<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Siapkan Gudang Minyak Mentah di Sumatera, Kapasitas Ditargetkan hingga 60 Hari</title><description>Pembangunan fasilitas ini bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus memastikan ketersediaan tempat penyimpanan bagi pasokan minyak mentah impor.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/11/03/320/3251871/ri-siapkan-gudang-minyak-mentah-di-sumatera-kapasitas-ditargetkan-hingga-60-hari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/11/03/320/3251871/ri-siapkan-gudang-minyak-mentah-di-sumatera-kapasitas-ditargetkan-hingga-60-hari"/><item><title>RI Siapkan Gudang Minyak Mentah di Sumatera, Kapasitas Ditargetkan hingga 60 Hari</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/11/03/320/3251871/ri-siapkan-gudang-minyak-mentah-di-sumatera-kapasitas-ditargetkan-hingga-60-hari</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/11/03/320/3251871/ri-siapkan-gudang-minyak-mentah-di-sumatera-kapasitas-ditargetkan-hingga-60-hari</guid><pubDate>Selasa 03 November 2026 18:18 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/11/03/320/3251871/minyak_mentah-5dDe_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemerintah berencana membangun sejumlah fasilitas penyimpanan minyak mentah (crude oil storage) di wilayah Sumatera. (Foto: Okezone.com/Feby)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/11/03/320/3251871/minyak_mentah-5dDe_large.jpg</image><title>Pemerintah berencana membangun sejumlah fasilitas penyimpanan minyak mentah (crude oil storage) di wilayah Sumatera. (Foto: Okezone.com/Feby)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah berencana membangun sejumlah fasilitas penyimpanan minyak mentah (crude oil storage) di wilayah Sumatera. Pembangunan fasilitas ini bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus memastikan ketersediaan tempat penyimpanan bagi pasokan minyak mentah impor.&#13;
&#13;
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan fasilitas penyimpanan tersebut ditargetkan mampu menampung cadangan minyak untuk kebutuhan lebih dari 20 hari hingga maksimal 60 hari.&#13;
&#13;
Bahlil menyampaikan rencana tersebut seusai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/11/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita akan membangun storage beberapa di wilayah Sumatra untuk ketika kita melakukan impor crude, itu semuanya bisa ada tempatnya di atas 20 hari. Target kita bisa sampai dengan 60 hari,&amp;quot; kata Bahlil.&#13;
&#13;
Terkait persiapan proyek, Bahlil menjelaskan bahwa tahap studi kelayakan teknis atau Engineering Feasibility Study (EFS) telah rampung. Pemerintah selanjutnya dijadwalkan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah calon lokasi pada akhir 2026.&#13;
&#13;
Peninjauan tersebut akan mencakup aspek keselamatan operasional, mitigasi bencana, dan keamanan lingkungan sekitar. Pemerintah juga akan memastikan lokasi pembangunan tidak memiliki risiko bencana yang dapat membahayakan fasilitas maupun masyarakat.&#13;
&#13;
Bahlil menegaskan, pemilihan lokasi penyimpanan minyak mentah harus dilakukan secara cermat, terutama dengan mempertimbangkan potensi gempa bumi dan faktor keamanan lainnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di akhir tahun ini akan memulai untuk kita mengecek lokasinya dari sisi keamanan, baik dalam konteks gempanya maupun keamanan lokalnya,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Salah satu di antaranya adalah kita rancang jangan sampai kondisi di mana kita meletakkan storage itu punya peluang atau potensi besar untuk jadi bencana. Itu kan menyangkut keselamatan,&amp;quot; tuturnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah berencana membangun sejumlah fasilitas penyimpanan minyak mentah (crude oil storage) di wilayah Sumatera. Pembangunan fasilitas ini bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus memastikan ketersediaan tempat penyimpanan bagi pasokan minyak mentah impor.&#13;
&#13;
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan fasilitas penyimpanan tersebut ditargetkan mampu menampung cadangan minyak untuk kebutuhan lebih dari 20 hari hingga maksimal 60 hari.&#13;
&#13;
Bahlil menyampaikan rencana tersebut seusai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/11/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita akan membangun storage beberapa di wilayah Sumatra untuk ketika kita melakukan impor crude, itu semuanya bisa ada tempatnya di atas 20 hari. Target kita bisa sampai dengan 60 hari,&amp;quot; kata Bahlil.&#13;
&#13;
Terkait persiapan proyek, Bahlil menjelaskan bahwa tahap studi kelayakan teknis atau Engineering Feasibility Study (EFS) telah rampung. Pemerintah selanjutnya dijadwalkan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah calon lokasi pada akhir 2026.&#13;
&#13;
Peninjauan tersebut akan mencakup aspek keselamatan operasional, mitigasi bencana, dan keamanan lingkungan sekitar. Pemerintah juga akan memastikan lokasi pembangunan tidak memiliki risiko bencana yang dapat membahayakan fasilitas maupun masyarakat.&#13;
&#13;
Bahlil menegaskan, pemilihan lokasi penyimpanan minyak mentah harus dilakukan secara cermat, terutama dengan mempertimbangkan potensi gempa bumi dan faktor keamanan lainnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di akhir tahun ini akan memulai untuk kita mengecek lokasinya dari sisi keamanan, baik dalam konteks gempanya maupun keamanan lokalnya,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Salah satu di antaranya adalah kita rancang jangan sampai kondisi di mana kita meletakkan storage itu punya peluang atau potensi besar untuk jadi bencana. Itu kan menyangkut keselamatan,&amp;quot; tuturnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
