<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Prabowo Tagih Komitmen Jepang soal Blok Masela, Inpex Janji Bergerak 6 Bulan</title><description>INPEX Corporation, berkomitmen memulai aktivitas dalam enam bulan ke depan.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/22/320/3249550/cerita-prabowo-tagih-komitmen-jepang-soal-blok-masela-inpex-janji-bergerak-6-bulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/22/320/3249550/cerita-prabowo-tagih-komitmen-jepang-soal-blok-masela-inpex-janji-bergerak-6-bulan"/><item><title>Cerita Prabowo Tagih Komitmen Jepang soal Blok Masela, Inpex Janji Bergerak 6 Bulan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/22/320/3249550/cerita-prabowo-tagih-komitmen-jepang-soal-blok-masela-inpex-janji-bergerak-6-bulan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/22/320/3249550/cerita-prabowo-tagih-komitmen-jepang-soal-blok-masela-inpex-janji-bergerak-6-bulan</guid><pubDate>Kamis 22 Oktober 2026 15:47 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/22/320/3249550/prabowo-C1bE_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Prabowo Subianto menceritakan soal pertemuannya dengan pemerintah dan perusahaan Jepang terkait kelanjutan pengembangan Blok Masela. (Foto: Okezone.com/Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/22/320/3249550/prabowo-C1bE_large.jpg</image><title>Presiden Prabowo Subianto menceritakan soal pertemuannya dengan pemerintah dan perusahaan Jepang terkait kelanjutan pengembangan Blok Masela. (Foto: Okezone.com/Setpres)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Prabowo Subianto menceritakan soal pertemuannya dengan pemerintah dan perusahaan Jepang terkait kelanjutan pengembangan Blok Masela di Maluku yang tertunda selama puluhan tahun. Setelah mendapat peringatan bahwa konsesi dapat dicabut jika tidak kunjung dikerjakan, perusahaan pengelola proyek, INPEX Corporation, berkomitmen memulai aktivitas dalam enam bulan ke depan.&#13;
&#13;
Prabowo bertemu dengan perwakilan Jepang untuk meminta kepastian apakah Inpex masih berkomitmen melanjutkan proyek tersebut.&#13;
&#13;
Prabowo menegaskan, pemerintah tidak bisa terus membiarkan konsesi sumber daya alam terbengkalai ketika Indonesia membutuhkan investasi dan pengembangan sektor energi untuk mendorong perekonomian nasional.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya terbang ke Jepang, saya ketemu tokoh-tokoh Jepang. Saya tanya dengan hormat dan sopan, pihak Jepang, Inpex masih tertarik mengerjakan? Kalau tidak, terpaksa kami harus mencabut, karena rakyat kami sangat membutuhkan, rakyat kami banyak yang hidupnya susah,&amp;rdquo; ujar Prabowo, dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).&#13;
&#13;
Menurut Prabowo, pihak Inpex kemudian menyatakan kesediaannya untuk memulai aktivitas dalam enam bulan. Pemerintah akan memantau realisasi komitmen tersebut sebelum menentukan langkah selanjutnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Insyaallah kemarin mereka hadir dan mereka janji dalam enam bulan akan mulai kegiatan aktivitas. Ya, kita lihat saja nanti,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Proyek LNG Abadi Masela bernilai investasi sekitar USD20,9 miliar&#13;
&#13;
Blok Masela merupakan salah satu proyek strategis di sektor minyak dan gas bumi (migas) yang dikembangkan melalui Proyek LNG Abadi. Proyek ini dioperasikan oleh INPEX Corporation melalui anak usahanya, INPEX Masela Ltd., dengan nilai investasi sekitar USD20,9 miliar atau setara Rp390 triliun berdasarkan informasi yang disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.&#13;
&#13;
Pada 16 Juli 2026, Prabowo meresmikan dimulainya pembangunan fasilitas pengolahan LNG Abadi Masela melalui seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) yang digelar secara virtual dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.&#13;
&#13;
Saat itu, Prabowo meminta proyek yang telah mengalami penundaan hampir tiga dekade tersebut segera diselesaikan agar dapat memasuki tahap produksi dan memberikan manfaat bagi perekonomian nasional.&#13;
&#13;
Proyek yang berlokasi di Lapangan Abadi, Blok Masela, Laut Arafura, tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi LNG sebesar 9,5 juta ton per tahun. Selain itu, proyek ditargetkan menghasilkan kondensat hingga 35.000 barel per hari serta gas bumi sekitar 150 juta kaki kubik per hari.&#13;
&#13;
Pengembangan Blok Masela telah berlangsung sejak penemuan cadangan gas pada 2000. Perjalanan proyek mengalami sejumlah perubahan, termasuk penyesuaian konsep pengembangan dari fasilitas LNG terapung menjadi fasilitas pengolahan LNG di darat.&#13;
&#13;
Pada 2023, struktur kepemilikan proyek juga berubah setelah Shell melepas hak partisipasinya sebesar 35%. Porsi tersebut kemudian dibagi kepada Pertamina Hulu Energi Masela sebesar 20% dan PETRONAS Masela sebesar 15%. Saat ini, INPEX Masela memegang 65% hak partisipasi, Pertamina Hulu Energi Masela 20%, dan PETRONAS Masela 15%.&#13;
&#13;
