<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perlinsos Digital Catat 13,2 Juta Keluarga, Target 48 Juta hingga Akhir 2026  &amp;nbsp;</title><description>Program ini mencakup pendataan ulang penerima bantuan sosial (bansos) sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengajukan diri sebagai calon penerima&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/26/320/3250175/perlinsos-digital-catat-13-2-juta-keluarga-target-48-juta-hingga-akhir-2026-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/26/320/3250175/perlinsos-digital-catat-13-2-juta-keluarga-target-48-juta-hingga-akhir-2026-nbsp"/><item><title>Perlinsos Digital Catat 13,2 Juta Keluarga, Target 48 Juta hingga Akhir 2026  &amp;nbsp;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/26/320/3250175/perlinsos-digital-catat-13-2-juta-keluarga-target-48-juta-hingga-akhir-2026-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/26/320/3250175/perlinsos-digital-catat-13-2-juta-keluarga-target-48-juta-hingga-akhir-2026-nbsp</guid><pubDate>Senin 26 Oktober 2026 11:13 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/26/320/3250175/bansos_tunai-iEW9_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Pemerintah menargetkan 48 juta keluarga terdaftar dalam Perlinsos Digital hingga akhir 2026. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/26/320/3250175/bansos_tunai-iEW9_large.jpg</image><title> Pemerintah menargetkan 48 juta keluarga terdaftar dalam Perlinsos Digital hingga akhir 2026. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah menargetkan 48 juta keluarga terdaftar dalam Perlinsos Digital hingga akhir 2026. Program ini mencakup pendataan ulang penerima bantuan sosial (bansos) sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengajukan diri sebagai calon penerima bantuan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Target kita paling tidak di akhir tahun nanti sudah ada 48 juta keluarga yang sudah registrasi di Perlinsos Digital kita,&amp;rdquo; kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Senin (26/10/2026).&#13;
&#13;
Hingga saat ini, lebih dari 13,2 juta keluarga telah terdaftar dalam Perlinsos Digital, baik secara mandiri maupun dengan pendampingan agen. Sementara itu, jumlah Agen Perlinsos yang bergabung mencapai 816.674 orang.&#13;
&#13;
Gus Ipul menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu masyarakat melakukan registrasi.&#13;
&#13;
Menurutnya, Perlinsos Digital dikembangkan untuk memperkuat pendataan penerima bansos. Proses registrasi ulang melengkapi data berbasis nama dan alamat dengan penggunaan teknologi biometrik atau pengenalan wajah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Intinya adalah kita ingin meregistrasi ulang seluruh penerima bansos. Kita lakukan registrasi ulang, cek ulang,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Selain mendata ulang penerima bansos yang sudah terdaftar, sistem tersebut juga memberikan kesempatan kepada masyarakat yang membutuhkan untuk mengajukan diri sebagai calon penerima bantuan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemudian yang kedua, kita juga membuka kesempatan kepada seluruh masyarakat untuk mengajukan diri memperoleh bantuan sosial. Jadi kita meregistrasi ulang, sekaligus memberikan kesempatan masyarakat untuk daftar,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Ia menegaskan bahwa pendaftaran merupakan bagian dari proses pendataan dan tidak menjamin seseorang langsung menerima bansos.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sekali lagi, yang akan menyatakan layak atau tidak, itu adalah sistem. Yang penting kita masukkan apa adanya,&amp;rdquo; tegas Gus Ipul.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, perangkat wilayah, operator data, pendamping sosial, pemerintah daerah, hingga Kementerian Sosial (Kemensos) bertanggung jawab memastikan data masyarakat yang dimasukkan ke dalam sistem sesuai dengan kondisi sebenarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang benar, kita semua berkewajiban untuk bisa memasukkan data apa adanya kepada sistem, termasuk para wartawan. Mari kita bantu keluarga terdekat dulu, tetangga terdekat dulu, agar tidak ada yang tertinggal, tidak ada yang terlewat,&amp;rdquo; ajak Gus Ipul.&#13;
&#13;
Ia menjelaskan bahwa masyarakat dapat mendaftarkan diri sebagai agen melalui Portal Perlinsos. Setelah mengikuti proses pengisian data dan verifikasi biometrik, agen dapat membantu warga di sekitarnya melakukan pendaftaran.&#13;
&#13;
Saat memeriksa rincian data agen, Gus Ipul menyebutkan bahwa 176.755 orang berasal dari masyarakat umum, 123.769 orang merupakan pegawai pemerintah daerah, dan 42.018 orang merupakan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Sementara itu, jumlah agen dari unsur rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) tercatat sebanyak 48.676 orang.&#13;
&#13;
