<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Anjlok 3,85 Persen ke Level 4.900 pada Penutupan Perdagangan</title><description>IHSG melemah 3,85 persen ke level 4.900.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/11/03/278/3251833/ihsg-anjlok-3-85-persen-ke-level-4-900-pada-penutupan-perdagangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/11/03/278/3251833/ihsg-anjlok-3-85-persen-ke-level-4-900-pada-penutupan-perdagangan"/><item><title>IHSG Anjlok 3,85 Persen ke Level 4.900 pada Penutupan Perdagangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/11/03/278/3251833/ihsg-anjlok-3-85-persen-ke-level-4-900-pada-penutupan-perdagangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/11/03/278/3251833/ihsg-anjlok-3-85-persen-ke-level-4-900-pada-penutupan-perdagangan</guid><pubDate>Selasa 03 November 2026 16:36 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/11/03/278/3251833/ihsg_melemah-GWvn_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot tajam pada perdagangan Selasa (3/11/2026). (Foto: Okezone.com/Aldhi Chandra)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/11/03/278/3251833/ihsg_melemah-GWvn_large.jpg</image><title> Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot tajam pada perdagangan Selasa (3/11/2026). (Foto: Okezone.com/Aldhi Chandra)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot tajam pada perdagangan Selasa (3/11/2026). IHSG melemah 3,85 persen ke level 4.900.&#13;
&#13;
Mayoritas indeks saham lainnya juga ditutup di zona merah. Indeks LQ45 turun 4,12 persen ke level 496,566. Sementara itu, IDXLQ45LCL melemah 3,81 persen ke level 69,912, IDX30 turun 3,97 persen ke level 279,682, dan IDX80 terkoreksi 4,27 persen ke level 72,611.&#13;
&#13;
Pelemahan IHSG terjadi di tengah tekanan pasar menjelang pengumuman hasil peninjauan indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) periode November 2026. Pengumuman tersebut dijadwalkan berlangsung pada 11 November 2026 dan hasilnya berlaku efektif mulai 1 Desember 2026.&#13;
&#13;
Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menyoroti aksi jual bersih (net sell) investor asing yang terus berlanjut di pasar reguler. Menurut dia, kondisi tersebut mengindikasikan bahwa koreksi indeks bukan sekadar dinamika teknikal sesaat, melainkan mencerminkan kekhawatiran investor global terhadap tata kelola dan kepastian regulasi di pasar modal domestik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tekanan terhadap IHSG menjelang pengumuman evaluasi MSCI November masih cukup besar. Pada perdagangan Jumat, investor asing kembali mencatatkan net sell Rp176 miliar, sehingga akumulasi net sell sepanjang tahun berjalan mencapai sekitar Rp126 triliun,&amp;quot; ujar Hendra dalam analisisnya yang dikutip pada Selasa (3/11/2026).&#13;
&#13;
Menurut Hendra, besarnya arus keluar dana asing menunjukkan bahwa pelemahan pasar juga mencerminkan krisis kepercayaan investor terhadap transparansi, tata kelola, dan kepastian regulasi pasar modal Indonesia. Selama persoalan struktural tersebut belum diselesaikan secara meyakinkan, investor global cenderung terus mengurangi eksposur kepemilikan pada aset berisiko di dalam negeri.&#13;
&#13;
Dari sisi teknikal, indikator perdagangan menunjukkan bahwa IHSG masih berisiko melanjutkan pelemahan dan menguji level support berikutnya. Risiko tersebut meningkat apabila sentimen negatif muncul setelah pengumuman hasil peninjauan MSCI.&#13;
&#13;
&amp;quot;IHSG masih berada dalam tren bearish dengan kecenderungan melemah menuju area 4.980. Jika level tersebut ditembus, indeks berpotensi melanjutkan koreksi ke support berikutnya di kisaran 4.907,&amp;quot; jelas Hendra.&#13;
&#13;
Hendra menilai skenario penurunan lebih dalam menuju level 4.000 memang tidak dapat sepenuhnya diabaikan. Namun, penurunan ekstrem tersebut membutuhkan akumulasi sentimen negatif tambahan, seperti keputusan MSCI yang merugikan bobot Indonesia, arus keluar modal asing yang semakin deras, pelemahan nilai tukar rupiah, serta penurunan kepercayaan pasar.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, pengumuman MSCI pada 11 November mendatang menjadi salah satu katalis penting yang dapat memengaruhi arah pergerakan bursa. IHSG masih berpeluang berbalik menguat apabila hasil evaluasi MSCI lebih moderat dibandingkan perkiraan pasar dan diikuti upaya regulator untuk membenahi transparansi pasar modal.&#13;
