<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mentan Endus Permainan Harga Ayam, 4,8 Juta Peternak Terdampak</title><description>Amran menegaskan akan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti mempermainkan harga hingga merugikan 4,8 juta peternak dan membebani konsumen.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/28/320/3250632/mentan-endus-permainan-harga-ayam-4-8-juta-peternak-terdampak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/28/320/3250632/mentan-endus-permainan-harga-ayam-4-8-juta-peternak-terdampak"/><item><title>Mentan Endus Permainan Harga Ayam, 4,8 Juta Peternak Terdampak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/28/320/3250632/mentan-endus-permainan-harga-ayam-4-8-juta-peternak-terdampak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/28/320/3250632/mentan-endus-permainan-harga-ayam-4-8-juta-peternak-terdampak</guid><pubDate>Rabu 28 Oktober 2026 12:18 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/28/320/3250632/mentan-OCDd_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap dugaan praktik perantara (middleman) yang mengambil keuntungan tidak wajar. (Foto: Okezone.com/IMG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/28/320/3250632/mentan-OCDd_large.jpg</image><title>Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap dugaan praktik perantara (middleman) yang mengambil keuntungan tidak wajar. (Foto: Okezone.com/IMG)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap dugaan praktik perantara (middleman) yang mengambil keuntungan tidak wajar dalam rantai distribusi pangan, khususnya di sektor peternakan.&#13;
&#13;
Amran menegaskan akan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti mempermainkan harga hingga merugikan 4,8 juta peternak dan membebani konsumen.&#13;
&#13;
Ia menyoroti anomali harga ayam, yakni ketika harga di tingkat peternak turun, tetapi harga yang dibayarkan konsumen justru meningkat. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan praktik perdagangan yang tidak bertanggung jawab.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini ada anomali. Harga di peternak turun, harga di konsumen naik. Terjadi inflasi. Harusnya kalau harga di peternak turun, itu di konsumen turun, tapi dua-dua berteriak. Berarti ada pelaku yang tidak bertanggung jawab, itu kita kejar,&amp;rdquo; tegas Amran dalam konferensi pers, Selasa (27/10/2026).&#13;
&#13;
Amran menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan praktik yang merugikan peternak terus berlangsung. Penelusuran akan dilakukan bersama Satgas Pangan dan aparat penegak hukum untuk mengungkap pihak-pihak yang diduga mempermainkan rantai distribusi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita tindak tegas. Tidak ada kompromi,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Selain melakukan penindakan, pemerintah tengah membenahi sistem produksi dan distribusi pangan melalui pembangunan sistem terintegrasi (closed system) yang menghubungkan petani jagung dengan peternak melalui koperasi.&#13;
&#13;
Sistem tersebut diharapkan dapat menjamin pasokan bahan baku pakan dengan harga yang wajar bagi peternak, sekaligus menjaga stabilitas harga produk peternakan di tingkat konsumen.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Doakan, kita atur dulu harga acuan pemerintah atau harga pembelian pemerintah, kemudian harga eceran tertinggi. Sementara digodok, kita lakukan terbaik untuk peternak. Tapi ingat, konsumen juga tidak boleh korban,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap dugaan praktik perantara (middleman) yang mengambil keuntungan tidak wajar dalam rantai distribusi pangan, khususnya di sektor peternakan.&#13;
&#13;
Amran menegaskan akan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti mempermainkan harga hingga merugikan 4,8 juta peternak dan membebani konsumen.&#13;
&#13;
Ia menyoroti anomali harga ayam, yakni ketika harga di tingkat peternak turun, tetapi harga yang dibayarkan konsumen justru meningkat. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan praktik perdagangan yang tidak bertanggung jawab.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini ada anomali. Harga di peternak turun, harga di konsumen naik. Terjadi inflasi. Harusnya kalau harga di peternak turun, itu di konsumen turun, tapi dua-dua berteriak. Berarti ada pelaku yang tidak bertanggung jawab, itu kita kejar,&amp;rdquo; tegas Amran dalam konferensi pers, Selasa (27/10/2026).&#13;
&#13;
Amran menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan praktik yang merugikan peternak terus berlangsung. Penelusuran akan dilakukan bersama Satgas Pangan dan aparat penegak hukum untuk mengungkap pihak-pihak yang diduga mempermainkan rantai distribusi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita tindak tegas. Tidak ada kompromi,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Selain melakukan penindakan, pemerintah tengah membenahi sistem produksi dan distribusi pangan melalui pembangunan sistem terintegrasi (closed system) yang menghubungkan petani jagung dengan peternak melalui koperasi.&#13;
&#13;
Sistem tersebut diharapkan dapat menjamin pasokan bahan baku pakan dengan harga yang wajar bagi peternak, sekaligus menjaga stabilitas harga produk peternakan di tingkat konsumen.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Doakan, kita atur dulu harga acuan pemerintah atau harga pembelian pemerintah, kemudian harga eceran tertinggi. Sementara digodok, kita lakukan terbaik untuk peternak. Tapi ingat, konsumen juga tidak boleh korban,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
