<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jasa Marga Raih Laba Bersih Rp2,7 Triliun hingga Kuartal III-2026</title><description>Capaian tersebut ditopang pertumbuhan pendapatan usaha dan optimalisasi operasional di tengah upaya perseroan memperkuat jaringan infrastruktur jalan tol.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/30/278/3251089/jasa-marga-raih-laba-bersih-rp2-7-triliun-hingga-kuartal-iii-2026</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/30/278/3251089/jasa-marga-raih-laba-bersih-rp2-7-triliun-hingga-kuartal-iii-2026"/><item><title>Jasa Marga Raih Laba Bersih Rp2,7 Triliun hingga Kuartal III-2026</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/30/278/3251089/jasa-marga-raih-laba-bersih-rp2-7-triliun-hingga-kuartal-iii-2026</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/30/278/3251089/jasa-marga-raih-laba-bersih-rp2-7-triliun-hingga-kuartal-iii-2026</guid><pubDate>Jum'at 30 Oktober 2026 12:23 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/30/278/3251089/tol_jasa_marga-Q0lk_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Tol Jasa Marga (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/30/278/3251089/tol_jasa_marga-Q0lk_large.jpeg</image><title>Tol Jasa Marga (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Jasa Marga (Persero) Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp2,7 triliun hingga kuartal III-2026. Capaian tersebut ditopang pertumbuhan pendapatan usaha dan optimalisasi operasional di tengah upaya perseroan memperkuat jaringan infrastruktur jalan tol.&#13;
&#13;
Berdasarkan laporan kinerja hingga September 2026, Jasa Marga mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp15,6 triliun atau tumbuh 7,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).&#13;
&#13;
Pendapatan tersebut terutama berasal dari bisnis jalan tol yang mencapai Rp14,3 triliun, meningkat 6,8 persen secara tahunan. Sementara itu, pendapatan usaha lainnya mencapai Rp1,3 triliun atau tumbuh 21,5 persen secara tahunan.&#13;
&#13;
Seiring dengan pertumbuhan pendapatan, perseroan juga mampu mempertahankan profitabilitas melalui optimalisasi struktur biaya dan pengelolaan belanja operasional secara terukur.&#13;
&#13;
Jasa Marga mencatatkan EBITDA sebesar Rp10,5 triliun dengan margin mencapai 67 persen. Capaian tersebut mencerminkan kemampuan perseroan dalam menjaga efisiensi operasional sekaligus mempertahankan fundamental keuangan di tengah kebutuhan investasi untuk pengembangan infrastruktur.&#13;
&#13;
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan, kinerja keuangan yang sehat menjadi fondasi bagi perseroan untuk menjalankan strategi bisnis secara berkelanjutan.&#13;
&#13;
Menurut Rivan, Jasa Marga terus mengoptimalkan pengelolaan operasional sekaligus menjaga kapasitas investasi untuk mengembangkan jaringan jalan tol. Perseroan juga berupaya meningkatkan standar pelayanan melalui pemanfaatan teknologi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan demikian, pertumbuhan Perseroan dapat berjalan selaras dengan penciptaan nilai bagi pengguna jalan dan seluruh pemangku kepentingan,&amp;quot; ujar Rivan dalam keterangan resmi, Jumat (30/10/2026).&#13;
&#13;
Dari sisi operasional, volume transaksi kendaraan di jalan tol yang dikelola Jasa Marga mencapai lebih dari 981 juta kendaraan hingga kuartal III-2026. Sementara itu, lalu lintas harian rata-rata (LHR) tercatat sekitar 3,6 juta kendaraan per hari.&#13;
&#13;
Saat ini, Jasa Marga mengoperasikan 1.294 kilometer jalan tol dari total konsesi sepanjang 1.736 kilometer. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 42 persen dari total panjang jalan tol yang telah beroperasi di Indonesia.&#13;
&#13;
Memasuki Oktober 2026, perseroan juga mulai mengoperasikan Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi Segmen Gending-Paiton sepanjang 24 kilometer. Dengan tambahan ruas tersebut, total panjang jalan tol yang dioperasikan Jasa Marga meningkat menjadi 1.318 kilometer.&#13;
