<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>GoTo Siapkan Rp2,5 Triliun untuk Buyback Saham</title><description>PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) telah merealisasikan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak 36 miliar saham dengan nilai Rp985 miliar hingga 29 Oktober 2026. Perseroan masih memiliki alokasi dana Rp2,5 triliun untuk melanjutkan aksi korporasi tersebut hingga Juni 2027.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/29/278/3251002/goto-siapkan-rp2-5-triliun-untuk-buyback-saham</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/29/278/3251002/goto-siapkan-rp2-5-triliun-untuk-buyback-saham"/><item><title>GoTo Siapkan Rp2,5 Triliun untuk Buyback Saham</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/29/278/3251002/goto-siapkan-rp2-5-triliun-untuk-buyback-saham</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/29/278/3251002/goto-siapkan-rp2-5-triliun-untuk-buyback-saham</guid><pubDate>Kamis 29 Oktober 2026 20:25 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/29/278/3251002/buyback_saham-Tk92_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Buyback Saham (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/29/278/3251002/buyback_saham-Tk92_large.jpg</image><title>Buyback Saham (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) telah merealisasikan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak 36 miliar saham dengan nilai Rp985 miliar hingga 29 Oktober 2026. Perseroan masih memiliki alokasi dana Rp2,5 triliun untuk melanjutkan aksi korporasi tersebut hingga Juni 2027.&#13;
&#13;
Direktur Utama GoTo Hans Patuwo mengatakan di tengah dinamika eksternal dan melihat kondisi harga saham, perusahaan berkomitmen untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, dengan melakukan pembelian kembali saham atau buyback dan pembatalan 32 miliar saham treasury.&#13;
&#13;
&amp;quot;Langkah ini akan mengurangi jumlah saham beredar sehingga meningkatkan persentase kepemilikan pemegang saham yang ada,&amp;quot; ujarnya dalam pernyataan resmi, Kamis (29/10/2026).&#13;
&#13;
Pelaksanaan buyback tersebut berlangsung setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) menghapus batas harga minimum saham Rp50 pada 28 September 2026. Sejak kebijakan tersebut berlaku, GoTo telah membeli kembali saham yang setara dengan hampir 3 persen dari total saham perseroan.&#13;
&#13;
Langkah buyback menjadi salah satu strategi GoTo dalam mengoptimalkan alokasi modal sekaligus meningkatkan nilai bagi pemegang saham. Selain pembelian kembali saham, GoTo juga akan membatalkan 32 miliar saham treasuri atau setara sekitar 2,7 persen dari total saham. Rencana tersebut telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 14 Oktober 2026.&#13;
&#13;
Pembatalan saham treasuri tersebut akan berlaku dalam dua hingga tiga bulan mendatang setelah seluruh proses regulasi yang dipersyaratkan selesai. Perseroan menyebut langkah ini akan mengurangi jumlah saham beredar sehingga meningkatkan persentase kepemilikan pemegang saham yang ada.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di tengah strategi korporasi tersebut, GoTo juga mencatatkan kinerja keuangan positif pada kuartal III-2026. Perseroan membukukan laba bersih Rp441 miliar, berbalik dari rugi bersih Rp255 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.&#13;
&#13;
Pendapatan bersih GoTo meningkat 17 persen secara tahunan menjadi Rp5,6 triliun. Sementara itu, EBITDA yang disesuaikan naik 84 persen menjadi Rp950 miliar. Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, GoTo mencatatkan laba periode berjalan Rp864 miliar, dibandingkan rugi Rp997 miliar pada periode yang sama tahun lalu.&#13;
&#13;
Seiring dengan pencapaian tersebut, GoTo menaikkan target EBITDA yang disesuaikan untuk sepanjang 2026 menjadi Rp3,5 triliun hingga Rp3,7 triliun, dari target sebelumnya Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) telah merealisasikan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak 36 miliar saham dengan nilai Rp985 miliar hingga 29 Oktober 2026. Perseroan masih memiliki alokasi dana Rp2,5 triliun untuk melanjutkan aksi korporasi tersebut hingga Juni 2027.&#13;
&#13;
Direktur Utama GoTo Hans Patuwo mengatakan di tengah dinamika eksternal dan melihat kondisi harga saham, perusahaan berkomitmen untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, dengan melakukan pembelian kembali saham atau buyback dan pembatalan 32 miliar saham treasury.&#13;
&#13;
&amp;quot;Langkah ini akan mengurangi jumlah saham beredar sehingga meningkatkan persentase kepemilikan pemegang saham yang ada,&amp;quot; ujarnya dalam pernyataan resmi, Kamis (29/10/2026).&#13;
&#13;
Pelaksanaan buyback tersebut berlangsung setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) menghapus batas harga minimum saham Rp50 pada 28 September 2026. Sejak kebijakan tersebut berlaku, GoTo telah membeli kembali saham yang setara dengan hampir 3 persen dari total saham perseroan.&#13;
&#13;
Langkah buyback menjadi salah satu strategi GoTo dalam mengoptimalkan alokasi modal sekaligus meningkatkan nilai bagi pemegang saham. Selain pembelian kembali saham, GoTo juga akan membatalkan 32 miliar saham treasuri atau setara sekitar 2,7 persen dari total saham. Rencana tersebut telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 14 Oktober 2026.&#13;
&#13;
Pembatalan saham treasuri tersebut akan berlaku dalam dua hingga tiga bulan mendatang setelah seluruh proses regulasi yang dipersyaratkan selesai. Perseroan menyebut langkah ini akan mengurangi jumlah saham beredar sehingga meningkatkan persentase kepemilikan pemegang saham yang ada.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di tengah strategi korporasi tersebut, GoTo juga mencatatkan kinerja keuangan positif pada kuartal III-2026. Perseroan membukukan laba bersih Rp441 miliar, berbalik dari rugi bersih Rp255 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.&#13;
&#13;
Pendapatan bersih GoTo meningkat 17 persen secara tahunan menjadi Rp5,6 triliun. Sementara itu, EBITDA yang disesuaikan naik 84 persen menjadi Rp950 miliar. Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, GoTo mencatatkan laba periode berjalan Rp864 miliar, dibandingkan rugi Rp997 miliar pada periode yang sama tahun lalu.&#13;
&#13;
Seiring dengan pencapaian tersebut, GoTo menaikkan target EBITDA yang disesuaikan untuk sepanjang 2026 menjadi Rp3,5 triliun hingga Rp3,7 triliun, dari target sebelumnya Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
