<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PGEO Belum Mau Buyback Saham, Ini Alasannya</title><description>Perseroan masih memprioritaskan peningkatan porsi saham publik atau free float untuk memenuhi ketentuan regulator.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/11/04/278/3252126/pgeo-belum-mau-buyback-saham-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/11/04/278/3252126/pgeo-belum-mau-buyback-saham-ini-alasannya"/><item><title>PGEO Belum Mau Buyback Saham, Ini Alasannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/11/04/278/3252126/pgeo-belum-mau-buyback-saham-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/11/04/278/3252126/pgeo-belum-mau-buyback-saham-ini-alasannya</guid><pubDate>Rabu 04 November 2026 20:58 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/11/04/278/3252126/saham-v7Ir_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) belum berencana melakukan pembelian kembali saham (buyback) di tengah tekanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) . (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/11/04/278/3252126/saham-v7Ir_large.jpg</image><title> PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) belum berencana melakukan pembelian kembali saham (buyback) di tengah tekanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) . (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) belum berencana melakukan pembelian kembali saham (buyback) di tengah tekanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa waktu terakhir. Perseroan masih memprioritaskan peningkatan porsi saham publik atau free float untuk memenuhi ketentuan regulator.&#13;
&#13;
Direktur Keuangan PGEO Fransetya H. Hutabarat mengatakan, terdapat sejumlah pertimbangan yang membuat perseroan belum mengambil langkah buyback. Salah satunya, aksi pembelian kembali saham berpotensi mengurangi porsi free float, sementara PGEO masih harus meningkatkan kepemilikan saham publik.&#13;
&#13;
Saat ini, porsi free float PGEO tercatat sekitar 11,2%. Perseroan menargetkan peningkatan porsi tersebut menjadi 12,5% pada Maret 2027 dan mencapai 15% pada 2028.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi pertama kita tidak akan melakukan buyback karena itu akan mengurangi free float kita. Kita juga masih perform cukup bagus, dilihat juga shareholding composition juga masih baik,&amp;quot; ujarnya dalam acara media briefing laporan keuangan kuartal III 2026 di Jakarta, Rabu (4/11/2026).&#13;
&#13;
Selain mempertimbangkan porsi free float, PGEO juga mencermati perkembangan komposisi pemegang saham. Fransetya menyebut minat investor asing terhadap saham perseroan masih menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.&#13;
&#13;
Berdasarkan data kepemilikan saham PGEO per 30 Oktober 2026, investor asing mendominasi kepemilikan saham perseroan dalam kelompok saham tanpa warkat (scripless). Porsi kepemilikan investor asing tercatat sebesar 62,84%, sedangkan investor domestik mencapai 37,16%.&#13;
&#13;
Sementara itu, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 4 Oktober hingga 3 November 2026, investor asing mencatatkan aksi beli sebanyak 108 juta lembar saham senilai Rp99,36 miliar. Di sisi lain, investor asing juga melakukan aksi jual sebanyak 68,67 juta lembar saham senilai Rp64,9 miliar.&#13;
&#13;
Dengan demikian, investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp34,4 miliar selama periode tersebut.&#13;
&#13;
Sebaliknya, investor domestik mencatatkan aksi jual sebesar Rp288,29 miliar dan aksi beli sebesar Rp253,89 miliar. Dengan demikian, investor domestik membukukan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp34,4 miliar.&#13;
&#13;
Menurut Fransetya, peningkatan kepemilikan investor asing menunjukkan bahwa prospek PGEO masih mendapat perhatian dari pasar internasional. Perseroan berharap minat investor domestik terhadap saham PGEO juga terus meningkat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau kita melihat sekarang, tren beberapa waktu terakhir, decision shareholder dari foreign meningkat. Kita melihat sebenarnya jangan sampai minat atau perhatian dalam negeri kalah, karena kalau kita kaji dari luar negeri sudah sangat tertarik dan proporsinya naik terus,&amp;quot; kata Fransetya.&#13;
&#13;
Dengan kondisi tersebut, PGEO saat ini lebih memprioritaskan pemenuhan ketentuan free float melalui sejumlah alternatif aksi korporasi yang masih dalam tahap kajian internal. Perseroan menegaskan tetap berkomitmen meningkatkan porsi free float menjadi 15% pada 2028.&#13;
&#13;
Iqbal Dwi Purnama&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) belum berencana melakukan pembelian kembali saham (buyback) di tengah tekanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa waktu terakhir. Perseroan masih memprioritaskan peningkatan porsi saham publik atau free float untuk memenuhi ketentuan regulator.&#13;
&#13;
Direktur Keuangan PGEO Fransetya H. Hutabarat mengatakan, terdapat sejumlah pertimbangan yang membuat perseroan belum mengambil langkah buyback. Salah satunya, aksi pembelian kembali saham berpotensi mengurangi porsi free float, sementara PGEO masih harus meningkatkan kepemilikan saham publik.&#13;
&#13;
Saat ini, porsi free float PGEO tercatat sekitar 11,2%. Perseroan menargetkan peningkatan porsi tersebut menjadi 12,5% pada Maret 2027 dan mencapai 15% pada 2028.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi pertama kita tidak akan melakukan buyback karena itu akan mengurangi free float kita. Kita juga masih perform cukup bagus, dilihat juga shareholding composition juga masih baik,&amp;quot; ujarnya dalam acara media briefing laporan keuangan kuartal III 2026 di Jakarta, Rabu (4/11/2026).&#13;
&#13;
Selain mempertimbangkan porsi free float, PGEO juga mencermati perkembangan komposisi pemegang saham. Fransetya menyebut minat investor asing terhadap saham perseroan masih menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.&#13;
&#13;
Berdasarkan data kepemilikan saham PGEO per 30 Oktober 2026, investor asing mendominasi kepemilikan saham perseroan dalam kelompok saham tanpa warkat (scripless). Porsi kepemilikan investor asing tercatat sebesar 62,84%, sedangkan investor domestik mencapai 37,16%.&#13;
&#13;
Sementara itu, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 4 Oktober hingga 3 November 2026, investor asing mencatatkan aksi beli sebanyak 108 juta lembar saham senilai Rp99,36 miliar. Di sisi lain, investor asing juga melakukan aksi jual sebanyak 68,67 juta lembar saham senilai Rp64,9 miliar.&#13;
&#13;
Dengan demikian, investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp34,4 miliar selama periode tersebut.&#13;
&#13;
Sebaliknya, investor domestik mencatatkan aksi jual sebesar Rp288,29 miliar dan aksi beli sebesar Rp253,89 miliar. Dengan demikian, investor domestik membukukan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp34,4 miliar.&#13;
&#13;
Menurut Fransetya, peningkatan kepemilikan investor asing menunjukkan bahwa prospek PGEO masih mendapat perhatian dari pasar internasional. Perseroan berharap minat investor domestik terhadap saham PGEO juga terus meningkat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau kita melihat sekarang, tren beberapa waktu terakhir, decision shareholder dari foreign meningkat. Kita melihat sebenarnya jangan sampai minat atau perhatian dalam negeri kalah, karena kalau kita kaji dari luar negeri sudah sangat tertarik dan proporsinya naik terus,&amp;quot; kata Fransetya.&#13;
&#13;
Dengan kondisi tersebut, PGEO saat ini lebih memprioritaskan pemenuhan ketentuan free float melalui sejumlah alternatif aksi korporasi yang masih dalam tahap kajian internal. Perseroan menegaskan tetap berkomitmen meningkatkan porsi free float menjadi 15% pada 2028.&#13;
&#13;
Iqbal Dwi Purnama&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
