<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Merosot 1,30 Persen ke Level 5.031 pada Sesi I</title><description>IHSG terkoreksi 1,30 persen atau turun ke level 5.031.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/30/278/3251088/ihsg-merosot-1-30-persen-ke-level-5-031-pada-sesi-i</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/30/278/3251088/ihsg-merosot-1-30-persen-ke-level-5-031-pada-sesi-i"/><item><title>IHSG Merosot 1,30 Persen ke Level 5.031 pada Sesi I</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/30/278/3251088/ihsg-merosot-1-30-persen-ke-level-5-031-pada-sesi-i</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/30/278/3251088/ihsg-merosot-1-30-persen-ke-level-5-031-pada-sesi-i</guid><pubDate>Jum'at 30 Oktober 2026 12:21 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/30/278/3251088/ihsg-xFge_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan pelemahan hingga sesi I perdagangan Jumat (30/10/2026). (Foto: Okezone.com/Aldhi Chandra Setiawan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/30/278/3251088/ihsg-xFge_large.jpeg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan pelemahan hingga sesi I perdagangan Jumat (30/10/2026). (Foto: Okezone.com/Aldhi Chandra Setiawan)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan pelemahan hingga sesi I perdagangan Jumat (30/10/2026). IHSG terkoreksi 1,30 persen atau turun ke level 5.031.&#13;
&#13;
Pelemahan juga terjadi pada sejumlah indeks saham lainnya. Indeks LQ45 turun 0,67 persen ke level 511,829. Indeks IDXLQ45LCL melemah 0,83 persen menjadi 71,999, sedangkan IDX30 terkoreksi 0,39 persen ke level 288,209. Sementara itu, IDX80 turun 1,05 persen menjadi 74,855.&#13;
&#13;
Tekanan jual terlihat dari pergerakan mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebanyak 383 saham melemah, sedangkan 105 saham menguat dan 475 saham tidak mengalami perubahan.&#13;
&#13;
Dari sisi aktivitas perdagangan, nilai transaksi tercatat mencapai Rp383,5 miliar dengan volume sebanyak 1,417 miliar saham. Frekuensi transaksi mencapai 44.200 kali. Sementara itu, kapitalisasi pasar BEI tercatat sebesar Rp8.881 triliun.&#13;
&#13;
Di tengah pelemahan IHSG, sejumlah saham masih mampu mencatatkan penguatan signifikan. Samindo Resources Tbk. (MYOH) memimpin daftar saham dengan kenaikan tertinggi (top gainers), yakni sebesar 21,11 persen ke level Rp1.090.&#13;
&#13;
Posisi berikutnya ditempati Alakasa Industrindo Tbk. (ALKA) yang menguat 16,52 persen menjadi Rp5.150. Selanjutnya, SLJ Global Tbk. (SULI) naik 15,15 persen ke level Rp76.&#13;
&#13;
Saham Indo Straits Tbk. (PTIS) juga menguat 12,43 persen menjadi Rp208, sedangkan Aracord Nusantara Group Tbk. (RONY) naik 11,57 persen ke level Rp1.350.&#13;
&#13;
Sebaliknya, Bumi Teknokultura Unggul Tbk. (BTEK) dan Express Transindo Utama Tbk. (TAXI) menjadi saham dengan penurunan terdalam. Kedua saham tersebut masing-masing melemah 9,09 persen ke level Rp10 per saham.&#13;
&#13;
Sementara itu, Nanotech Indonesia Global Tbk. (NANO), Soraya Berjaya Indonesia Tbk. (SPRE), dan Harta Djaya Karya Tbk. (MEJA) sama-sama terkoreksi 7,69 persen.&#13;
&#13;
Dari sisi sektoral, pelemahan terdalam terjadi pada sektor infrastruktur yang turun 1,97 persen. Berikutnya, sektor konsumen non-primer terkoreksi 1,52 persen, sektor transportasi melemah 1,48 persen, dan sektor barang baku turun 1,38 persen.&#13;
&#13;
Di tengah tekanan tersebut, sektor teknologi menjadi salah satu penopang perdagangan dengan penguatan 1,05 persen. Sektor keuangan turut naik 0,44 persen, sedangkan sektor kesehatan menguat 0,15 persen.&#13;
&#13;
Secara keseluruhan, delapan dari 11 sektor saham bergerak di zona merah hingga sesi I perdagangan. Sementara itu, tiga sektor lainnya berhasil mencatatkan penguatan.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan pelemahan hingga sesi I perdagangan Jumat (30/10/2026). IHSG terkoreksi 1,30 persen atau turun ke level 5.031.&#13;
&#13;
Pelemahan juga terjadi pada sejumlah indeks saham lainnya. Indeks LQ45 turun 0,67 persen ke level 511,829. Indeks IDXLQ45LCL melemah 0,83 persen menjadi 71,999, sedangkan IDX30 terkoreksi 0,39 persen ke level 288,209. Sementara itu, IDX80 turun 1,05 persen menjadi 74,855.&#13;
&#13;
Tekanan jual terlihat dari pergerakan mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebanyak 383 saham melemah, sedangkan 105 saham menguat dan 475 saham tidak mengalami perubahan.&#13;
&#13;
Dari sisi aktivitas perdagangan, nilai transaksi tercatat mencapai Rp383,5 miliar dengan volume sebanyak 1,417 miliar saham. Frekuensi transaksi mencapai 44.200 kali. Sementara itu, kapitalisasi pasar BEI tercatat sebesar Rp8.881 triliun.&#13;
&#13;
Di tengah pelemahan IHSG, sejumlah saham masih mampu mencatatkan penguatan signifikan. Samindo Resources Tbk. (MYOH) memimpin daftar saham dengan kenaikan tertinggi (top gainers), yakni sebesar 21,11 persen ke level Rp1.090.&#13;
&#13;
Posisi berikutnya ditempati Alakasa Industrindo Tbk. (ALKA) yang menguat 16,52 persen menjadi Rp5.150. Selanjutnya, SLJ Global Tbk. (SULI) naik 15,15 persen ke level Rp76.&#13;
&#13;
Saham Indo Straits Tbk. (PTIS) juga menguat 12,43 persen menjadi Rp208, sedangkan Aracord Nusantara Group Tbk. (RONY) naik 11,57 persen ke level Rp1.350.&#13;
&#13;
Sebaliknya, Bumi Teknokultura Unggul Tbk. (BTEK) dan Express Transindo Utama Tbk. (TAXI) menjadi saham dengan penurunan terdalam. Kedua saham tersebut masing-masing melemah 9,09 persen ke level Rp10 per saham.&#13;
&#13;
Sementara itu, Nanotech Indonesia Global Tbk. (NANO), Soraya Berjaya Indonesia Tbk. (SPRE), dan Harta Djaya Karya Tbk. (MEJA) sama-sama terkoreksi 7,69 persen.&#13;
&#13;
Dari sisi sektoral, pelemahan terdalam terjadi pada sektor infrastruktur yang turun 1,97 persen. Berikutnya, sektor konsumen non-primer terkoreksi 1,52 persen, sektor transportasi melemah 1,48 persen, dan sektor barang baku turun 1,38 persen.&#13;
&#13;
Di tengah tekanan tersebut, sektor teknologi menjadi salah satu penopang perdagangan dengan penguatan 1,05 persen. Sektor keuangan turut naik 0,44 persen, sedangkan sektor kesehatan menguat 0,15 persen.&#13;
&#13;
Secara keseluruhan, delapan dari 11 sektor saham bergerak di zona merah hingga sesi I perdagangan. Sementara itu, tiga sektor lainnya berhasil mencatatkan penguatan.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
