<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peringatkan Anggota Kadin, Hashim: Hentikan Goreng Saham&amp;nbsp;</title><description>Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi sekaligus Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Hashim Sujono Djojohadikusumo menyoroti tajam sentimen negatif dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan investor global akibat maraknya praktik manipulasi atau &quot;goreng saham&quot; di pasar modal domestik.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/29/278/3250939/peringatkan-anggota-kadin-hashim-hentikan-goreng-saham-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/29/278/3250939/peringatkan-anggota-kadin-hashim-hentikan-goreng-saham-nbsp"/><item><title>Peringatkan Anggota Kadin, Hashim: Hentikan Goreng Saham&amp;nbsp;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/29/278/3250939/peringatkan-anggota-kadin-hashim-hentikan-goreng-saham-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/29/278/3250939/peringatkan-anggota-kadin-hashim-hentikan-goreng-saham-nbsp</guid><pubDate>Kamis 29 Oktober 2026 16:40 WIB</pubDate><dc:creator>Rohman Wibowo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/29/278/3250939/hashim-XEjr_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hashim sola Saham Gorengan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/29/278/3250939/hashim-XEjr_large.jpg</image><title>Hashim sola Saham Gorengan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi sekaligus Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Hashim Sujono Djojohadikusumo menyoroti tajam sentimen negatif dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan investor global akibat maraknya praktik manipulasi atau &amp;quot;goreng saham&amp;quot; di pasar modal domestik.&#13;
&#13;
Ia secara terbuka mendesak anggota Kadin yang berada dalam mata rantai kepemilikan emiten untuk segera menghentikan intervensi harga saham demi mencegah pelarian modal asing yang dapat mengancam stabilitas ekonomi nasional.&#13;
&#13;
Kredibilitas bursa domestik kini berada dalam ancaman serius menyusul evaluasi ketat lembaga pemeringkat global terhadap transparansi pembentukan harga saham di tanah air. Evaluasi tersebut dipicu oleh makin terbukanya anomali pergerakan harga saham tertentu yang dinilai tidak wajar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada indikasi memang ada praktik-praktik yang tidak sehat yang terjadi di pasar saham kita. Saya enggak usah sebut siapa, tapi ada saham-saham yang istilahnya digoreng,&amp;quot; ujar Hashim di hadapan jajaran pengurus dan anggota Kadin dalam Rapimnas Kadin, di Jakarta, Kamis (29/10/2026).&#13;
&#13;
Peringatan terbuka Hashim tersebut mengemuka di tengah sorotan terhadap anggota Kadin yang terafiliasi dengan emiten penerima sanksi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini merujuk pada PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), entitas grup Sinarmas yang diduga terafiliasi dengan Franky Oesman Widjaja, yang juga berstatus pimpinan Kadin.&#13;
&#13;
Berdasarkan pemeriksaan transaksi saham DSSA, OJK menemukan tindak pidana manipulasi pasar yang dilakukan oleh nasabah-nasabah perorangan dan institusi melalui beberapa anggota bursa. Praktik manipulasi pasar tersebut dijalankan secara terencana dan terstruktur sehingga menyebabkan harga saham DSSA melonjak signifikan tanpa landasan fundamental yang riil.&#13;
&#13;
Skema pergerakan harga yang direkayasa semacam itu menjadi dasar kecemasan pelaku pasar internasional yang kini mempertimbangkan peninjauan ulang status bursa Indonesia. Kejanggalan rasio keuangan dinilai merusak bobot pasar modal nasional di mata penyedia indeks global.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini yang disorot dan diperhatikan dan dipersoalkan oleh MSCI dan pelaku-pelaku asing. Ini adalah kalau free float-nya terbatas, P/E ratio-nya itu gila-gilaan, tidak masuk akal, ini yang dipersoalkan,&amp;quot; tutur Hashim.&#13;
&#13;
Hashim memaparkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menugaskannya secara khusus untuk membantu pemerintah, termasuk berkoordinasi dengan Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, demi memitigasi risiko penurunan peringkat dari MSCI menjadi stand-alone market.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Apabila penurunan peringkat terjadi, likuiditas pasar modal berpotensi mengering drastis di saat sekitar 32,7 juta investor domestik pemilik rekening efek kini dirugikan oleh volatilitas harga saham yang tidak sehat.&#13;
&#13;
Kaburnya dana investor asing keluar dari bursa efek diproyeksikan bakal memicu efek domino yang menekan ketahanan nilai tukar rupiah. Depresiasi kurs yang tajam otomatis melipatgandakan beban cicilan pokok dan bunga utang luar negeri, baik milik pemerintah maupun korporasi swasta.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau investasi luar negeri keluar dari bursa saham kita, rupiah bisa semakin lemah, saya sudah hitung bisa jadi Rp20.000&amp;ndash;Rp21.000, bahkan ada yang bilang Rp22.000. Kalau itu terjadi, pinjaman luar negeri harus kita bayar lebih mahal dan bisa jadi bencana bagi ekonomi Indonesia,&amp;quot; kata Hashim sembari mengingatkan hadirin, termasuk Chairman Lippo Group James Riady yang hadir di ruangan.&#13;