Ia berharap jumlah keluarga yang terdaftar terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah agen dan meluasnya pendampingan masyarakat. Namun, Gus Ipul menegaskan bahwa tugas agen bersifat sukarela dan tidak boleh disertai pungutan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Agen Perlinsos itu juga tidak mendapatkan bayaran dan tidak boleh meminta bayaran kepada siapa pun. Jadi benar-benar relawan,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Pengembangan Perlinsos Digital berjalan seiring dengan pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Gus Ipul menyampaikan bahwa data lebih dari 31 juta keluarga telah dimutakhirkan. Selain itu, masyarakat telah menyampaikan 641.222 usulan dan 84.281 sanggahan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya bergembira, terima kasih sekali. Sudah ada masyarakat yang mau menyanggah, tentu ini merupakan informasi yang penting buat kami,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Melalui keterlibatan masyarakat, pemerintah daerah, dan pendamping sosial, Kemensos terus memperluas jangkauan pendataan guna mencapai target registrasi pada akhir 2026. Gus Ipul mengajak masyarakat membantu keluarga dan tetangga yang membutuhkan pendampingan agar dapat mengakses layanan Perlinsos Digital.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita mulai dari yang terdekat, jangan sampai lewat,&amp;rdquo; pesannya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah menargetkan 48 juta keluarga terdaftar dalam Perlinsos Digital hingga akhir 2026. Program ini mencakup pendataan ulang penerima bantuan sosial (bansos) sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengajukan diri sebagai calon penerima bantuan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Target kita paling tidak di akhir tahun nanti sudah ada 48 juta keluarga yang sudah registrasi di Perlinsos Digital kita,&amp;rdquo; kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Senin (26/10/2026).&#13;
&#13;
Hingga saat ini, lebih dari 13,2 juta keluarga telah terdaftar dalam Perlinsos Digital, baik secara mandiri maupun dengan pendampingan agen. Sementara itu, jumlah Agen Perlinsos yang bergabung mencapai 816.674 orang.&#13;
&#13;
Gus Ipul menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu masyarakat melakukan registrasi.&#13;
&#13;
Menurutnya, Perlinsos Digital dikembangkan untuk memperkuat pendataan penerima bansos. Proses registrasi ulang melengkapi data berbasis nama dan alamat dengan penggunaan teknologi biometrik atau pengenalan wajah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Intinya adalah kita ingin meregistrasi ulang seluruh penerima bansos. Kita lakukan registrasi ulang, cek ulang,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Selain mendata ulang penerima bansos yang sudah terdaftar, sistem tersebut juga memberikan kesempatan kepada masyarakat yang membutuhkan untuk mengajukan diri sebagai calon penerima bantuan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemudian yang kedua, kita juga membuka kesempatan kepada seluruh masyarakat untuk mengajukan diri memperoleh bantuan sosial. Jadi kita meregistrasi ulang, sekaligus memberikan kesempatan masyarakat untuk daftar,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Ia menegaskan bahwa pendaftaran merupakan bagian dari proses pendataan dan tidak menjamin seseorang langsung menerima bansos.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sekali lagi, yang akan menyatakan layak atau tidak, itu adalah sistem. Yang penting kita masukkan apa adanya,&amp;rdquo; tegas Gus Ipul.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, perangkat wilayah, operator data, pendamping sosial, pemerintah daerah, hingga Kementerian Sosial (Kemensos) bertanggung jawab memastikan data masyarakat yang dimasukkan ke dalam sistem sesuai dengan kondisi sebenarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang benar, kita semua berkewajiban untuk bisa memasukkan data apa adanya kepada sistem, termasuk para wartawan. Mari kita bantu keluarga terdekat dulu, tetangga terdekat dulu, agar tidak ada yang tertinggal, tidak ada yang terlewat,&amp;rdquo; ajak Gus Ipul.&#13;
&#13;
Ia menjelaskan bahwa masyarakat dapat mendaftarkan diri sebagai agen melalui Portal Perlinsos. Setelah mengikuti proses pengisian data dan verifikasi biometrik, agen dapat membantu warga di sekitarnya melakukan pendaftaran.&#13;
&#13;
Saat memeriksa rincian data agen, Gus Ipul menyebutkan bahwa 176.755 orang berasal dari masyarakat umum, 123.769 orang merupakan pegawai pemerintah daerah, dan 42.018 orang merupakan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Sementara itu, jumlah agen dari unsur rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) tercatat sebanyak 48.676 orang.&#13;
&#13;
Ia berharap jumlah keluarga yang terdaftar terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah agen dan meluasnya pendampingan masyarakat. Namun, Gus Ipul menegaskan bahwa tugas agen bersifat sukarela dan tidak boleh disertai pungutan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Agen Perlinsos itu juga tidak mendapatkan bayaran dan tidak boleh meminta bayaran kepada siapa pun. Jadi benar-benar relawan,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Pengembangan Perlinsos Digital berjalan seiring dengan pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Gus Ipul menyampaikan bahwa data lebih dari 31 juta keluarga telah dimutakhirkan. Selain itu, masyarakat telah menyampaikan 641.222 usulan dan 84.281 sanggahan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya bergembira, terima kasih sekali. Sudah ada masyarakat yang mau menyanggah, tentu ini merupakan informasi yang penting buat kami,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Melalui keterlibatan masyarakat, pemerintah daerah, dan pendamping sosial, Kemensos terus memperluas jangkauan pendataan guna mencapai target registrasi pada akhir 2026. Gus Ipul mengajak masyarakat membantu keluarga dan tetangga yang membutuhkan pendampingan agar dapat mengakses layanan Perlinsos Digital.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita mulai dari yang terdekat, jangan sampai lewat,&amp;rdquo; pesannya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
