<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Global Diproyeksi Tumbuh 3,4 Persen pada 2027, Indonesia Berpotensi Capai 5,1 Persen</title><description>Di kawasan ASEAN, Indonesia diperkirakan mencatatkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar 5,1 persen, sejajar dengan Filipina dan berada di bawah Vietnam.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/30/320/3251057/ekonomi-global-diproyeksi-tumbuh-3-4-persen-pada-2027-indonesia-berpotensi-capai-5-1-persen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/30/320/3251057/ekonomi-global-diproyeksi-tumbuh-3-4-persen-pada-2027-indonesia-berpotensi-capai-5-1-persen"/><item><title>Ekonomi Global Diproyeksi Tumbuh 3,4 Persen pada 2027, Indonesia Berpotensi Capai 5,1 Persen</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/30/320/3251057/ekonomi-global-diproyeksi-tumbuh-3-4-persen-pada-2027-indonesia-berpotensi-capai-5-1-persen</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/30/320/3251057/ekonomi-global-diproyeksi-tumbuh-3-4-persen-pada-2027-indonesia-berpotensi-capai-5-1-persen</guid><pubDate>Jum'at 30 Oktober 2026 11:09 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/30/320/3251057/hana-ubcF_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Perekonomian dunia diproyeksikan tumbuh 3,4 persen pada 2027, lebih tinggi dibandingkan proyeksi pertumbuhan tahun ini sebesar 3,1 persen. (Foto: Okezone.com/Hana Bank)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/30/320/3251057/hana-ubcF_large.jpg</image><title> Perekonomian dunia diproyeksikan tumbuh 3,4 persen pada 2027, lebih tinggi dibandingkan proyeksi pertumbuhan tahun ini sebesar 3,1 persen. (Foto: Okezone.com/Hana Bank)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Perekonomian dunia diproyeksikan tumbuh 3,4 persen pada 2027, lebih tinggi dibandingkan proyeksi pertumbuhan tahun ini sebesar 3,1 persen. Di kawasan ASEAN, Indonesia diperkirakan mencatatkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar 5,1 persen, sejajar dengan Filipina dan berada di bawah Vietnam.&#13;
&#13;
CEO Asian Development Bank Institute (ADBI) Bambang Brodjonegoro mengatakan, prospek pertumbuhan ekonomi global pada 2027 masih menunjukkan perkembangan yang tidak merata. Meski demikian, peluang pertumbuhan tetap terbuka, termasuk bagi Indonesia.&#13;
&#13;
Proyeksi tersebut mengacu pada data International Monetary Fund (IMF). Namun, menurut Bambang, tingginya proyeksi pertumbuhan ekonomi belum tentu menjamin besarnya imbal hasil investasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Namun demikian, proyeksi PDB yang tinggi belum menjamin imbal hasil. Faktor-faktor yang dapat menarik investasi antara lain permintaan pasar dan kedalaman pemasok, listrik dan logistik yang andal, kepastian izin, dan keterampilan tenaga kerja,&amp;quot; ujar Bambang, Jumat (30/10/2026)&amp;gt;&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara itu, Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menilai dinamika politik domestik dan global turut memengaruhi prospek ekonomi Indonesia pada 2027.&#13;
&#13;
Dari dalam negeri, perubahan biaya hidup, inflasi, dan nilai tukar rupiah berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat serta sentimen konsumen.&#13;
&#13;
&amp;quot;Selain itu, Indonesia masih harus menghadapi tantangan global mulai dari kebijakan luar negeri Amerika Serikat hingga gangguan di Timur Tengah. Perlambatan ekonomi global dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk harga energi dan komoditas, perang dagang dan cuaca, kenaikan utang pemerintah, dan situasi di Selat Hormuz. Di tengah tantangan tersebut, perkembangan artificial intelligence (AI) menjadi faktor penggerak pertumbuhan ekonomi,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Direktur Utama Hana Bank Yung Ryul Ko menambahkan, ketidakpastian kebijakan suku bunga di sejumlah negara dengan perekonomian utama, dinamika pasar saham Indonesia, volatilitas nilai tukar, serta risiko geopolitik menjadi sejumlah faktor yang perlu dicermati dalam menghadapi prospek ekonomi ke depan.&#13;
&#13;
Menurut Yung Ryul Ko, berbagai perkembangan tersebut berpotensi memengaruhi perekonomian global maupun Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami berharap Hana Bank Economic Outlook dapat memberikan wawasan yang bermanfaat bagi nasabah dalam memahami prospek ekonomi tahun depan, serta menyusun strategi bisnis di Indonesia dan mengelola aset pribadi,&amp;quot; ujar Yung Ryul Ko.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Perekonomian dunia diproyeksikan tumbuh 3,4 persen pada 2027, lebih tinggi dibandingkan proyeksi pertumbuhan tahun ini sebesar 3,1 persen. Di kawasan ASEAN, Indonesia diperkirakan mencatatkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar 5,1 persen, sejajar dengan Filipina dan berada di bawah Vietnam.&#13;
&#13;
CEO Asian Development Bank Institute (ADBI) Bambang Brodjonegoro mengatakan, prospek pertumbuhan ekonomi global pada 2027 masih menunjukkan perkembangan yang tidak merata. Meski demikian, peluang pertumbuhan tetap terbuka, termasuk bagi Indonesia.&#13;
&#13;
Proyeksi tersebut mengacu pada data International Monetary Fund (IMF). Namun, menurut Bambang, tingginya proyeksi pertumbuhan ekonomi belum tentu menjamin besarnya imbal hasil investasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Namun demikian, proyeksi PDB yang tinggi belum menjamin imbal hasil. Faktor-faktor yang dapat menarik investasi antara lain permintaan pasar dan kedalaman pemasok, listrik dan logistik yang andal, kepastian izin, dan keterampilan tenaga kerja,&amp;quot; ujar Bambang, Jumat (30/10/2026)&amp;gt;&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara itu, Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menilai dinamika politik domestik dan global turut memengaruhi prospek ekonomi Indonesia pada 2027.&#13;
&#13;
Dari dalam negeri, perubahan biaya hidup, inflasi, dan nilai tukar rupiah berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat serta sentimen konsumen.&#13;
&#13;
&amp;quot;Selain itu, Indonesia masih harus menghadapi tantangan global mulai dari kebijakan luar negeri Amerika Serikat hingga gangguan di Timur Tengah. Perlambatan ekonomi global dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk harga energi dan komoditas, perang dagang dan cuaca, kenaikan utang pemerintah, dan situasi di Selat Hormuz. Di tengah tantangan tersebut, perkembangan artificial intelligence (AI) menjadi faktor penggerak pertumbuhan ekonomi,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Direktur Utama Hana Bank Yung Ryul Ko menambahkan, ketidakpastian kebijakan suku bunga di sejumlah negara dengan perekonomian utama, dinamika pasar saham Indonesia, volatilitas nilai tukar, serta risiko geopolitik menjadi sejumlah faktor yang perlu dicermati dalam menghadapi prospek ekonomi ke depan.&#13;
&#13;
Menurut Yung Ryul Ko, berbagai perkembangan tersebut berpotensi memengaruhi perekonomian global maupun Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami berharap Hana Bank Economic Outlook dapat memberikan wawasan yang bermanfaat bagi nasabah dalam memahami prospek ekonomi tahun depan, serta menyusun strategi bisnis di Indonesia dan mengelola aset pribadi,&amp;quot; ujar Yung Ryul Ko.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