&#13;
Hashim mewanti-wanti soal tindakan hukum tegas tanpa kompromi dipastikan segera ditempuh apabila para pemilik modal tidak membenahi tata kelola perdagangannya di bursa efek. Aparat pengawas bersama pemerintah pusat telah menyusun langkah mitigasi terpadu untuk menindak transaksi-transaksi yang mencurigakan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Maka saya minta kawan-kawan dari Kadin, mohon kegiatan goreng-gorengan itu dihentikan. Mohon dengan sangat segera dihentikan karena pemerintah sudah akan berkehendak untuk tindak tegas,&amp;quot; urai Hashim.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi sekaligus Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Hashim Sujono Djojohadikusumo menyoroti tajam sentimen negatif dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan investor global akibat maraknya praktik manipulasi atau &amp;quot;goreng saham&amp;quot; di pasar modal domestik.&#13;
&#13;
Ia secara terbuka mendesak anggota Kadin yang berada dalam mata rantai kepemilikan emiten untuk segera menghentikan intervensi harga saham demi mencegah pelarian modal asing yang dapat mengancam stabilitas ekonomi nasional.&#13;
&#13;
Kredibilitas bursa domestik kini berada dalam ancaman serius menyusul evaluasi ketat lembaga pemeringkat global terhadap transparansi pembentukan harga saham di tanah air. Evaluasi tersebut dipicu oleh makin terbukanya anomali pergerakan harga saham tertentu yang dinilai tidak wajar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada indikasi memang ada praktik-praktik yang tidak sehat yang terjadi di pasar saham kita. Saya enggak usah sebut siapa, tapi ada saham-saham yang istilahnya digoreng,&amp;quot; ujar Hashim di hadapan jajaran pengurus dan anggota Kadin dalam Rapimnas Kadin, di Jakarta, Kamis (29/10/2026).&#13;
&#13;
Peringatan terbuka Hashim tersebut mengemuka di tengah sorotan terhadap anggota Kadin yang terafiliasi dengan emiten penerima sanksi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini merujuk pada PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), entitas grup Sinarmas yang diduga terafiliasi dengan Franky Oesman Widjaja, yang juga berstatus pimpinan Kadin.&#13;
&#13;
Berdasarkan pemeriksaan transaksi saham DSSA, OJK menemukan tindak pidana manipulasi pasar yang dilakukan oleh nasabah-nasabah perorangan dan institusi melalui beberapa anggota bursa. Praktik manipulasi pasar tersebut dijalankan secara terencana dan terstruktur sehingga menyebabkan harga saham DSSA melonjak signifikan tanpa landasan fundamental yang riil.&#13;
&#13;
Skema pergerakan harga yang direkayasa semacam itu menjadi dasar kecemasan pelaku pasar internasional yang kini mempertimbangkan peninjauan ulang status bursa Indonesia. Kejanggalan rasio keuangan dinilai merusak bobot pasar modal nasional di mata penyedia indeks global.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini yang disorot dan diperhatikan dan dipersoalkan oleh MSCI dan pelaku-pelaku asing. Ini adalah kalau free float-nya terbatas, P/E ratio-nya itu gila-gilaan, tidak masuk akal, ini yang dipersoalkan,&amp;quot; tutur Hashim.&#13;
&#13;
Hashim memaparkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menugaskannya secara khusus untuk membantu pemerintah, termasuk berkoordinasi dengan Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, demi memitigasi risiko penurunan peringkat dari MSCI menjadi stand-alone market.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Apabila penurunan peringkat terjadi, likuiditas pasar modal berpotensi mengering drastis di saat sekitar 32,7 juta investor domestik pemilik rekening efek kini dirugikan oleh volatilitas harga saham yang tidak sehat.&#13;
&#13;
Kaburnya dana investor asing keluar dari bursa efek diproyeksikan bakal memicu efek domino yang menekan ketahanan nilai tukar rupiah. Depresiasi kurs yang tajam otomatis melipatgandakan beban cicilan pokok dan bunga utang luar negeri, baik milik pemerintah maupun korporasi swasta.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau investasi luar negeri keluar dari bursa saham kita, rupiah bisa semakin lemah, saya sudah hitung bisa jadi Rp20.000&amp;ndash;Rp21.000, bahkan ada yang bilang Rp22.000. Kalau itu terjadi, pinjaman luar negeri harus kita bayar lebih mahal dan bisa jadi bencana bagi ekonomi Indonesia,&amp;quot; kata Hashim sembari mengingatkan hadirin, termasuk Chairman Lippo Group James Riady yang hadir di ruangan.&#13;
&#13;
Hashim mewanti-wanti soal tindakan hukum tegas tanpa kompromi dipastikan segera ditempuh apabila para pemilik modal tidak membenahi tata kelola perdagangannya di bursa efek. Aparat pengawas bersama pemerintah pusat telah menyusun langkah mitigasi terpadu untuk menindak transaksi-transaksi yang mencurigakan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Maka saya minta kawan-kawan dari Kadin, mohon kegiatan goreng-gorengan itu dihentikan. Mohon dengan sangat segera dihentikan karena pemerintah sudah akan berkehendak untuk tindak tegas,&amp;quot; urai Hashim.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
