<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>NTB Berpotensi Jadi Sentra Industri Kelapa, Pabrik Pengolahan Disiapkan</title><description>Salah satu rencana pengembangan industri kelapa di NTB mencakup pembangunan pabrik pengolahan&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/11/04/320/3252125/ntb-berpotensi-jadi-sentra-industri-kelapa-pabrik-pengolahan-disiapkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/11/04/320/3252125/ntb-berpotensi-jadi-sentra-industri-kelapa-pabrik-pengolahan-disiapkan"/><item><title>NTB Berpotensi Jadi Sentra Industri Kelapa, Pabrik Pengolahan Disiapkan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/11/04/320/3252125/ntb-berpotensi-jadi-sentra-industri-kelapa-pabrik-pengolahan-disiapkan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/11/04/320/3252125/ntb-berpotensi-jadi-sentra-industri-kelapa-pabrik-pengolahan-disiapkan</guid><pubDate>Rabu 04 November 2026 20:54 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/11/04/320/3252125/kelapa-d45f_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nusa Tenggara Barat (NTB) dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu sentra industri kelapa nasional. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/11/04/320/3252125/kelapa-d45f_large.jpg</image><title>Nusa Tenggara Barat (NTB) dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu sentra industri kelapa nasional. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Nusa Tenggara Barat (NTB) dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu sentra industri kelapa nasional. Namun, pengembangan industri tersebut membutuhkan ketersediaan bahan baku yang memadai, terutama melalui peremajaan tanaman dan peningkatan produktivitas perkebunan.&#13;
&#13;
Salah satu rencana pengembangan industri kelapa di NTB mencakup pembangunan pabrik pengolahan. Pembangunan fasilitas tersebut diarahkan untuk mendukung hilirisasi kelapa dan meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan di daerah.&#13;
&#13;
Pendiri Kelompok Usaha Jerry Hermawan Lo mengatakan, kelapa memiliki masa produktif yang panjang. Hampir seluruh bagian tanaman tersebut juga dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.&#13;
&#13;
Menurut Jerry, karakteristik tanaman kelapa membuat komoditas ini berpotensi dikembangkan di NTB. Jika dirawat dengan baik, tanaman kelapa dapat memiliki masa produktif hingga puluhan tahun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Umur produktif kelapa, kalau dirawat dengan baik, bisa mencapai 50 sampai 60 tahun. Jadi, kita tidak perlu iri kepada provinsi yang memiliki perkebunan sawit luas. NTB punya potensi kelapa yang sangat besar,&amp;quot; katanya, Rabu (4/11/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Jerry menjelaskan, setiap bagian buah kelapa dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri. Sabut kelapa, misalnya, dapat diolah menjadi berbagai material bangunan, seperti genteng, papan, dan bahan lantai.&#13;
&#13;
Sementara itu, tempurung kelapa dapat diolah menjadi arang dan karbon untuk kebutuhan industri. Material tersebut juga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam pengembangan teknologi baterai.&#13;
&#13;
Daging kelapa dapat diolah menjadi minyak goreng, santan, dan kelapa parut kering atau desiccated coconut untuk industri makanan. Adapun air kelapa dapat dimanfaatkan sebagai bahan minuman dan produk minuman kemasan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Produk turunan kelapa itu sangat banyak. Dari sabut, tempurung, daging, sampai airnya, semua bisa menjadi produk industri. Bahkan, arang tempurung kelapa sekarang banyak dicari untuk kebutuhan industri di luar negeri,&amp;quot; ujar Jerry.&#13;
&#13;
Ia menilai permintaan pasar internasional terhadap produk turunan kelapa dapat menjadi peluang bagi industri pengolahan dalam negeri. Namun, peluang tersebut membutuhkan dukungan pasokan bahan baku yang berkelanjutan.&#13;
&#13;
Menurut Jerry, salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah kondisi tanaman kelapa yang sudah tua dan kurang terawat. Di sejumlah daerah, banyak pohon kelapa merupakan tanaman peninggalan generasi sebelumnya sehingga produktivitasnya menurun.&#13;
&#13;
Karena itu, ia menilai peremajaan tanaman perlu dilakukan secara terencana. Upaya tersebut mencakup penggunaan bibit unggul dan penerapan teknik budidaya yang sesuai untuk meningkatkan produktivitas perkebunan.&#13;
&#13;
Jerry mencontohkan uji coba penanaman kelapa di lahan seluas 50 hektare di Jailolo, Maluku Utara. Dalam uji coba tersebut, penanaman menggunakan lubang tanam sedalam sekitar satu meter dengan campuran tanah dan bahan organik.&#13;
&#13;
Menurut dia, metode tersebut membantu perkembangan akar tanaman. Ia juga menyebut tanaman kelapa dalam uji coba tersebut dapat mulai berbuah pada usia tiga tahun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam uji coba kami, kelapa bisa mulai berbuah pada umur tiga tahun,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan mengembangkan kawasan kelapa nasional sebagai bagian dari strategi hilirisasi perkebunan. Kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat industri pengolahan, dan mendorong perekonomian desa berbasis komoditas kelapa.&#13;
&#13;
Pengembangan kelapa nasional masih menghadapi sejumlah kendala. Tantangan tersebut meliputi produktivitas yang cenderung stagnan di kisaran 1,1 ton kopra per hektare per tahun, penurunan produksi dan luas areal, serta tingginya jumlah tanaman tua dan rusak.&#13;
&#13;
