<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BSU Rp900.000 Dipastikan Cair untuk Pekerja Bergaji Rp3,5 Juta, Siap-Siap Cek Rekening</title><description>Pemerintah memastikan pencairan bantuan subsidi upah (BSU) sebesar Rp900.000 untuk 13,3 juta pekerja di Oktober hingga Desember 2026.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/24/320/3249771/bsu-rp900-000-dipastikan-cair-untuk-pekerja-bergaji-rp3-5-juta-siap-siap-cek-rekening</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/24/320/3249771/bsu-rp900-000-dipastikan-cair-untuk-pekerja-bergaji-rp3-5-juta-siap-siap-cek-rekening"/><item><title>BSU Rp900.000 Dipastikan Cair untuk Pekerja Bergaji Rp3,5 Juta, Siap-Siap Cek Rekening</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/24/320/3249771/bsu-rp900-000-dipastikan-cair-untuk-pekerja-bergaji-rp3-5-juta-siap-siap-cek-rekening</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/24/320/3249771/bsu-rp900-000-dipastikan-cair-untuk-pekerja-bergaji-rp3-5-juta-siap-siap-cek-rekening</guid><pubDate>Sabtu 24 Oktober 2026 06:01 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/23/320/3249771/bsu-eVB2_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BSU Rp900.000 Dipastikan Cair untuk Pekerja Bergaji Rp3,5 Juta, Siap-Siap Cek Rekening (Foto: Tangkapan Layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/23/320/3249771/bsu-eVB2_large.jpg</image><title>BSU Rp900.000 Dipastikan Cair untuk Pekerja Bergaji Rp3,5 Juta, Siap-Siap Cek Rekening (Foto: Tangkapan Layar)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah memastikan pencairan bantuan subsidi upah (BSU) sebesar Rp900.000 untuk 13,3 juta pekerja di Oktober hingga Desember 2026. BSU ini dicairkan sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi senilai Rp31 triliun pada kuartal IV-2026 yang akan memperkuat daya beli masyarakat.&#13;
&#13;
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, mekanisme penyaluran stimulus tersebut melalui integrasi sistem rekening perbankan terpadu agar dana lekas diterima masyarakat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Stimulus tahun ini sebesar Rp31 triliun, mencakup bantuan beras Rp17,55 triliun untuk 33.244.408 keluarga dan bantuan subsidi upah Rp300.000 per bulan bagi 13,3 juta pekerja bergaji Rp3,5 juta. Ini mulai kita gunakan di kuartal keempat menggunakan rekening yang sama,&amp;quot; kata Airlangga di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).&#13;
&#13;
Di samping kucuran bantuan tunai langsung, pemerintah memperluas stimulus sektor ketenagakerjaan melalui fasilitas perpajakan. Keringanan tersebut diberikan dalam bentuk Pajak Penghasilan (PPh) Ditanggung Pemerintah bagi para pekerja dengan batas penghasilan hingga Rp10 juta per bulan demi menjaga stabilitas kesejahteraan keluarga kelas pekerja.&#13;
&#13;
Kelancaran distribusi berbagai stimulus sosial tersebut disokong oleh intervensi program kepemilikan rekening perbankan tunggal bagi masyarakat. Kebijakan ini sekaligus menjadi katalisator dalam mempersempit kesenjangan akses finansial di tingkat akar rumput.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami siapkan program satu orang satu rekening dengan setoran awal Rp50.000 dan anggaran Rp1,28 triliun untuk sekitar 25 juta warga desil 1-4 di usia di atas 17 tahun. Ini kami dorong untuk efektivitas penyaluran bantuan dan kegiatan produktif, jadi bukan soal hanya pembukaan rekening,&amp;quot; kata Airlangga.&#13;
&#13;
Verifikasi data calon pemilik rekening tersebut dipersiapkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bersama perbankan syariah berbasis data sensus Badan Pusat Statistik (BPS) serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Melalui terobosan ini, tingkat inklusivitas keuangan nasional diproyeksikan terungkit naik dari posisi 93 persen menuju kisaran 99 persen.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Proses Pencairan BSU&#13;
&#13;
Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyatakan, proses pencairan BSU 2026 Rp900.000 masih dalam tahap persiapan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mohon bersabar, ya. Saat ini, Kemnaker sedang mempersiapkan pelaksanaan program BSU 2026 agar dapat berjalan dengan baik,&amp;rdquo; tulis Kemnaker dalam akun Instagramnya, Jakarta.&#13;
