<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemulihan Pascabanjir di 16 Desa Aceh, Ini Progres Terbarunya</title><description>Penanganan mencakup pembersihan material banjir, pembukaan akses lingkungan, normalisasi saluran drainase, hingga pemulihan fasilitas umum untuk mendukung aktivitas masyarakat.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/11/04/320/3252105/pemulihan-pascabanjir-di-16-desa-aceh-ini-progres-terbarunya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/11/04/320/3252105/pemulihan-pascabanjir-di-16-desa-aceh-ini-progres-terbarunya"/><item><title>Pemulihan Pascabanjir di 16 Desa Aceh, Ini Progres Terbarunya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/11/04/320/3252105/pemulihan-pascabanjir-di-16-desa-aceh-ini-progres-terbarunya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/11/04/320/3252105/pemulihan-pascabanjir-di-16-desa-aceh-ini-progres-terbarunya</guid><pubDate>Rabu 04 November 2026 20:12 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/11/04/320/3252105/brantas-6u2L_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pemulihan wilayah terdampak banjir di Aceh telah menjangkau 16 desa yang tersebar di Kabupaten Pidie dan Kabupaten Bireuen. (Foto: Okezone.com/Brantas Abipraya)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/11/04/320/3252105/brantas-6u2L_large.jpeg</image><title>Pemulihan wilayah terdampak banjir di Aceh telah menjangkau 16 desa yang tersebar di Kabupaten Pidie dan Kabupaten Bireuen. (Foto: Okezone.com/Brantas Abipraya)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemulihan wilayah terdampak banjir di Aceh telah menjangkau 16 desa yang tersebar di Kabupaten Pidie dan Kabupaten Bireuen. Penanganan mencakup pembersihan material banjir, pembukaan akses lingkungan, normalisasi saluran drainase, hingga pemulihan fasilitas umum untuk mendukung aktivitas masyarakat.&#13;
&#13;
Pekerjaan pemulihan melibatkan PT Brantas Abipraya (Persero) bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Dari total desa yang ditangani, sebanyak 11 desa berada di Kabupaten Pidie, sedangkan lima desa lainnya berada di Kabupaten Bireuen.&#13;
&#13;
Penanganan tersebut merupakan tindak lanjut atas banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada November 2025. Pemerintah dan pihak terkait melakukan sejumlah pekerjaan infrastruktur untuk mengembalikan fungsi lingkungan serta memperlancar aktivitas masyarakat setelah bencana.&#13;
&#13;
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, mengatakan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur, tetapi juga mendukung masyarakat agar dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pemulihan pascabencana bukan sekadar mengembalikan kondisi infrastruktur seperti semula, tetapi juga bagaimana kita membantu masyarakat bangkit, kembali menjalankan aktivitas sehari-hari, dan menumbuhkan optimisme untuk menata kehidupan ke depan. Melalui sinergi bersama Kementerian PU, kami berupaya memastikan setiap langkah penanganan memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak,&amp;quot; ujar Dian.&#13;
&#13;
Pembersihan lingkungan dan pemulihan saluran drainase menjadi bagian penting dalam penanganan wilayah terdampak. Infrastruktur yang kembali berfungsi dapat membantu memperlancar mobilitas warga, mendukung aktivitas ekonomi, serta mengurangi gangguan terhadap kehidupan masyarakat.&#13;
&#13;
Dalam proses penanganan tersebut, keterlibatan masyarakat setempat juga diperlukan untuk mendukung pemulihan lingkungan. Gotong royong antara pemerintah, pelaksana pekerjaan, dan warga menjadi salah satu unsur penting dalam mengembalikan kondisi kawasan setelah banjir.&#13;
&#13;
&amp;quot;Semangat gotong royong menjadi fondasi penting dalam proses pemulihan ini. Kami percaya bahwa ketika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama, yang dibangun bukan hanya infrastruktur, tetapi juga kepercayaan diri dan harapan masyarakat untuk kembali bangkit,&amp;quot; tambah Dian.&#13;
&#13;
Selain penanganan dampak banjir pada November 2025, Brantas Abipraya juga menyebut keterlibatannya dalam penanganan banjir setelah hujan deras mengguyur Aceh pada Sabtu malam, 31 Oktober 2026. Hujan dengan intensitas tinggi tersebut menyebabkan sejumlah desa di beberapa kecamatan terendam air.&#13;
