<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bantah BUMN Jadi Tempat Bagi-Bagi Jabatan, Bakom: Banyak Orang Berhenti Jadi Komisaris-Direksi</title><description>Tenaga Ahli Utama Bakom Hariqo Wibawa Satria membantah anggapan BUMN tempat &quot;bagi-bagi jabatan&quot; di era Prabowo Subianto.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/22/320/3249589/bantah-bumn-jadi-tempat-bagi-bagi-jabatan-bakom-banyak-orang-berhenti-jadi-komisaris-direksi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/22/320/3249589/bantah-bumn-jadi-tempat-bagi-bagi-jabatan-bakom-banyak-orang-berhenti-jadi-komisaris-direksi"/><item><title>Bantah BUMN Jadi Tempat Bagi-Bagi Jabatan, Bakom: Banyak Orang Berhenti Jadi Komisaris-Direksi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/22/320/3249589/bantah-bumn-jadi-tempat-bagi-bagi-jabatan-bakom-banyak-orang-berhenti-jadi-komisaris-direksi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/22/320/3249589/bantah-bumn-jadi-tempat-bagi-bagi-jabatan-bakom-banyak-orang-berhenti-jadi-komisaris-direksi</guid><pubDate>Kamis 22 Oktober 2026 17:13 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/22/320/3249589/bumn-Qscf_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bantah BUMN Jadi Tempat Bagi-Bagi Jabatan, Bakom: Banyak Orang Berhenti Jadi Komisaris-Direksi (Foto: BP BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/22/320/3249589/bumn-Qscf_large.jpg</image><title>Bantah BUMN Jadi Tempat Bagi-Bagi Jabatan, Bakom: Banyak Orang Berhenti Jadi Komisaris-Direksi (Foto: BP BUMN)</title></images><description>JAKARTA - Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Republik Indonesia (Bakom RI) Hariqo Wibawa Satria membantah anggapan BUMN tempat &amp;quot;bagi-bagi jabatan&amp;quot; di era Presiden Prabowo Subianto. Dia menyebut, banyak direksi dan komisaris di BUMN yang berhenti.&#13;
&#13;
Hariqo menjelaskan, Prabowo memiliki prinsip agar penghematan uang negara melalui pemangkasan BUMN dipakai untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk berbagi jabatan. Hal itu didasari dari upaya Prabowo yang memangkas jumlah BUMN.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di zamannya Pak Prabowo diminta 1.077 BUMN itu dikurangi menjadi 300 BUMN saja. Kalau bisa jumlahnya 200 atau 100. Ini menghemat uang negara lebih dari Rp50 triliun,&amp;quot; kata Hariqo dalam dialog Refleksi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo Subianto di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kendati demikian, Hariqo berkata, Prabowo lebih mengutamakan kepentingan masyarakat daripada, menjadikan BUMN tempat berbagi jabatan. Dia pun berkata, pengisian jajaran petinggi BUMN didasari atas banyaknya komisaris dan direksi yang berhenti&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi Presiden kita lebih mengutamakan penghematan uang negara, kepentingan masyarakat ketimbang menjadikan BUMN untuk tempat orang-orang,&amp;quot; tutur Hariqo.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau berpikirnya jangka pendek kan bisa saja, ya sudah BUMN digunakan untuk tim sukses sebanyak-banyaknya. Saat ini banyak sekali orang yang berhenti jadi komisaris, banyak orang yang berhenti jadi direksi,&amp;quot; ujar Hariqo.&#13;
&#13;
Dia juga mengungkapkan sudah tidak ada lagi tantiem atau bonus untuk komisaris BUMN. &amp;quot;Dan untuk pertamanya tantiem itu sudah tidak ada lagi untuk para komisaris. Nah, ini kan jarang yang dibicarakan orang. Yang dibicarakan orang yang jelek-jeleknya saja,&amp;quot; tukasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Republik Indonesia (Bakom RI) Hariqo Wibawa Satria membantah anggapan BUMN tempat &amp;quot;bagi-bagi jabatan&amp;quot; di era Presiden Prabowo Subianto. Dia menyebut, banyak direksi dan komisaris di BUMN yang berhenti.&#13;
&#13;
Hariqo menjelaskan, Prabowo memiliki prinsip agar penghematan uang negara melalui pemangkasan BUMN dipakai untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk berbagi jabatan. Hal itu didasari dari upaya Prabowo yang memangkas jumlah BUMN.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di zamannya Pak Prabowo diminta 1.077 BUMN itu dikurangi menjadi 300 BUMN saja. Kalau bisa jumlahnya 200 atau 100. Ini menghemat uang negara lebih dari Rp50 triliun,&amp;quot; kata Hariqo dalam dialog Refleksi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo Subianto di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kendati demikian, Hariqo berkata, Prabowo lebih mengutamakan kepentingan masyarakat daripada, menjadikan BUMN tempat berbagi jabatan. Dia pun berkata, pengisian jajaran petinggi BUMN didasari atas banyaknya komisaris dan direksi yang berhenti&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi Presiden kita lebih mengutamakan penghematan uang negara, kepentingan masyarakat ketimbang menjadikan BUMN untuk tempat orang-orang,&amp;quot; tutur Hariqo.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau berpikirnya jangka pendek kan bisa saja, ya sudah BUMN digunakan untuk tim sukses sebanyak-banyaknya. Saat ini banyak sekali orang yang berhenti jadi komisaris, banyak orang yang berhenti jadi direksi,&amp;quot; ujar Hariqo.&#13;
&#13;
Dia juga mengungkapkan sudah tidak ada lagi tantiem atau bonus untuk komisaris BUMN. &amp;quot;Dan untuk pertamanya tantiem itu sudah tidak ada lagi untuk para komisaris. Nah, ini kan jarang yang dibicarakan orang. Yang dibicarakan orang yang jelek-jeleknya saja,&amp;quot; tukasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
