<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Babak Belur! Anjlok 7,03 Persen dari 5.439 ke 5.057 dalam Sepekan</title><description>Sejumlah indikator aktivitas perdagangan saham juga mengalami koreksi dibandingkan pekan sebelumnya.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/31/278/3251245/ihsg-babak-belur-anjlok-7-03-persen-dari-5-439-ke-5-057-dalam-sepekan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/31/278/3251245/ihsg-babak-belur-anjlok-7-03-persen-dari-5-439-ke-5-057-dalam-sepekan"/><item><title>IHSG Babak Belur! Anjlok 7,03 Persen dari 5.439 ke 5.057 dalam Sepekan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/31/278/3251245/ihsg-babak-belur-anjlok-7-03-persen-dari-5-439-ke-5-057-dalam-sepekan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/31/278/3251245/ihsg-babak-belur-anjlok-7-03-persen-dari-5-439-ke-5-057-dalam-sepekan</guid><pubDate>Sabtu 31 Oktober 2026 07:32 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/31/278/3251245/ihsg_melemah-W7Qx_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg"> Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok selama perdagangan periode 26&amp;ndash;30 Oktober 2026. (Foto: Okezone.com/Aldhi Chandra)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/31/278/3251245/ihsg_melemah-W7Qx_large.jpeg</image><title> Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok selama perdagangan periode 26&amp;ndash;30 Oktober 2026. (Foto: Okezone.com/Aldhi Chandra)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat penurunan signifikan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama perdagangan periode 26&amp;ndash;30 Oktober 2026. Sejumlah indikator aktivitas perdagangan saham juga mengalami koreksi dibandingkan pekan sebelumnya.&#13;
&#13;
Mengutip data BEI, Sabtu (31/10/2026), rata-rata nilai transaksi harian turun 29,49% menjadi Rp14,339 triliun, dari Rp20,34 triliun pada pekan sebelumnya. Rata-rata frekuensi transaksi harian juga merosot 20,99% menjadi 1,54 juta kali transaksi, dibandingkan 1,95 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.&#13;
&#13;
Penurunan turut terjadi pada rata-rata volume transaksi harian yang terkoreksi 18,85% menjadi 32,428 miliar lembar saham, dari sebelumnya 39,959 miliar lembar saham.&#13;
&#13;
Sementara itu, kapitalisasi pasar BEI menyusut 7,52% menjadi Rp8.862 triliun, dibandingkan Rp9.583 triliun pada pekan sebelumnya. Dengan demikian, kapitalisasi pasar mengalami penurunan sekitar Rp721 triliun.&#13;
&#13;
Dari sisi indeks, IHSG terkoreksi 7,03% selama sepekan dan ditutup pada level 5.057,050 pada Jumat (30/10/2026). Posisi tersebut turun dari level 5.439,258 pada penutupan perdagangan pekan sebelumnya.&#13;
&#13;
Adapun pada perdagangan Jumat (30/10/2026), investor asing mencatatkan nilai jual bersih (net sell) sebesar Rp138,71 miliar. Secara kumulatif sepanjang 2026, investor asing membukukan nilai jual bersih sebesar Rp97,921 triliun.&#13;
&#13;
Di tengah koreksi pasar tersebut, BEI menyatakan komitmennya untuk memperkuat integritas, transparansi, dan tata kelola pasar modal melalui penyempurnaan kebijakan, pengembangan infrastruktur perdagangan, serta inovasi produk dan layanan.&#13;
&#13;
BEI berharap berbagai inisiatif tersebut dapat meningkatkan kredibilitas dan daya saing pasar modal Indonesia di tingkat global sekaligus memberikan kontribusi berkelanjutan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat penurunan signifikan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama perdagangan periode 26&amp;ndash;30 Oktober 2026. Sejumlah indikator aktivitas perdagangan saham juga mengalami koreksi dibandingkan pekan sebelumnya.&#13;
&#13;
Mengutip data BEI, Sabtu (31/10/2026), rata-rata nilai transaksi harian turun 29,49% menjadi Rp14,339 triliun, dari Rp20,34 triliun pada pekan sebelumnya. Rata-rata frekuensi transaksi harian juga merosot 20,99% menjadi 1,54 juta kali transaksi, dibandingkan 1,95 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.&#13;
&#13;
Penurunan turut terjadi pada rata-rata volume transaksi harian yang terkoreksi 18,85% menjadi 32,428 miliar lembar saham, dari sebelumnya 39,959 miliar lembar saham.&#13;
&#13;
Sementara itu, kapitalisasi pasar BEI menyusut 7,52% menjadi Rp8.862 triliun, dibandingkan Rp9.583 triliun pada pekan sebelumnya. Dengan demikian, kapitalisasi pasar mengalami penurunan sekitar Rp721 triliun.&#13;
&#13;
Dari sisi indeks, IHSG terkoreksi 7,03% selama sepekan dan ditutup pada level 5.057,050 pada Jumat (30/10/2026). Posisi tersebut turun dari level 5.439,258 pada penutupan perdagangan pekan sebelumnya.&#13;
&#13;
Adapun pada perdagangan Jumat (30/10/2026), investor asing mencatatkan nilai jual bersih (net sell) sebesar Rp138,71 miliar. Secara kumulatif sepanjang 2026, investor asing membukukan nilai jual bersih sebesar Rp97,921 triliun.&#13;
&#13;
Di tengah koreksi pasar tersebut, BEI menyatakan komitmennya untuk memperkuat integritas, transparansi, dan tata kelola pasar modal melalui penyempurnaan kebijakan, pengembangan infrastruktur perdagangan, serta inovasi produk dan layanan.&#13;
&#13;
BEI berharap berbagai inisiatif tersebut dapat meningkatkan kredibilitas dan daya saing pasar modal Indonesia di tingkat global sekaligus memberikan kontribusi berkelanjutan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
