<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>81 Saham HSC Resmi Dikeluarkan dari IHSG, Ini Penjelasan BEI</title><description>Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengeluarkan saham-saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai perdagangan hari ini, Senin (2/11/2026).&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/11/02/320/3251584/81-saham-hsc-resmi-dikeluarkan-dari-ihsg-ini-penjelasan-bei</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/11/02/320/3251584/81-saham-hsc-resmi-dikeluarkan-dari-ihsg-ini-penjelasan-bei"/><item><title>81 Saham HSC Resmi Dikeluarkan dari IHSG, Ini Penjelasan BEI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/11/02/320/3251584/81-saham-hsc-resmi-dikeluarkan-dari-ihsg-ini-penjelasan-bei</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/11/02/320/3251584/81-saham-hsc-resmi-dikeluarkan-dari-ihsg-ini-penjelasan-bei</guid><pubDate>Senin 02 November 2026 12:45 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/11/02/320/3251584/dirut_bei-uTW6_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Dirut BEI soal Saham HSC (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/11/02/320/3251584/dirut_bei-uTW6_large.jpeg</image><title>Dirut BEI soal Saham HSC (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengeluarkan saham-saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai perdagangan hari ini, Senin (2/11/2026).&#13;
&#13;
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik menjelaskan bahwa penyesuaian tersebut telah dieksekusi secara teknis segera setelah sesi perdagangan akhir pekan lalu berakhir.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi, di hari Jum&amp;#39;at, setelah pasar tutup, seluruh saham HSC sudah dikeluarkan dari mesin perhitungan indeks. Mungkin hari ini ada beberapa data vendor yang masih belum menyesuaikan,&amp;quot; kata Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Senin (2/11/2026).&#13;
&#13;
Total saham berklasifikasi HSC yang dikeluarkan dari konstituen IHSG mencapai 81 saham. Setelah memperhitungkan pengeluaran saham-saham tersebut serta mengecualikan emiten yang berada di papan akselerasi, jumlah konstituen saham yang diperhitungkan dalam mesin indeks IHSG kini tersisa 837 saham.&#13;
&#13;
Menanggapi dinamika pasar pada pembukaan perdagangan Senin pagi di mana IHSG sempat terkoreksi lebih dari 1 persen, Jeffrey menegaskan bahwa pergerakan fluktuatif tersebut murni respons dari aktivitas transaksi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya, naik turun itu kan emang dinamika pasar. Mekanisme pasar sedang bekerja. Indeks hanya mengeluarkan itu,&amp;quot; ungkap Jeffrey.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Adapun IHSG hari ini membuka pekan perdagangan di posisi 5.039,54, melandai 17,51 poin atau 0,35 persen. Tekanan jual di awal sesi sempat membawa IHSG menembus ke bawah level psikologis 5.000 hingga menyentuh titik terendah harian di 4.981,52 (terkoreksi 1,49 persen).&#13;
&#13;
Namun demikian, IHSG berhasil berbalik arah (rebound) dan merambat naik sepanjang sesi berjalan. Dari titik terendahnya, indeks melonjak 132,69 poin atau 2,66 persen hingga menyentuh level tertinggi di 5.116,48, yang sekaligus membawa IHSG kembali bertahan kuat di atas kisaran 5.100.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Jeffrey memastikan bahwa kebijakan pengeluaran saham HSC tidak dirancang untuk menciptakan fluktuasi ekstrem maupun penurunan drastis pada indeks acuan pasar modal Indonesia. Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari langkah pengeluaran saham HSC dari konstituen indeks IDX30, LQ45, dan IDX80.&#13;
&#13;
Secara teknis, bobot pasar dari 81 saham HSC yang dikeluarkan tersebut dialokasikan secara proporsional kepada saham-saham yang masih bertahan dalam perhitungan IHSG.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam implementasi awal, tentu tidak akan mengakibatkan penurunan drastis, ya sama seperti kalau kita mengeluarkan saham tertentu, distribusi dari bobot itu akan diberikan kepada sisa saham-saham lain yang masih ada di dalam konstituen indeks,&amp;quot; ujar Jeffrey.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengeluarkan saham-saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai perdagangan hari ini, Senin (2/11/2026).&#13;
&#13;
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik menjelaskan bahwa penyesuaian tersebut telah dieksekusi secara teknis segera setelah sesi perdagangan akhir pekan lalu berakhir.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi, di hari Jum&amp;#39;at, setelah pasar tutup, seluruh saham HSC sudah dikeluarkan dari mesin perhitungan indeks. Mungkin hari ini ada beberapa data vendor yang masih belum menyesuaikan,&amp;quot; kata Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Senin (2/11/2026).&#13;
&#13;
Total saham berklasifikasi HSC yang dikeluarkan dari konstituen IHSG mencapai 81 saham. Setelah memperhitungkan pengeluaran saham-saham tersebut serta mengecualikan emiten yang berada di papan akselerasi, jumlah konstituen saham yang diperhitungkan dalam mesin indeks IHSG kini tersisa 837 saham.&#13;
&#13;
Menanggapi dinamika pasar pada pembukaan perdagangan Senin pagi di mana IHSG sempat terkoreksi lebih dari 1 persen, Jeffrey menegaskan bahwa pergerakan fluktuatif tersebut murni respons dari aktivitas transaksi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya, naik turun itu kan emang dinamika pasar. Mekanisme pasar sedang bekerja. Indeks hanya mengeluarkan itu,&amp;quot; ungkap Jeffrey.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Adapun IHSG hari ini membuka pekan perdagangan di posisi 5.039,54, melandai 17,51 poin atau 0,35 persen. Tekanan jual di awal sesi sempat membawa IHSG menembus ke bawah level psikologis 5.000 hingga menyentuh titik terendah harian di 4.981,52 (terkoreksi 1,49 persen).&#13;
&#13;
Namun demikian, IHSG berhasil berbalik arah (rebound) dan merambat naik sepanjang sesi berjalan. Dari titik terendahnya, indeks melonjak 132,69 poin atau 2,66 persen hingga menyentuh level tertinggi di 5.116,48, yang sekaligus membawa IHSG kembali bertahan kuat di atas kisaran 5.100.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Jeffrey memastikan bahwa kebijakan pengeluaran saham HSC tidak dirancang untuk menciptakan fluktuasi ekstrem maupun penurunan drastis pada indeks acuan pasar modal Indonesia. Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari langkah pengeluaran saham HSC dari konstituen indeks IDX30, LQ45, dan IDX80.&#13;
&#13;
Secara teknis, bobot pasar dari 81 saham HSC yang dikeluarkan tersebut dialokasikan secara proporsional kepada saham-saham yang masih bertahan dalam perhitungan IHSG.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam implementasi awal, tentu tidak akan mengakibatkan penurunan drastis, ya sama seperti kalau kita mengeluarkan saham tertentu, distribusi dari bobot itu akan diberikan kepada sisa saham-saham lain yang masih ada di dalam konstituen indeks,&amp;quot; ujar Jeffrey.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
