<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Sepekan Menguat 4,90 Persen, Nilai Transaksi Harian Tembus Rp20,34 Triliun</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 4,90 persen sepanjang perdagangan pekan 19??&quot;23 Oktober 2026. Penguatan tersebut diikuti peningkatan aktivitas transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp20,34 triliun.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/24/278/3249894/ihsg-sepekan-menguat-4-90-persen-nilai-transaksi-harian-tembus-rp20-34-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/24/278/3249894/ihsg-sepekan-menguat-4-90-persen-nilai-transaksi-harian-tembus-rp20-34-triliun"/><item><title>IHSG Sepekan Menguat 4,90 Persen, Nilai Transaksi Harian Tembus Rp20,34 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/24/278/3249894/ihsg-sepekan-menguat-4-90-persen-nilai-transaksi-harian-tembus-rp20-34-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/24/278/3249894/ihsg-sepekan-menguat-4-90-persen-nilai-transaksi-harian-tembus-rp20-34-triliun</guid><pubDate>Sabtu 24 Oktober 2026 10:02 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/24/278/3249894/ihsg_sepekan-nk83_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IHSG Sepekan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/24/278/3249894/ihsg_sepekan-nk83_large.jpg</image><title>IHSG Sepekan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 4,90 persen sepanjang perdagangan pekan 19&amp;ndash;23 Oktober 2026. Penguatan tersebut diikuti peningkatan aktivitas transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp20,34 triliun.&#13;
&#13;
Berdasarkan data BEI, IHSG ditutup pada level 5.439 pada akhir pekan ini, naik dibandingkan penutupan pekan sebelumnya yang berada di level 5.185. Sejalan dengan penguatan indeks, kapitalisasi pasar BEI meningkat 4,66 persen menjadi Rp9.583 triliun dari sebelumnya Rp9.157 triliun.&#13;
&#13;
Peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian yang tumbuh 25,42 persen menjadi Rp20,34 triliun. Pada pekan sebelumnya, rata-rata nilai transaksi harian tercatat sebesar Rp16,22 triliun.&#13;
&#13;
Rata-rata frekuensi transaksi harian juga mengalami kenaikan 13,80 persen menjadi 1,95 juta kali transaksi, dibandingkan pekan sebelumnya sebanyak 1,72 juta kali transaksi.&#13;
&#13;
Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian tercatat sebesar 39,96 miliar saham. Angka tersebut berubah 9,39 persen dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 44,10 miliar saham.&#13;
&#13;
Tekanan jual investor asing masih membayangi pasar saham domestik. Selama pekan tersebut, investor asing membukukan penjualan bersih sebesar Rp6,67 triliun atau setara USD369,83 juta.&#13;
&#13;
Nilai tersebut lebih besar dibandingkan net sell pada pekan sebelumnya yang mencapai Rp3,19 triliun atau USD177,04 juta. Dengan demikian, tekanan jual bersih investor asing meningkat sekitar 109,2 persen secara mingguan dalam denominasi rupiah.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
sebanyak 651 saham atau sekitar 67 persen mengalami kenaikan harga, sedangkan 155 saham atau sekitar 16 persen mengalami penurunan. Sebanyak 157 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.&#13;
&#13;
Saham yang naik lebih dari 2 persen mencapai 580 emiten, jauh melampaui saham yang terkoreksi lebih dari 2 persen sebanyak 115 emiten. Hal ini mengindikasikan bahwa penguatan harga berlangsung cukup luas dari sisi jumlah saham.&#13;
&#13;
Seluruh indeks sektoral pada perdagangan pekan ini mencatatkan penguatan selama periode pengamatan. Sektor transportasi dan logistik menjadi yang paling unggul, dengan kenaikan 9,02 persen.&#13;
&#13;
Sektor energi menyusul dengan penguatan 6,37 persen, sedangkan sektor infrastruktur naik 5,68 persen. Sektor properti dan real estat menguat 5,39 persen, diikuti sektor keuangan sebesar 4,96 persen.&#13;
&#13;
Sektor industri naik 4,39 persen, bahan baku menguat 4,09 persen, barang konsumen nonprimer naik 3,44 persen, barang konsumen primer menguat 3,50 persen, dan kesehatan naik 3,03 persen. Sementara itu, sektor teknologi mencatatkan kenaikan paling kecil, yakni 0,03 persen.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 4,90 persen sepanjang perdagangan pekan 19&amp;ndash;23 Oktober 2026. Penguatan tersebut diikuti peningkatan aktivitas transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp20,34 triliun.&#13;
&#13;
Berdasarkan data BEI, IHSG ditutup pada level 5.439 pada akhir pekan ini, naik dibandingkan penutupan pekan sebelumnya yang berada di level 5.185. Sejalan dengan penguatan indeks, kapitalisasi pasar BEI meningkat 4,66 persen menjadi Rp9.583 triliun dari sebelumnya Rp9.157 triliun.&#13;
&#13;
Peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian yang tumbuh 25,42 persen menjadi Rp20,34 triliun. Pada pekan sebelumnya, rata-rata nilai transaksi harian tercatat sebesar Rp16,22 triliun.&#13;
&#13;
Rata-rata frekuensi transaksi harian juga mengalami kenaikan 13,80 persen menjadi 1,95 juta kali transaksi, dibandingkan pekan sebelumnya sebanyak 1,72 juta kali transaksi.&#13;
&#13;
Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian tercatat sebesar 39,96 miliar saham. Angka tersebut berubah 9,39 persen dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 44,10 miliar saham.&#13;
&#13;
Tekanan jual investor asing masih membayangi pasar saham domestik. Selama pekan tersebut, investor asing membukukan penjualan bersih sebesar Rp6,67 triliun atau setara USD369,83 juta.&#13;
&#13;
Nilai tersebut lebih besar dibandingkan net sell pada pekan sebelumnya yang mencapai Rp3,19 triliun atau USD177,04 juta. Dengan demikian, tekanan jual bersih investor asing meningkat sekitar 109,2 persen secara mingguan dalam denominasi rupiah.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
sebanyak 651 saham atau sekitar 67 persen mengalami kenaikan harga, sedangkan 155 saham atau sekitar 16 persen mengalami penurunan. Sebanyak 157 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.&#13;
&#13;
Saham yang naik lebih dari 2 persen mencapai 580 emiten, jauh melampaui saham yang terkoreksi lebih dari 2 persen sebanyak 115 emiten. Hal ini mengindikasikan bahwa penguatan harga berlangsung cukup luas dari sisi jumlah saham.&#13;
&#13;
Seluruh indeks sektoral pada perdagangan pekan ini mencatatkan penguatan selama periode pengamatan. Sektor transportasi dan logistik menjadi yang paling unggul, dengan kenaikan 9,02 persen.&#13;
&#13;
Sektor energi menyusul dengan penguatan 6,37 persen, sedangkan sektor infrastruktur naik 5,68 persen. Sektor properti dan real estat menguat 5,39 persen, diikuti sektor keuangan sebesar 4,96 persen.&#13;
&#13;
Sektor industri naik 4,39 persen, bahan baku menguat 4,09 persen, barang konsumen nonprimer naik 3,44 persen, barang konsumen primer menguat 3,50 persen, dan kesehatan naik 3,03 persen. Sementara itu, sektor teknologi mencatatkan kenaikan paling kecil, yakni 0,03 persen.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
