<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Konser Kanye West Berdampak ke Ekonomi, PHRI Minta Izin Acara Internasional Dipermudah</title><description>Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mendorong pemerintah menjadikan penyelenggaraan konser musik internasional&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/25/470/3250082/konser-kanye-west-berdampak-ke-ekonomi-phri-minta-izin-acara-internasional-dipermudah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/25/470/3250082/konser-kanye-west-berdampak-ke-ekonomi-phri-minta-izin-acara-internasional-dipermudah"/><item><title>Konser Kanye West Berdampak ke Ekonomi, PHRI Minta Izin Acara Internasional Dipermudah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/25/470/3250082/konser-kanye-west-berdampak-ke-ekonomi-phri-minta-izin-acara-internasional-dipermudah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/25/470/3250082/konser-kanye-west-berdampak-ke-ekonomi-phri-minta-izin-acara-internasional-dipermudah</guid><pubDate>Minggu 25 Oktober 2026 13:16 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/25/470/3250082/kanye_west-e6RA_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Penyelenggaraan acara musik berskala besar seperti konser Ye memiliki efek berganda (multiplier effect). (Foto: Okezone.com/IMG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/25/470/3250082/kanye_west-e6RA_large.jpeg</image><title>Penyelenggaraan acara musik berskala besar seperti konser Ye memiliki efek berganda (multiplier effect). (Foto: Okezone.com/IMG)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mendorong pemerintah menjadikan penyelenggaraan konser musik internasional, termasuk konser Kanye West atau Ye, sebagai salah satu prioritas pengembangan ekonomi nasional. Kemudahan perizinan dinilai menjadi kunci untuk menarik wisatawan mancanegara sekaligus memberikan dampak ekonomi langsung bagi daerah.&#13;
&#13;
Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani menilai penyelenggaraan acara musik berskala besar seperti konser Ye memiliki efek berganda (multiplier effect) bagi industri perhotelan, restoran, dan sektor pendukung pariwisata lainnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi bagus, Mbak, acara-acara kayak gitu tuh bagus. Jadi menarik inbound-nya, inbound turis juga. Jadi makanya kalau itu dipermudah,&amp;quot; ujar Hariyadi saat dihubungi iNews Media Group, Minggu (25/10/2026).&#13;
&#13;
Meski demikian, Hariyadi mengakui bahwa biaya penyelenggaraan konser di Indonesia relatif tinggi dibandingkan dengan negara lain. Karena itu, ia meminta pemerintah memprioritaskan kemudahan perizinan agar Indonesia dapat menangkap peluang ekonomi dari industri hiburan global.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tapi paling enggak pemerintah harusnya menjadikan konser ini satu yang prioritas juga. Intinya itu. Gimana dimudahkan, dimudahkan untuk proses perizinannya, segala macam dimudahkan. Karena itu impact-nya itu langsung, betul-betul ke perekonomian di daerah itu juga akan langsung kelihatan,&amp;quot; tegas Hariyadi.&#13;
&#13;
Hariyadi menambahkan bahwa kunjungan penonton konser internasional tidak hanya berpotensi berlangsung singkat, tetapi juga dapat memperpanjang lama tinggal (length of stay) wisatawan di daerah penyelenggara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mereka kan bisa juga stay-nya itu juga bisa lama. Bisa gak cuman datang terus pulang lagi tuh bisa. Kalau istilahnya jumlahnya besar tuh bisa, stay-nya juga bisa lebih lama. Jadi intinya bisnis yang terkait dengan konser ini bagus lah untuk ekonomi,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Ia mencontohkan Singapura yang aktif mendatangkan berbagai acara internasional, mulai dari ajang Formula 1 (F1) hingga konser musisi ternama, untuk mendorong sektor MICE (meetings, incentives, conferences, and exhibitions).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau enggak, Singapura kan ngapain juga tuh sampai F1 aja dia bela-belain, kan gitu. Yang namanya MICE impact-nya emang besar,&amp;quot; pungkas Hariyadi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mendorong pemerintah menjadikan penyelenggaraan konser musik internasional, termasuk konser Kanye West atau Ye, sebagai salah satu prioritas pengembangan ekonomi nasional. Kemudahan perizinan dinilai menjadi kunci untuk menarik wisatawan mancanegara sekaligus memberikan dampak ekonomi langsung bagi daerah.&#13;
&#13;
Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani menilai penyelenggaraan acara musik berskala besar seperti konser Ye memiliki efek berganda (multiplier effect) bagi industri perhotelan, restoran, dan sektor pendukung pariwisata lainnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi bagus, Mbak, acara-acara kayak gitu tuh bagus. Jadi menarik inbound-nya, inbound turis juga. Jadi makanya kalau itu dipermudah,&amp;quot; ujar Hariyadi saat dihubungi iNews Media Group, Minggu (25/10/2026).&#13;
&#13;
Meski demikian, Hariyadi mengakui bahwa biaya penyelenggaraan konser di Indonesia relatif tinggi dibandingkan dengan negara lain. Karena itu, ia meminta pemerintah memprioritaskan kemudahan perizinan agar Indonesia dapat menangkap peluang ekonomi dari industri hiburan global.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tapi paling enggak pemerintah harusnya menjadikan konser ini satu yang prioritas juga. Intinya itu. Gimana dimudahkan, dimudahkan untuk proses perizinannya, segala macam dimudahkan. Karena itu impact-nya itu langsung, betul-betul ke perekonomian di daerah itu juga akan langsung kelihatan,&amp;quot; tegas Hariyadi.&#13;
&#13;
Hariyadi menambahkan bahwa kunjungan penonton konser internasional tidak hanya berpotensi berlangsung singkat, tetapi juga dapat memperpanjang lama tinggal (length of stay) wisatawan di daerah penyelenggara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mereka kan bisa juga stay-nya itu juga bisa lama. Bisa gak cuman datang terus pulang lagi tuh bisa. Kalau istilahnya jumlahnya besar tuh bisa, stay-nya juga bisa lebih lama. Jadi intinya bisnis yang terkait dengan konser ini bagus lah untuk ekonomi,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Ia mencontohkan Singapura yang aktif mendatangkan berbagai acara internasional, mulai dari ajang Formula 1 (F1) hingga konser musisi ternama, untuk mendorong sektor MICE (meetings, incentives, conferences, and exhibitions).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau enggak, Singapura kan ngapain juga tuh sampai F1 aja dia bela-belain, kan gitu. Yang namanya MICE impact-nya emang besar,&amp;quot; pungkas Hariyadi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