&#13;
Kemnaker meminta pekerja dan masyarakat memantau informasi selanjutnya melalui kanal dan media sosial resmi Kemnaker serta mengakses situs bsu.kemnaker.go.id.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ketik alamat situs di browser. Jangan asal membuka tautan dari pesan yang diteruskan orang lain. Jadi, pantau terus agar tidak ketinggalan pembaruan informasinya,&amp;rdquo; tulis Kemnaker.&#13;
&#13;
Namun, laman BSU Kemnaker saat ini belum dapat diakses. Masyarakat diminta menunggu pengumuman resmi dan terus memantau kanal informasi Kemnaker. Perlu diingat, pencairan BSU tahun lalu langsung ditransfer ke rekening pekerja.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah memastikan pencairan bantuan subsidi upah (BSU) sebesar Rp900.000 untuk 13,3 juta pekerja di Oktober hingga Desember 2026. BSU ini dicairkan sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi senilai Rp31 triliun pada kuartal IV-2026 yang akan memperkuat daya beli masyarakat.&#13;
&#13;
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, mekanisme penyaluran stimulus tersebut melalui integrasi sistem rekening perbankan terpadu agar dana lekas diterima masyarakat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Stimulus tahun ini sebesar Rp31 triliun, mencakup bantuan beras Rp17,55 triliun untuk 33.244.408 keluarga dan bantuan subsidi upah Rp300.000 per bulan bagi 13,3 juta pekerja bergaji Rp3,5 juta. Ini mulai kita gunakan di kuartal keempat menggunakan rekening yang sama,&amp;quot; kata Airlangga di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).&#13;
&#13;
Di samping kucuran bantuan tunai langsung, pemerintah memperluas stimulus sektor ketenagakerjaan melalui fasilitas perpajakan. Keringanan tersebut diberikan dalam bentuk Pajak Penghasilan (PPh) Ditanggung Pemerintah bagi para pekerja dengan batas penghasilan hingga Rp10 juta per bulan demi menjaga stabilitas kesejahteraan keluarga kelas pekerja.&#13;
&#13;
Kelancaran distribusi berbagai stimulus sosial tersebut disokong oleh intervensi program kepemilikan rekening perbankan tunggal bagi masyarakat. Kebijakan ini sekaligus menjadi katalisator dalam mempersempit kesenjangan akses finansial di tingkat akar rumput.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami siapkan program satu orang satu rekening dengan setoran awal Rp50.000 dan anggaran Rp1,28 triliun untuk sekitar 25 juta warga desil 1-4 di usia di atas 17 tahun. Ini kami dorong untuk efektivitas penyaluran bantuan dan kegiatan produktif, jadi bukan soal hanya pembukaan rekening,&amp;quot; kata Airlangga.&#13;
&#13;
Verifikasi data calon pemilik rekening tersebut dipersiapkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bersama perbankan syariah berbasis data sensus Badan Pusat Statistik (BPS) serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Melalui terobosan ini, tingkat inklusivitas keuangan nasional diproyeksikan terungkit naik dari posisi 93 persen menuju kisaran 99 persen.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Proses Pencairan BSU&#13;
&#13;
Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyatakan, proses pencairan BSU 2026 Rp900.000 masih dalam tahap persiapan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mohon bersabar, ya. Saat ini, Kemnaker sedang mempersiapkan pelaksanaan program BSU 2026 agar dapat berjalan dengan baik,&amp;rdquo; tulis Kemnaker dalam akun Instagramnya, Jakarta.&#13;
&#13;
Kemnaker meminta pekerja dan masyarakat memantau informasi selanjutnya melalui kanal dan media sosial resmi Kemnaker serta mengakses situs bsu.kemnaker.go.id.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ketik alamat situs di browser. Jangan asal membuka tautan dari pesan yang diteruskan orang lain. Jadi, pantau terus agar tidak ketinggalan pembaruan informasinya,&amp;rdquo; tulis Kemnaker.&#13;
&#13;
Namun, laman BSU Kemnaker saat ini belum dapat diakses. Masyarakat diminta menunggu pengumuman resmi dan terus memantau kanal informasi Kemnaker. Perlu diingat, pencairan BSU tahun lalu langsung ditransfer ke rekening pekerja.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
