<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Industri Hiburan Digital RI Berpotensi Capai USD4,4 Miliar, MSIN Pacu Bisnis V+Short</title><description>Industri hiburan digital Indonesia diproyeksikan mencapai USD4,4 miliar pada 2030, dengan pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 14,9 persen. Melihat potensi tersebut, PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) terus mengembangkan bisnis hiburan digital, salah satunya melalui platform microdrama V+Short.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/26/320/3250315/industri-hiburan-digital-ri-berpotensi-capai-usd4-4-miliar-msin-pacu-bisnis-v-short</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/26/320/3250315/industri-hiburan-digital-ri-berpotensi-capai-usd4-4-miliar-msin-pacu-bisnis-v-short"/><item><title>Industri Hiburan Digital RI Berpotensi Capai USD4,4 Miliar, MSIN Pacu Bisnis V+Short</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/26/320/3250315/industri-hiburan-digital-ri-berpotensi-capai-usd4-4-miliar-msin-pacu-bisnis-v-short</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/26/320/3250315/industri-hiburan-digital-ri-berpotensi-capai-usd4-4-miliar-msin-pacu-bisnis-v-short</guid><pubDate>Senin 26 Oktober 2026 19:37 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/26/320/3250315/mnc_digital-4KrN_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">MNC Digital (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/26/320/3250315/mnc_digital-4KrN_large.jpg</image><title>MNC Digital (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Industri hiburan digital Indonesia diproyeksikan mencapai USD4,4 miliar pada 2030, dengan pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 14,9 persen. Melihat potensi tersebut, PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) terus mengembangkan bisnis hiburan digital, salah satunya melalui platform microdrama V+Short.&#13;
&#13;
Chief Operating Officer (COO) MSIN, Ronny Wilimas Sugiadha mengatakan, pertumbuhan industri hiburan digital Indonesia didorong oleh peningkatan penetrasi digital, pertumbuhan populasi, serta kenaikan pendapatan masyarakat.&#13;
&#13;
Ronny menjelaskan, produk domestik bruto (PDB) per kapita Indonesia diperkirakan meningkat dari sekitar US$5.000 pada 2025 menjadi lebih dari US$7.000 pada 2030. Kenaikan tersebut dinilai akan mendorong daya beli masyarakat, termasuk untuk konsumsi hiburan digital.&#13;
&#13;
Menurutnya, masyarakat Indonesia saat ini telah mengalokasikan sekitar 1,8 persen dari PDB per kapita untuk hiburan berbasis layar (screen-based entertainment). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat sebesar 1,5 persen dan China sebesar 1 persen.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hal ini menunjukkan bahwasanya konsumsi hiburan digital telah menjadi bagian penting dari gaya hidup masyarakat Indonesia,&amp;quot; ucap Ronny dalam Public Expose Insidentil MSIN yang digelar pada Senin (26/10/2026).&#13;
&#13;
Di sisi lain, Ronny menilai industri hiburan digital Indonesia masih memiliki ruang monetisasi yang besar. Pasalnya, rata-rata pendapatan per pengguna atau average revenue per user (ARPU) layanan hiburan digital di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan sejumlah negara lain di Asia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga terjadi peluang yang sangat besar untuk meningkatkan monetisasi seiring dengan pertumbuhan daya beli masyarakat dan semakin matangnya ekosistem digital di Indonesia,&amp;quot; lanjut Ronny.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Untuk menangkap peluang tersebut, MSIN menyiapkan empat strategi pertumbuhan bisnis, mulai dari penguatan kualitas konten dan teknologi, perluasan kolaborasi strategis, ekspansi global, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).&#13;
&#13;
Salah satu fokus ekspansi global perseroan dilakukan melalui pengembangan platform microdrama V+Short yang menyasar pengguna internasional.&#13;
&#13;
Investor Relation MSIN, Luthan Fadel Putra mengungkapkan, platform V+Short yang diluncurkan secara publik di Hong Kong pada 8 Mei 2026 berhasil mencatatkan 3 juta unduhan hanya dalam dua bulan pertama.&#13;
&#13;
Luthan menjelaskan, strategi awal ekspansi platform microdrama tersebut difokuskan pada negara-negara berkembang, seperti Filipina, Meksiko, dan India. Pemilihan pasar tersebut didasarkan pada biaya pemasaran yang relatif lebih rendah dibandingkan negara maju.&#13;
&#13;
Selain itu, MSIN mengandalkan kemampuan produksi konten eksklusif sebagai salah satu keunggulan dalam menghadapi persaingan industri microdrama global.&#13;
&#13;
Menurut Luthan, biaya produksi satu judul microdrama di Indonesia dapat ditekan hingga sekitar US$15.000. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan biaya produksi di sejumlah negara lain yang berkisar US$100.000 hingga US$200.000 per judul.&#13;
