesejahteraan suatu keluarga dibandingkan keluarga lain dalam basis data. Karena itu, kelompok desil 9 dan 10 secara umum memiliki tingkat kesejahteraan lebih tinggi daripada kelompok desil 1 hingga desil 4.&#13;
&#13;
Dalam penyaluran bansos, pemerintah perlu memprioritaskan keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi lebih besar. Kebijakan ini juga berkaitan dengan upaya memperbaiki ketepatan sasaran dan memperluas jangkauan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.&#13;
&#13;
Kemensos turut menyoroti fenomena penerimaan bansos dalam jangka panjang. Berdasarkan evaluasi internal yang disampaikan Andi, sekitar 4,5 juta warga tercatat telah menerima bansos selama lebih dari lima tahun. Sebanyak 36.460 penerima bahkan tercatat menerima bantuan selama lebih dari 18 tahun.&#13;
&#13;
Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menata distribusi bantuan agar tidak hanya berulang kepada penerima yang sama, tetapi juga dapat menjangkau kelompok rentan lain yang belum mendapatkan bantuan, termasuk lansia, penyandang disabilitas, dan masyarakat terlantar.&#13;
&#13;
Apakah Masuk Desil 9 dan 10 Berarti Bansos Langsung Dihentikan?&#13;
&#13;
Masyarakat yang masuk desil 9 dan 10 tidak seharusnya menganggap status tersebut sebagai jaminan bahwa seluruh bantuan langsung dihentikan pada saat itu juga. Penentuan penerima tetap perlu mengacu pada kriteria masing-masing program, hasil verifikasi data, dan ketentuan yang berlaku.&#13;
&#13;
Pemerintah juga menyatakan penataan penerima dilakukan secara bertahap untuk menghindari gejolak sosial. Karena itu, perubahan status desil dan kelayakan menerima bantuan perlu dilihat berdasarkan hasil pemutakhiran data serta keputusan instansi yang berwenang.&#13;
&#13;
Masyarakat yang merasa kondisi ekonominya tidak sesuai dengan data dapat mencari informasi mengenai mekanisme pemutakhiran atau pengajuan perbaikan data melalui pemerintah daerah maupun saluran resmi Kemensos.&#13;
&#13;
Pada akhirnya, DTSEN menjadi instrumen pemerintah untuk memperbaiki akurasi data sosial ekonomi dan memastikan bansos lebih banyak diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Bagi keluarga pada desil 9 dan 10, peluang menerima bansos perlu dilihat berdasarkan ketentuan program yang bersangkutan, bukan hanya berdasarkan asumsi atau informasi yang beredar.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
