<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahlil: Prabowo Akan Resmikan Pabrik Baterai EV Ketiga RI</title><description>Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait persiapan peresmian pabrik mobil listrik yang digarap oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) bersama perusahaan asal China, Contemporary Amperex Technology Co Limited (CATL).&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/29/320/3251012/bahlil-prabowo-akan-resmikan-pabrik-baterai-ev-ketiga-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/29/320/3251012/bahlil-prabowo-akan-resmikan-pabrik-baterai-ev-ketiga-ri"/><item><title>Bahlil: Prabowo Akan Resmikan Pabrik Baterai EV Ketiga RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/29/320/3251012/bahlil-prabowo-akan-resmikan-pabrik-baterai-ev-ketiga-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/29/320/3251012/bahlil-prabowo-akan-resmikan-pabrik-baterai-ev-ketiga-ri</guid><pubDate>Kamis 29 Oktober 2026 21:33 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/29/320/3251012/menteri_esdm_bahlil-ru5X_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri ESDM Bahlil (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/29/320/3251012/menteri_esdm_bahlil-ru5X_large.jpg</image><title>Menteri ESDM Bahlil (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait persiapan peresmian pabrik mobil listrik yang digarap oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) bersama perusahaan asal China, Contemporary Amperex Technology Co Limited (CATL).&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya melaporkan kepada bapak Presiden mengenai kesiapan peresmian pabrik baterai hasil kerjasama CATL dengan Antam, yang satu tahun lalu sudah groundbreaking. Dalam waktu dekat pabrik tersebut akan diresmikan,&amp;quot; ujar Bahlil saat ditemui di Istana Negara Jakarta, Kamis (29/10/2026).&#13;
&#13;
Bahlil mengatakan peresmian pabrik baru ini akan menambah sekaligus melengkapi ekosistem kendaraan listrik dari hulu sampai ke hilir. Mulai dari penambangan bahan baku nikel, hingga fasilitas pengolahan menjadi baterai kendaraan listrik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mungkin tidak banyak negara yang memiliki ekosistem terintegrasi seperti ini. Ini merupakan bagian dari upaya kita melakukan hilirisasi,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Proyek yang akan diresmikan dalam waktu dekat ini memiliki nilai investasi USD5,9 miliar. Proyek tersebut dikerjakan melalui konsorsium Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd (CBL) bersama Antam dan IBC. CBL sendiri merupakan perusahaan patungan oleh CATL, Brunp, dan Lygend. Kapasitas produksi dari proyek ini diperkirakan mencapai 15 GWh per tahun&#13;
&#13;
Bahlil mengatakan, dengan diresmikannya proyek baru ini maka akan menambah jumlah fasilitas produksi baterai kendaraan listrik di Indonesia, sehingga totalnya menjadi 3. Kedua proyek lain yang sudah lebih dulu berproduksi antara lain pabrik sel baterai HLI Green Power di Karawang yang dikembangkan oleh Hyundai, LG, dan IBC, dan pabrik yang dimiliki oleh investor China yang berlokasi di Halmahera.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menilai ketiga pabrik baterai kendaraan listrik yang telah beroperasi tersebut akan membuat ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi di dalam negeri. Harapannya, selain menciptakan lapangan kerja, kehadiran pabrik baru ini juga mampu mewujudkan cita-cita elektrifikasi kendaraan untuk mengurangi konsumsi BBM tahunan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ekosistem baterai mobil kita sudah benar-benar terintegrasi, mulai dari pertambangan (mining), peleburan (smelter), HPAL, prekursor, katoda, hingga sel baterai (battery cell),&amp;quot; pungkas Bahlil.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait persiapan peresmian pabrik mobil listrik yang digarap oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) bersama perusahaan asal China, Contemporary Amperex Technology Co Limited (CATL).&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya melaporkan kepada bapak Presiden mengenai kesiapan peresmian pabrik baterai hasil kerjasama CATL dengan Antam, yang satu tahun lalu sudah groundbreaking. Dalam waktu dekat pabrik tersebut akan diresmikan,&amp;quot; ujar Bahlil saat ditemui di Istana Negara Jakarta, Kamis (29/10/2026).&#13;
&#13;
Bahlil mengatakan peresmian pabrik baru ini akan menambah sekaligus melengkapi ekosistem kendaraan listrik dari hulu sampai ke hilir. Mulai dari penambangan bahan baku nikel, hingga fasilitas pengolahan menjadi baterai kendaraan listrik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mungkin tidak banyak negara yang memiliki ekosistem terintegrasi seperti ini. Ini merupakan bagian dari upaya kita melakukan hilirisasi,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Proyek yang akan diresmikan dalam waktu dekat ini memiliki nilai investasi USD5,9 miliar. Proyek tersebut dikerjakan melalui konsorsium Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd (CBL) bersama Antam dan IBC. CBL sendiri merupakan perusahaan patungan oleh CATL, Brunp, dan Lygend. Kapasitas produksi dari proyek ini diperkirakan mencapai 15 GWh per tahun&#13;
&#13;
Bahlil mengatakan, dengan diresmikannya proyek baru ini maka akan menambah jumlah fasilitas produksi baterai kendaraan listrik di Indonesia, sehingga totalnya menjadi 3. Kedua proyek lain yang sudah lebih dulu berproduksi antara lain pabrik sel baterai HLI Green Power di Karawang yang dikembangkan oleh Hyundai, LG, dan IBC, dan pabrik yang dimiliki oleh investor China yang berlokasi di Halmahera.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menilai ketiga pabrik baterai kendaraan listrik yang telah beroperasi tersebut akan membuat ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi di dalam negeri. Harapannya, selain menciptakan lapangan kerja, kehadiran pabrik baru ini juga mampu mewujudkan cita-cita elektrifikasi kendaraan untuk mengurangi konsumsi BBM tahunan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ekosistem baterai mobil kita sudah benar-benar terintegrasi, mulai dari pertambangan (mining), peleburan (smelter), HPAL, prekursor, katoda, hingga sel baterai (battery cell),&amp;quot; pungkas Bahlil.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