&#13;
Efisiensi biaya produksi dan pemasaran tersebut juga memungkinkan perseroan menawarkan layanan dengan harga lebih kompetitif. Luthan menyebut, biaya berlangganan platform microdrama perseroan berada di kisaran US$3, lebih rendah dibandingkan sejumlah platform pesaing yang mengenakan tarif sekitar US$10 hingga US$20 per bulan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena kita memproduksinya dari Indonesia, human capital cost-nya bisa terbilang relatif lebih rendah dibanding negara-negara lain. Sehingga untuk kita menciptakan sebuah konten, itu pasti biayanya lebih rendah,&amp;quot; jelasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Industri hiburan digital Indonesia diproyeksikan mencapai USD4,4 miliar pada 2030, dengan pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 14,9 persen. Melihat potensi tersebut, PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) terus mengembangkan bisnis hiburan digital, salah satunya melalui platform microdrama V+Short.&#13;
&#13;
Chief Operating Officer (COO) MSIN, Ronny Wilimas Sugiadha mengatakan, pertumbuhan industri hiburan digital Indonesia didorong oleh peningkatan penetrasi digital, pertumbuhan populasi, serta kenaikan pendapatan masyarakat.&#13;
&#13;
Ronny menjelaskan, produk domestik bruto (PDB) per kapita Indonesia diperkirakan meningkat dari sekitar US$5.000 pada 2025 menjadi lebih dari US$7.000 pada 2030. Kenaikan tersebut dinilai akan mendorong daya beli masyarakat, termasuk untuk konsumsi hiburan digital.&#13;
&#13;
Menurutnya, masyarakat Indonesia saat ini telah mengalokasikan sekitar 1,8 persen dari PDB per kapita untuk hiburan berbasis layar (screen-based entertainment). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat sebesar 1,5 persen dan China sebesar 1 persen.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hal ini menunjukkan bahwasanya konsumsi hiburan digital telah menjadi bagian penting dari gaya hidup masyarakat Indonesia,&amp;quot; ucap Ronny dalam Public Expose Insidentil MSIN yang digelar pada Senin (26/10/2026).&#13;
&#13;
Di sisi lain, Ronny menilai industri hiburan digital Indonesia masih memiliki ruang monetisasi yang besar. Pasalnya, rata-rata pendapatan per pengguna atau average revenue per user (ARPU) layanan hiburan digital di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan sejumlah negara lain di Asia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga terjadi peluang yang sangat besar untuk meningkatkan monetisasi seiring dengan pertumbuhan daya beli masyarakat dan semakin matangnya ekosistem digital di Indonesia,&amp;quot; lanjut Ronny.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Untuk menangkap peluang tersebut, MSIN menyiapkan empat strategi pertumbuhan bisnis, mulai dari penguatan kualitas konten dan teknologi, perluasan kolaborasi strategis, ekspansi global, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).&#13;
&#13;
Salah satu fokus ekspansi global perseroan dilakukan melalui pengembangan platform microdrama V+Short yang menyasar pengguna internasional.&#13;
&#13;
Investor Relation MSIN, Luthan Fadel Putra mengungkapkan, platform V+Short yang diluncurkan secara publik di Hong Kong pada 8 Mei 2026 berhasil mencatatkan 3 juta unduhan hanya dalam dua bulan pertama.&#13;
&#13;
Luthan menjelaskan, strategi awal ekspansi platform microdrama tersebut difokuskan pada negara-negara berkembang, seperti Filipina, Meksiko, dan India. Pemilihan pasar tersebut didasarkan pada biaya pemasaran yang relatif lebih rendah dibandingkan negara maju.&#13;
&#13;
Selain itu, MSIN mengandalkan kemampuan produksi konten eksklusif sebagai salah satu keunggulan dalam menghadapi persaingan industri microdrama global.&#13;
&#13;
Menurut Luthan, biaya produksi satu judul microdrama di Indonesia dapat ditekan hingga sekitar US$15.000. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan biaya produksi di sejumlah negara lain yang berkisar US$100.000 hingga US$200.000 per judul.&#13;
&#13;
Efisiensi biaya produksi dan pemasaran tersebut juga memungkinkan perseroan menawarkan layanan dengan harga lebih kompetitif. Luthan menyebut, biaya berlangganan platform microdrama perseroan berada di kisaran US$3, lebih rendah dibandingkan sejumlah platform pesaing yang mengenakan tarif sekitar US$10 hingga US$20 per bulan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena kita memproduksinya dari Indonesia, human capital cost-nya bisa terbilang relatif lebih rendah dibanding negara-negara lain. Sehingga untuk kita menciptakan sebuah konten, itu pasti biayanya lebih rendah,&amp;quot; jelasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