&#13;
Selain itu, perseroan mempercepat penyelesaian sejumlah proyek strategis, antara lain Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Jalan Tol Akses Patimban, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, serta Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo.&#13;
&#13;
Rivan menambahkan, perseroan optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan hingga akhir 2026. Optimisme tersebut didukung margin EBITDA yang solid, pengelolaan liabilitas secara pruden, serta volume lalu lintas harian yang menjadi salah satu sumber utama arus kas perseroan.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Jasa Marga (Persero) Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp2,7 triliun hingga kuartal III-2026. Capaian tersebut ditopang pertumbuhan pendapatan usaha dan optimalisasi operasional di tengah upaya perseroan memperkuat jaringan infrastruktur jalan tol.&#13;
&#13;
Berdasarkan laporan kinerja hingga September 2026, Jasa Marga mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp15,6 triliun atau tumbuh 7,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).&#13;
&#13;
Pendapatan tersebut terutama berasal dari bisnis jalan tol yang mencapai Rp14,3 triliun, meningkat 6,8 persen secara tahunan. Sementara itu, pendapatan usaha lainnya mencapai Rp1,3 triliun atau tumbuh 21,5 persen secara tahunan.&#13;
&#13;
Seiring dengan pertumbuhan pendapatan, perseroan juga mampu mempertahankan profitabilitas melalui optimalisasi struktur biaya dan pengelolaan belanja operasional secara terukur.&#13;
&#13;
Jasa Marga mencatatkan EBITDA sebesar Rp10,5 triliun dengan margin mencapai 67 persen. Capaian tersebut mencerminkan kemampuan perseroan dalam menjaga efisiensi operasional sekaligus mempertahankan fundamental keuangan di tengah kebutuhan investasi untuk pengembangan infrastruktur.&#13;
&#13;
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan, kinerja keuangan yang sehat menjadi fondasi bagi perseroan untuk menjalankan strategi bisnis secara berkelanjutan.&#13;
&#13;
Menurut Rivan, Jasa Marga terus mengoptimalkan pengelolaan operasional sekaligus menjaga kapasitas investasi untuk mengembangkan jaringan jalan tol. Perseroan juga berupaya meningkatkan standar pelayanan melalui pemanfaatan teknologi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan demikian, pertumbuhan Perseroan dapat berjalan selaras dengan penciptaan nilai bagi pengguna jalan dan seluruh pemangku kepentingan,&amp;quot; ujar Rivan dalam keterangan resmi, Jumat (30/10/2026).&#13;
&#13;
Dari sisi operasional, volume transaksi kendaraan di jalan tol yang dikelola Jasa Marga mencapai lebih dari 981 juta kendaraan hingga kuartal III-2026. Sementara itu, lalu lintas harian rata-rata (LHR) tercatat sekitar 3,6 juta kendaraan per hari.&#13;
&#13;
Saat ini, Jasa Marga mengoperasikan 1.294 kilometer jalan tol dari total konsesi sepanjang 1.736 kilometer. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 42 persen dari total panjang jalan tol yang telah beroperasi di Indonesia.&#13;
&#13;
Memasuki Oktober 2026, perseroan juga mulai mengoperasikan Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi Segmen Gending-Paiton sepanjang 24 kilometer. Dengan tambahan ruas tersebut, total panjang jalan tol yang dioperasikan Jasa Marga meningkat menjadi 1.318 kilometer.&#13;
&#13;
Selain itu, perseroan mempercepat penyelesaian sejumlah proyek strategis, antara lain Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Jalan Tol Akses Patimban, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, serta Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo.&#13;
&#13;
Rivan menambahkan, perseroan optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan hingga akhir 2026. Optimisme tersebut didukung margin EBITDA yang solid, pengelolaan liabilitas secara pruden, serta volume lalu lintas harian yang menjadi salah satu sumber utama arus kas perseroan.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