Selain itu, petani masih menghadapi keterbatasan benih unggul, rendahnya penerapan praktik pertanian yang baik atau Good Agricultural Practices (GAP), serta panjangnya rantai pasok. Kondisi tersebut turut memengaruhi posisi tawar petani dalam pemasaran hasil perkebunan.&#13;
&#13;
Meski menghadapi berbagai kendala, Indonesia masih memiliki basis perkebunan kelapa yang besar. Luas areal kelapa nasional tercatat lebih dari 3,3 juta hektare dengan produksi sekitar 2,8 juta ton. Komoditas ini juga melibatkan lebih dari 5,5 juta kepala keluarga petani.&#13;
&#13;
Kondisi agroklimat di berbagai wilayah Indonesia menjadi salah satu faktor pendukung pengembangan perkebunan kelapa. Namun, peningkatan produktivitas, peremajaan tanaman, ketersediaan benih unggul, dan penguatan rantai pasok tetap diperlukan agar potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Nusa Tenggara Barat (NTB) dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu sentra industri kelapa nasional. Namun, pengembangan industri tersebut membutuhkan ketersediaan bahan baku yang memadai, terutama melalui peremajaan tanaman dan peningkatan produktivitas perkebunan.&#13;
&#13;
Salah satu rencana pengembangan industri kelapa di NTB mencakup pembangunan pabrik pengolahan. Pembangunan fasilitas tersebut diarahkan untuk mendukung hilirisasi kelapa dan meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan di daerah.&#13;
&#13;
Pendiri Kelompok Usaha Jerry Hermawan Lo mengatakan, kelapa memiliki masa produktif yang panjang. Hampir seluruh bagian tanaman tersebut juga dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.&#13;
&#13;
Menurut Jerry, karakteristik tanaman kelapa membuat komoditas ini berpotensi dikembangkan di NTB. Jika dirawat dengan baik, tanaman kelapa dapat memiliki masa produktif hingga puluhan tahun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Umur produktif kelapa, kalau dirawat dengan baik, bisa mencapai 50 sampai 60 tahun. Jadi, kita tidak perlu iri kepada provinsi yang memiliki perkebunan sawit luas. NTB punya potensi kelapa yang sangat besar,&amp;quot; katanya, Rabu (4/11/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Jerry menjelaskan, setiap bagian buah kelapa dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri. Sabut kelapa, misalnya, dapat diolah menjadi berbagai material bangunan, seperti genteng, papan, dan bahan lantai.&#13;
&#13;
Sementara itu, tempurung kelapa dapat diolah menjadi arang dan karbon untuk kebutuhan industri. Material tersebut juga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam pengembangan teknologi baterai.&#13;
&#13;
Daging kelapa dapat diolah menjadi minyak goreng, santan, dan kelapa parut kering atau desiccated coconut untuk industri makanan. Adapun air kelapa dapat dimanfaatkan sebagai bahan minuman dan produk minuman kemasan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Produk turunan kelapa itu sangat banyak. Dari sabut, tempurung, daging, sampai airnya, semua bisa menjadi produk industri. Bahkan, arang tempurung kelapa sekarang banyak dicari untuk kebutuhan industri di luar negeri,&amp;quot; ujar Jerry.&#13;
&#13;
Ia menilai permintaan pasar internasional terhadap produk turunan kelapa dapat menjadi peluang bagi industri pengolahan dalam negeri. Namun, peluang tersebut membutuhkan dukungan pasokan bahan baku yang berkelanjutan.&#13;
&#13;
Menurut Jerry, salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah kondisi tanaman kelapa yang sudah tua dan kurang terawat. Di sejumlah daerah, banyak pohon kelapa merupakan tanaman peninggalan generasi sebelumnya sehingga produktivitasnya menurun.&#13;
&#13;
Karena itu, ia menilai peremajaan tanaman perlu dilakukan secara terencana. Upaya tersebut mencakup penggunaan bibit unggul dan penerapan teknik budidaya yang sesuai untuk meningkatkan produktivitas perkebunan.&#13;
&#13;
Jerry mencontohkan uji coba penanaman kelapa di lahan seluas 50 hektare di Jailolo, Maluku Utara. Dalam uji coba tersebut, penanaman menggunakan lubang tanam sedalam sekitar satu meter dengan campuran tanah dan bahan organik.&#13;
&#13;
Menurut dia, metode tersebut membantu perkembangan akar tanaman. Ia juga menyebut tanaman kelapa dalam uji coba tersebut dapat mulai berbuah pada usia tiga tahun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam uji coba kami, kelapa bisa mulai berbuah pada umur tiga tahun,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan mengembangkan kawasan kelapa nasional sebagai bagian dari strategi hilirisasi perkebunan. Kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat industri pengolahan, dan mendorong perekonomian desa berbasis komoditas kelapa.&#13;
&#13;
Pengembangan kelapa nasional masih menghadapi sejumlah kendala. Tantangan tersebut meliputi produktivitas yang cenderung stagnan di kisaran 1,1 ton kopra per hektare per tahun, penurunan produksi dan luas areal, serta tingginya jumlah tanaman tua dan rusak.&#13;
&#13;
Selain itu, petani masih menghadapi keterbatasan benih unggul, rendahnya penerapan praktik pertanian yang baik atau Good Agricultural Practices (GAP), serta panjangnya rantai pasok. Kondisi tersebut turut memengaruhi posisi tawar petani dalam pemasaran hasil perkebunan.&#13;
&#13;
Meski menghadapi berbagai kendala, Indonesia masih memiliki basis perkebunan kelapa yang besar. Luas areal kelapa nasional tercatat lebih dari 3,3 juta hektare dengan produksi sekitar 2,8 juta ton. Komoditas ini juga melibatkan lebih dari 5,5 juta kepala keluarga petani.&#13;
&#13;
Kondisi agroklimat di berbagai wilayah Indonesia menjadi salah satu faktor pendukung pengembangan perkebunan kelapa. Namun, peningkatan produktivitas, peremajaan tanaman, ketersediaan benih unggul, dan penguatan rantai pasok tetap diperlukan agar potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