&#13;
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), banjir terjadi akibat peningkatan debit air sungai setelah hujan dengan intensitas tinggi.&#13;
&#13;
Selain pekerjaan infrastruktur, Brantas Abipraya juga menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak banjir di Aceh. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu meringankan beban warga selama masa penanganan bencana.&#13;
&#13;
Ke depan, pemulihan wilayah terdampak masih membutuhkan koordinasi antara pemerintah, pelaksana pekerjaan, dan masyarakat. Penanganan tidak hanya diarahkan untuk mengembalikan fungsi infrastruktur dan fasilitas umum, tetapi juga memperkuat kesiapan kawasan dalam menghadapi potensi bencana serupa.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemulihan wilayah terdampak banjir di Aceh telah menjangkau 16 desa yang tersebar di Kabupaten Pidie dan Kabupaten Bireuen. Penanganan mencakup pembersihan material banjir, pembukaan akses lingkungan, normalisasi saluran drainase, hingga pemulihan fasilitas umum untuk mendukung aktivitas masyarakat.&#13;
&#13;
Pekerjaan pemulihan melibatkan PT Brantas Abipraya (Persero) bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Dari total desa yang ditangani, sebanyak 11 desa berada di Kabupaten Pidie, sedangkan lima desa lainnya berada di Kabupaten Bireuen.&#13;
&#13;
Penanganan tersebut merupakan tindak lanjut atas banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada November 2025. Pemerintah dan pihak terkait melakukan sejumlah pekerjaan infrastruktur untuk mengembalikan fungsi lingkungan serta memperlancar aktivitas masyarakat setelah bencana.&#13;
&#13;
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, mengatakan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur, tetapi juga mendukung masyarakat agar dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pemulihan pascabencana bukan sekadar mengembalikan kondisi infrastruktur seperti semula, tetapi juga bagaimana kita membantu masyarakat bangkit, kembali menjalankan aktivitas sehari-hari, dan menumbuhkan optimisme untuk menata kehidupan ke depan. Melalui sinergi bersama Kementerian PU, kami berupaya memastikan setiap langkah penanganan memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak,&amp;quot; ujar Dian.&#13;
&#13;
Pembersihan lingkungan dan pemulihan saluran drainase menjadi bagian penting dalam penanganan wilayah terdampak. Infrastruktur yang kembali berfungsi dapat membantu memperlancar mobilitas warga, mendukung aktivitas ekonomi, serta mengurangi gangguan terhadap kehidupan masyarakat.&#13;
&#13;
Dalam proses penanganan tersebut, keterlibatan masyarakat setempat juga diperlukan untuk mendukung pemulihan lingkungan. Gotong royong antara pemerintah, pelaksana pekerjaan, dan warga menjadi salah satu unsur penting dalam mengembalikan kondisi kawasan setelah banjir.&#13;
&#13;
&amp;quot;Semangat gotong royong menjadi fondasi penting dalam proses pemulihan ini. Kami percaya bahwa ketika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama, yang dibangun bukan hanya infrastruktur, tetapi juga kepercayaan diri dan harapan masyarakat untuk kembali bangkit,&amp;quot; tambah Dian.&#13;
&#13;
Selain penanganan dampak banjir pada November 2025, Brantas Abipraya juga menyebut keterlibatannya dalam penanganan banjir setelah hujan deras mengguyur Aceh pada Sabtu malam, 31 Oktober 2026. Hujan dengan intensitas tinggi tersebut menyebabkan sejumlah desa di beberapa kecamatan terendam air.&#13;
&#13;
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), banjir terjadi akibat peningkatan debit air sungai setelah hujan dengan intensitas tinggi.&#13;
&#13;
Selain pekerjaan infrastruktur, Brantas Abipraya juga menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak banjir di Aceh. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu meringankan beban warga selama masa penanganan bencana.&#13;
&#13;
Ke depan, pemulihan wilayah terdampak masih membutuhkan koordinasi antara pemerintah, pelaksana pekerjaan, dan masyarakat. Penanganan tidak hanya diarahkan untuk mengembalikan fungsi infrastruktur dan fasilitas umum, tetapi juga memperkuat kesiapan kawasan dalam menghadapi potensi bencana serupa.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
