<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prabowo Targetkan Kredit Produktif Rp400 Triliun pada 2027, Sasar 28 Juta Keluarga</title><description>Program ini bertujuan memperluas akses pembiayaan sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/25/320/3250067/prabowo-targetkan-kredit-produktif-rp400-triliun-pada-2027-sasar-28-juta-keluarga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/25/320/3250067/prabowo-targetkan-kredit-produktif-rp400-triliun-pada-2027-sasar-28-juta-keluarga"/><item><title>Prabowo Targetkan Kredit Produktif Rp400 Triliun pada 2027, Sasar 28 Juta Keluarga</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/25/320/3250067/prabowo-targetkan-kredit-produktif-rp400-triliun-pada-2027-sasar-28-juta-keluarga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/25/320/3250067/prabowo-targetkan-kredit-produktif-rp400-triliun-pada-2027-sasar-28-juta-keluarga</guid><pubDate>Minggu 25 Oktober 2026 19:14 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/25/320/3250067/kredit-1dSh_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemerintah menargetkan penyaluran kredit produktif senilai Rp400 triliun pada 2027. (Foto: okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/25/320/3250067/kredit-1dSh_large.jpg</image><title>Pemerintah menargetkan penyaluran kredit produktif senilai Rp400 triliun pada 2027. (Foto: okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah menargetkan penyaluran kredit produktif senilai Rp400 triliun pada 2027 sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan memperluas akses pembiayaan sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.&#13;
&#13;
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa pemerintah tengah memetakan alokasi pembiayaan tersebut ke berbagai sektor ekonomi agar penyalurannya tepat sasaran dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi nanti kita akan menambahkan lagi (kredit) dan membagi kepada sektornya masing-masing, karena Bapak Presiden kan minta agar ujungnya masyarakat punya literasi keuangan dan punya uang untuk spending (belanja),&amp;quot; ujar Airlangga, Minggu (25/10/2026).&#13;
&#13;
Sebagai pembanding, pemerintah saat ini mengelola program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan plafon mencapai Rp300 triliun. Selain itu, pemerintah mengalokasikan pembiayaan tambahan sebesar Rp50 triliun untuk sektor perumahan.&#13;
&#13;
Pemerintah juga membuka peluang penggunaan skema pembiayaan produktif di luar KUR, termasuk kemungkinan melibatkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Skema pembiayaan bagi masyarakat pedesaan tersebut masih dalam tahap pembahasan.&#13;
&#13;
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan target penyaluran kredit produktif tersebut dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).&#13;
&#13;
Prabowo menargetkan pinjaman produktif senilai Rp400 triliun itu dapat menjangkau sekitar 28 juta keluarga penerima manfaat pada 2027. Sasaran program mencakup kelompok rentan dan masyarakat di sektor akar rumput, seperti petani, nelayan, masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan, serta warga di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).&#13;
&#13;
&amp;quot;Di tahun yang akan datang, rencana kita, sasaran kita, insyaallah terwujud, saya ingin menyalurkan Rp 400 triliun kepada para petani, nelayan, dan mereka yang berada di pedesaan, daerah terpencil, daerah tertinggal, juga masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan. Ini nanti sasarannya kurang lebih 28 juta keluarga jika dihitung dengan anak istri berarti mencakup sekitar 100 juta rakyat kita. Itu kemampuan kita sekarang,&amp;quot; tegas Prabowo.&#13;
&#13;
Perluasan akses kredit produktif tersebut dirancang untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada pinjaman informal dan praktik pembiayaan ilegal.&#13;
&#13;
Selain memperkuat permodalan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan penyaluran kredit produktif diharapkan dapat mendorong pendapatan rumah tangga dan memperkuat konsumsi masyarakat. Konsumsi rumah tangga sendiri merupakan salah satu komponen utama yang menopang perekonomian nasional.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah menargetkan penyaluran kredit produktif senilai Rp400 triliun pada 2027 sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan memperluas akses pembiayaan sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.&#13;
&#13;
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa pemerintah tengah memetakan alokasi pembiayaan tersebut ke berbagai sektor ekonomi agar penyalurannya tepat sasaran dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi nanti kita akan menambahkan lagi (kredit) dan membagi kepada sektornya masing-masing, karena Bapak Presiden kan minta agar ujungnya masyarakat punya literasi keuangan dan punya uang untuk spending (belanja),&amp;quot; ujar Airlangga, Minggu (25/10/2026).&#13;
&#13;
Sebagai pembanding, pemerintah saat ini mengelola program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan plafon mencapai Rp300 triliun. Selain itu, pemerintah mengalokasikan pembiayaan tambahan sebesar Rp50 triliun untuk sektor perumahan.&#13;
&#13;
Pemerintah juga membuka peluang penggunaan skema pembiayaan produktif di luar KUR, termasuk kemungkinan melibatkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Skema pembiayaan bagi masyarakat pedesaan tersebut masih dalam tahap pembahasan.&#13;
&#13;
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan target penyaluran kredit produktif tersebut dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).&#13;
&#13;
Prabowo menargetkan pinjaman produktif senilai Rp400 triliun itu dapat menjangkau sekitar 28 juta keluarga penerima manfaat pada 2027. Sasaran program mencakup kelompok rentan dan masyarakat di sektor akar rumput, seperti petani, nelayan, masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan, serta warga di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).&#13;
&#13;
&amp;quot;Di tahun yang akan datang, rencana kita, sasaran kita, insyaallah terwujud, saya ingin menyalurkan Rp 400 triliun kepada para petani, nelayan, dan mereka yang berada di pedesaan, daerah terpencil, daerah tertinggal, juga masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan. Ini nanti sasarannya kurang lebih 28 juta keluarga jika dihitung dengan anak istri berarti mencakup sekitar 100 juta rakyat kita. Itu kemampuan kita sekarang,&amp;quot; tegas Prabowo.&#13;
&#13;
Perluasan akses kredit produktif tersebut dirancang untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada pinjaman informal dan praktik pembiayaan ilegal.&#13;
&#13;
Selain memperkuat permodalan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan penyaluran kredit produktif diharapkan dapat mendorong pendapatan rumah tangga dan memperkuat konsumsi masyarakat. Konsumsi rumah tangga sendiri merupakan salah satu komponen utama yang menopang perekonomian nasional.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