Pemerintah berharap proyek ini dapat memperkuat pasokan energi nasional, mendorong investasi, serta membuka lapangan kerja. Pada tahap konstruksi, proyek diperkirakan menyerap lebih dari 12.000 tenaga kerja dengan prioritas bagi pekerja lokal.&#13;
&#13;
Selain itu, PLN, PGN, dan Pupuk Indonesia telah menandatangani Heads of Agreement (HoA) sebagai calon pembeli gas untuk memenuhi kebutuhan domestik.&#13;
&#13;
Prabowo menegaskan, pemerintah akan lebih selektif dalam mempertahankan konsesi sumber daya alam. Ia sebelumnya juga memerintahkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mencabut konsesi yang tidak menunjukkan aktivitas nyata selama lebih dari dua tahun.&#13;
&#13;
Kebijakan tersebut, menurut Prabowo, ditujukan untuk memastikan pengelolaan sumber daya alam berjalan produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Prabowo Subianto menceritakan soal pertemuannya dengan pemerintah dan perusahaan Jepang terkait kelanjutan pengembangan Blok Masela di Maluku yang tertunda selama puluhan tahun. Setelah mendapat peringatan bahwa konsesi dapat dicabut jika tidak kunjung dikerjakan, perusahaan pengelola proyek, INPEX Corporation, berkomitmen memulai aktivitas dalam enam bulan ke depan.&#13;
&#13;
Prabowo bertemu dengan perwakilan Jepang untuk meminta kepastian apakah Inpex masih berkomitmen melanjutkan proyek tersebut.&#13;
&#13;
Prabowo menegaskan, pemerintah tidak bisa terus membiarkan konsesi sumber daya alam terbengkalai ketika Indonesia membutuhkan investasi dan pengembangan sektor energi untuk mendorong perekonomian nasional.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya terbang ke Jepang, saya ketemu tokoh-tokoh Jepang. Saya tanya dengan hormat dan sopan, pihak Jepang, Inpex masih tertarik mengerjakan? Kalau tidak, terpaksa kami harus mencabut, karena rakyat kami sangat membutuhkan, rakyat kami banyak yang hidupnya susah,&amp;rdquo; ujar Prabowo, dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).&#13;
&#13;
Menurut Prabowo, pihak Inpex kemudian menyatakan kesediaannya untuk memulai aktivitas dalam enam bulan. Pemerintah akan memantau realisasi komitmen tersebut sebelum menentukan langkah selanjutnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Insyaallah kemarin mereka hadir dan mereka janji dalam enam bulan akan mulai kegiatan aktivitas. Ya, kita lihat saja nanti,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Proyek LNG Abadi Masela bernilai investasi sekitar USD20,9 miliar&#13;
&#13;
Blok Masela merupakan salah satu proyek strategis di sektor minyak dan gas bumi (migas) yang dikembangkan melalui Proyek LNG Abadi. Proyek ini dioperasikan oleh INPEX Corporation melalui anak usahanya, INPEX Masela Ltd., dengan nilai investasi sekitar USD20,9 miliar atau setara Rp390 triliun berdasarkan informasi yang disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.&#13;
&#13;
Pada 16 Juli 2026, Prabowo meresmikan dimulainya pembangunan fasilitas pengolahan LNG Abadi Masela melalui seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) yang digelar secara virtual dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.&#13;
&#13;
Saat itu, Prabowo meminta proyek yang telah mengalami penundaan hampir tiga dekade tersebut segera diselesaikan agar dapat memasuki tahap produksi dan memberikan manfaat bagi perekonomian nasional.&#13;
&#13;
Proyek yang berlokasi di Lapangan Abadi, Blok Masela, Laut Arafura, tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi LNG sebesar 9,5 juta ton per tahun. Selain itu, proyek ditargetkan menghasilkan kondensat hingga 35.000 barel per hari serta gas bumi sekitar 150 juta kaki kubik per hari.&#13;
&#13;
Pengembangan Blok Masela telah berlangsung sejak penemuan cadangan gas pada 2000. Perjalanan proyek mengalami sejumlah perubahan, termasuk penyesuaian konsep pengembangan dari fasilitas LNG terapung menjadi fasilitas pengolahan LNG di darat.&#13;
&#13;
Pada 2023, struktur kepemilikan proyek juga berubah setelah Shell melepas hak partisipasinya sebesar 35%. Porsi tersebut kemudian dibagi kepada Pertamina Hulu Energi Masela sebesar 20% dan PETRONAS Masela sebesar 15%. Saat ini, INPEX Masela memegang 65% hak partisipasi, Pertamina Hulu Energi Masela 20%, dan PETRONAS Masela 15%.&#13;
&#13;
Pemerintah berharap proyek ini dapat memperkuat pasokan energi nasional, mendorong investasi, serta membuka lapangan kerja. Pada tahap konstruksi, proyek diperkirakan menyerap lebih dari 12.000 tenaga kerja dengan prioritas bagi pekerja lokal.&#13;
&#13;
Selain itu, PLN, PGN, dan Pupuk Indonesia telah menandatangani Heads of Agreement (HoA) sebagai calon pembeli gas untuk memenuhi kebutuhan domestik.&#13;
&#13;
Prabowo menegaskan, pemerintah akan lebih selektif dalam mempertahankan konsesi sumber daya alam. Ia sebelumnya juga memerintahkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mencabut konsesi yang tidak menunjukkan aktivitas nyata selama lebih dari dua tahun.&#13;
&#13;
Kebijakan tersebut, menurut Prabowo, ditujukan untuk memastikan pengelolaan sumber daya alam berjalan produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
