<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Turun ke 5.066 di Awal Perdagangan, 383 Saham Terkoreksi</title><description>Pada awal sesi perdagangan, jumlah saham yang melemah tercatat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan saham yang menguat.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/30/278/3251049/ihsg-turun-ke-5-066-di-awal-perdagangan-383-saham-terkoreksi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/30/278/3251049/ihsg-turun-ke-5-066-di-awal-perdagangan-383-saham-terkoreksi"/><item><title>IHSG Turun ke 5.066 di Awal Perdagangan, 383 Saham Terkoreksi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/30/278/3251049/ihsg-turun-ke-5-066-di-awal-perdagangan-383-saham-terkoreksi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/30/278/3251049/ihsg-turun-ke-5-066-di-awal-perdagangan-383-saham-terkoreksi</guid><pubDate>Jum'at 30 Oktober 2026 09:25 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/30/278/3251049/ihsg_melemah-DbBC_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah ke level 5.066,94 pada perdagangan Jumat (30/10/2026). (Foto: Okezone.com/Aldhi Chandra Setiawan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/30/278/3251049/ihsg_melemah-DbBC_large.jpeg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah ke level 5.066,94 pada perdagangan Jumat (30/10/2026). (Foto: Okezone.com/Aldhi Chandra Setiawan)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah ke level 5.066,94 pada perdagangan Jumat (30/10/2026). Tekanan jual mendominasi perdagangan awal dengan mayoritas saham bergerak di zona merah.&#13;
&#13;
Pada awal sesi perdagangan, jumlah saham yang melemah tercatat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan saham yang menguat. Sebanyak 383 saham terkoreksi, sedangkan 105 saham menguat dan 475 saham tidak mengalami perubahan.&#13;
&#13;
Kondisi tersebut menunjukkan tekanan jual terjadi pada sebagian besar saham di pasar domestik.&#13;
&#13;
Dari sisi aktivitas perdagangan, nilai transaksi tercatat mencapai Rp383,5 miliar dengan volume sebanyak 1,417 miliar saham. Frekuensi transaksi mencapai 44.200 kali, sementara kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat sebesar Rp8.881 triliun.&#13;
&#13;
Di tengah pelemahan IHSG, sejumlah saham masih mampu mencatatkan penguatan signifikan. Samindo Resources Tbk. (MYOH) memimpin daftar saham dengan kenaikan tertinggi (top gainers), yakni sebesar 21,11 persen ke level Rp1.090 per saham.&#13;
&#13;
Posisi berikutnya ditempati Alakasa Industrindo Tbk. (ALKA) yang menguat 16,52 persen menjadi Rp5.150 per saham. Selanjutnya, SLJ Global Tbk. (SULI) naik 15,15 persen ke level Rp76 per saham.&#13;
&#13;
Saham Indo Straits Tbk. (PTIS) juga menguat 12,43 persen menjadi Rp208 per saham. Sementara itu, Aracord Nusantara Group Tbk. (RONY) naik 11,57 persen ke level Rp1.350 per saham.&#13;
&#13;
Sebaliknya, Bumi Teknokultura Unggul Tbk. (BTEK) dan Express Transindo Utama Tbk. (TAXI) mencatatkan penurunan terdalam. Kedua saham tersebut masing-masing melemah 9,09 persen ke level Rp10 per saham.&#13;
&#13;
Sementara itu, Nanotech Indonesia Global Tbk. (NANO), Soraya Berjaya Indonesia Tbk. (SPRE), dan Harta Djaya Karya Tbk. (MEJA) sama-sama terkoreksi 7,69 persen.&#13;
&#13;
Dari sisi sektoral, sektor infrastruktur mencatatkan pelemahan terdalam sebesar 1,97 persen. Disusul sektor konsumen non-primer yang terkoreksi 1,52 persen, sektor transportasi turun 1,48 persen, dan sektor barang baku melemah 1,38 persen.&#13;
&#13;
Di tengah tekanan tersebut, sektor teknologi menjadi salah satu penopang perdagangan dengan penguatan 1,05 persen. Sektor keuangan turut naik 0,44 persen, sedangkan sektor kesehatan menguat 0,15 persen.&#13;
&#13;
Secara keseluruhan, delapan dari 11 sektor saham bergerak di zona merah pada awal perdagangan. Adapun tiga sektor lainnya berhasil mencatatkan penguatan.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah ke level 5.066,94 pada perdagangan Jumat (30/10/2026). Tekanan jual mendominasi perdagangan awal dengan mayoritas saham bergerak di zona merah.&#13;
&#13;
Pada awal sesi perdagangan, jumlah saham yang melemah tercatat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan saham yang menguat. Sebanyak 383 saham terkoreksi, sedangkan 105 saham menguat dan 475 saham tidak mengalami perubahan.&#13;
&#13;
Kondisi tersebut menunjukkan tekanan jual terjadi pada sebagian besar saham di pasar domestik.&#13;
&#13;
Dari sisi aktivitas perdagangan, nilai transaksi tercatat mencapai Rp383,5 miliar dengan volume sebanyak 1,417 miliar saham. Frekuensi transaksi mencapai 44.200 kali, sementara kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat sebesar Rp8.881 triliun.&#13;
&#13;
Di tengah pelemahan IHSG, sejumlah saham masih mampu mencatatkan penguatan signifikan. Samindo Resources Tbk. (MYOH) memimpin daftar saham dengan kenaikan tertinggi (top gainers), yakni sebesar 21,11 persen ke level Rp1.090 per saham.&#13;
&#13;
Posisi berikutnya ditempati Alakasa Industrindo Tbk. (ALKA) yang menguat 16,52 persen menjadi Rp5.150 per saham. Selanjutnya, SLJ Global Tbk. (SULI) naik 15,15 persen ke level Rp76 per saham.&#13;
&#13;
Saham Indo Straits Tbk. (PTIS) juga menguat 12,43 persen menjadi Rp208 per saham. Sementara itu, Aracord Nusantara Group Tbk. (RONY) naik 11,57 persen ke level Rp1.350 per saham.&#13;
&#13;
Sebaliknya, Bumi Teknokultura Unggul Tbk. (BTEK) dan Express Transindo Utama Tbk. (TAXI) mencatatkan penurunan terdalam. Kedua saham tersebut masing-masing melemah 9,09 persen ke level Rp10 per saham.&#13;
&#13;
Sementara itu, Nanotech Indonesia Global Tbk. (NANO), Soraya Berjaya Indonesia Tbk. (SPRE), dan Harta Djaya Karya Tbk. (MEJA) sama-sama terkoreksi 7,69 persen.&#13;
&#13;
Dari sisi sektoral, sektor infrastruktur mencatatkan pelemahan terdalam sebesar 1,97 persen. Disusul sektor konsumen non-primer yang terkoreksi 1,52 persen, sektor transportasi turun 1,48 persen, dan sektor barang baku melemah 1,38 persen.&#13;
&#13;
Di tengah tekanan tersebut, sektor teknologi menjadi salah satu penopang perdagangan dengan penguatan 1,05 persen. Sektor keuangan turut naik 0,44 persen, sedangkan sektor kesehatan menguat 0,15 persen.&#13;
&#13;
Secara keseluruhan, delapan dari 11 sektor saham bergerak di zona merah pada awal perdagangan. Adapun tiga sektor lainnya berhasil mencatatkan penguatan.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