&#13;
Penurunan indeks juga berdampak langsung terhadap nilai kapitalisasi pasar emiten, terutama saham-saham konglomerasi dan sektor yang memiliki porsi kepemilikan publik terbatas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tekanan berpotensi terkonsentrasi pada saham konglomerasi, energi dan pertambangan, infrastruktur, teknologi, serta properti, terutama yang memiliki free float rendah atau menjadi perhatian terkait transparansi kepemilikan dan pembentukan harga,&amp;quot; tutur Hendra.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot tajam pada perdagangan Selasa (3/11/2026). IHSG melemah 3,85 persen ke level 4.900.&#13;
&#13;
Mayoritas indeks saham lainnya juga ditutup di zona merah. Indeks LQ45 turun 4,12 persen ke level 496,566. Sementara itu, IDXLQ45LCL melemah 3,81 persen ke level 69,912, IDX30 turun 3,97 persen ke level 279,682, dan IDX80 terkoreksi 4,27 persen ke level 72,611.&#13;
&#13;
Pelemahan IHSG terjadi di tengah tekanan pasar menjelang pengumuman hasil peninjauan indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) periode November 2026. Pengumuman tersebut dijadwalkan berlangsung pada 11 November 2026 dan hasilnya berlaku efektif mulai 1 Desember 2026.&#13;
&#13;
Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menyoroti aksi jual bersih (net sell) investor asing yang terus berlanjut di pasar reguler. Menurut dia, kondisi tersebut mengindikasikan bahwa koreksi indeks bukan sekadar dinamika teknikal sesaat, melainkan mencerminkan kekhawatiran investor global terhadap tata kelola dan kepastian regulasi di pasar modal domestik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tekanan terhadap IHSG menjelang pengumuman evaluasi MSCI November masih cukup besar. Pada perdagangan Jumat, investor asing kembali mencatatkan net sell Rp176 miliar, sehingga akumulasi net sell sepanjang tahun berjalan mencapai sekitar Rp126 triliun,&amp;quot; ujar Hendra dalam analisisnya yang dikutip pada Selasa (3/11/2026).&#13;
&#13;
Menurut Hendra, besarnya arus keluar dana asing menunjukkan bahwa pelemahan pasar juga mencerminkan krisis kepercayaan investor terhadap transparansi, tata kelola, dan kepastian regulasi pasar modal Indonesia. Selama persoalan struktural tersebut belum diselesaikan secara meyakinkan, investor global cenderung terus mengurangi eksposur kepemilikan pada aset berisiko di dalam negeri.&#13;
&#13;
Dari sisi teknikal, indikator perdagangan menunjukkan bahwa IHSG masih berisiko melanjutkan pelemahan dan menguji level support berikutnya. Risiko tersebut meningkat apabila sentimen negatif muncul setelah pengumuman hasil peninjauan MSCI.&#13;
&#13;
&amp;quot;IHSG masih berada dalam tren bearish dengan kecenderungan melemah menuju area 4.980. Jika level tersebut ditembus, indeks berpotensi melanjutkan koreksi ke support berikutnya di kisaran 4.907,&amp;quot; jelas Hendra.&#13;
&#13;
Hendra menilai skenario penurunan lebih dalam menuju level 4.000 memang tidak dapat sepenuhnya diabaikan. Namun, penurunan ekstrem tersebut membutuhkan akumulasi sentimen negatif tambahan, seperti keputusan MSCI yang merugikan bobot Indonesia, arus keluar modal asing yang semakin deras, pelemahan nilai tukar rupiah, serta penurunan kepercayaan pasar.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, pengumuman MSCI pada 11 November mendatang menjadi salah satu katalis penting yang dapat memengaruhi arah pergerakan bursa. IHSG masih berpeluang berbalik menguat apabila hasil evaluasi MSCI lebih moderat dibandingkan perkiraan pasar dan diikuti upaya regulator untuk membenahi transparansi pasar modal.&#13;
&#13;
Penurunan indeks juga berdampak langsung terhadap nilai kapitalisasi pasar emiten, terutama saham-saham konglomerasi dan sektor yang memiliki porsi kepemilikan publik terbatas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tekanan berpotensi terkonsentrasi pada saham konglomerasi, energi dan pertambangan, infrastruktur, teknologi, serta properti, terutama yang memiliki free float rendah atau menjadi perhatian terkait transparansi kepemilikan dan pembentukan harga,&amp;quot; tutur Hendra.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
