<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Incar Posisi Nomor Satu Produsen Panas Bumi Dunia, Geser AS</title><description>Ambisi tersebut didukung oleh potensi sumber daya panas bumi yang melimpah serta komitmen pemerintah dalam mempercepat pengembangan energi baru terbarukan&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/11/04/320/3252130/indonesia-incar-posisi-nomor-satu-produsen-panas-bumi-dunia-geser-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/11/04/320/3252130/indonesia-incar-posisi-nomor-satu-produsen-panas-bumi-dunia-geser-as"/><item><title>Indonesia Incar Posisi Nomor Satu Produsen Panas Bumi Dunia, Geser AS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/11/04/320/3252130/indonesia-incar-posisi-nomor-satu-produsen-panas-bumi-dunia-geser-as</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/11/04/320/3252130/indonesia-incar-posisi-nomor-satu-produsen-panas-bumi-dunia-geser-as</guid><pubDate>Rabu 04 November 2026 21:04 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/11/04/320/3252130/panas_bumi-qkyL_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indonesia mengincar posisi sebagai produsen panas bumi terbesar di dunia dengan menggeser Amerika Serikat (AS). (Foto: Okezone.com/PGE)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/11/04/320/3252130/panas_bumi-qkyL_large.jpg</image><title>Indonesia mengincar posisi sebagai produsen panas bumi terbesar di dunia dengan menggeser Amerika Serikat (AS). (Foto: Okezone.com/PGE)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia mengincar posisi sebagai produsen panas bumi terbesar di dunia dengan menggeser Amerika Serikat (AS). Ambisi tersebut didukung oleh potensi sumber daya panas bumi yang melimpah serta komitmen pemerintah dalam mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT).&#13;
&#13;
Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Ahmad Yani mengatakan, Indonesia saat ini menempati peringkat kedua dunia dalam produksi panas bumi setelah Amerika Serikat. Namun, dia optimistis Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin dunia di sektor energi panas bumi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini Indonesia kita nomor dua di dunia setelah Amerika Serikat. Jadi untuk menuju sana apakah bisa? Ya bisa, potensinya sudah ada, tidak ada isu, tidak ada isu terkait dengan resource potential sudah banyak,&amp;quot; ujar Ahmad dalam media briefing di Jakarta, Rabu (4/11/2026).&#13;
&#13;
Menurut Ahmad, besarnya potensi sumber daya panas bumi menjadi modal utama bagi Indonesia untuk meningkatkan kapasitas produksi. Selain itu, pemerintah terus mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan guna memenuhi kebutuhan energi nasional.&#13;
&#13;
Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) Hijau, pemerintah telah mengalokasikan kapasitas pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) sebesar 5,2 gigawatt (GW).&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah ke depannya, momen 100 tahun ini bukan hanya sebagai momen sejarah, tapi saatnya kita memperlihatkan kepada dunia bahwasannya kita itu bisa menjadi leaders dalam pengembangan panas bumi,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Untuk mendukung ambisi tersebut, PGE terus mempercepat pengembangan sejumlah proyek strategis, antara lain Lumut Balai Unit 3 dan 4, Hululais Unit 1 dan 2, serta Lahendong Unit 7 dan 8.&#13;
&#13;
Melalui pengembangan proyek-proyek tersebut, perseroan menargetkan kapasitas terpasang pembangkit panas bumi mencapai 1 GW pada 2028, meningkat dari posisi saat ini sebesar 727 megawatt (MW). Selanjutnya, kapasitas tersebut ditargetkan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2034.&#13;
&#13;
&amp;quot;Target kita tahun 2028 menjadi 1 gigawatt dari 727 megawatt saat ini. Kemudian di tahun 2034 kita akan menjadi 1,8 gigawatt. Nah itu target kita dan pemerintah sendiri melalui Ditjen EBTKE memiliki target. Dalam artian tahun 2030 menjadi nomor satu di dunia,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Ahmad menambahkan, PGE juga memiliki visi untuk menjadikan Indonesia sebagai world geothermal center of excellence atau pusat keunggulan panas bumi dunia. Menurut dia, Indonesia yang memiliki potensi panas bumi sangat besar seharusnya dapat menjadi pusat pengembangan teknologi, pengetahuan, dan industri panas bumi global.&#13;
&#13;
&amp;quot;Strategi growth kita itu bukan kaleng-kaleng, tapi sudah ada rencananya, ada upaya untuk menuju ke sana dengan target visi kita ke depan itu menjadi world geothermal center of excellence,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Ahmad menilai percepatan pengembangan panas bumi membutuhkan dukungan kebijakan pemerintah, terutama terkait kepastian keekonomian proyek dan investasi. Untuk itu, PGE tengah mengadvokasi pemerintah agar merevisi ketentuan tarif panas bumi dalam Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022.&#13;
&#13;
Perseroan mengusulkan penyesuaian tarif serta penerapan skema feed-in tariff guna memberikan kepastian investasi bagi para pengembang panas bumi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan adanya revisi tarif dan skema feed-in tariff jadi ada kepastian investasi, sehingga saya yakin dengan adanya terobosan ini nantinya akan terjadi percepatan dari milestone rencana growth-nya PGE dan geothermal Indonesia,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Dari sisi operasional, PGE mencatatkan produksi listrik panas bumi sebesar 4.114 gigawatt hour (GWh) sepanjang Januari-September 2026 dari wilayah kerja yang dioperasikan sendiri (own operation).&#13;
&#13;
Produksi tersebut meningkat 9,79% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian itu sekaligus menjadi rekor produksi tertinggi sepanjang sejarah operasional perseroan (all-time high).&#13;
&#13;
Selain itu, realisasi produksi listrik panas bumi PGE mencapai 108,22% dari target sebesar 3.801 GWh hingga September 2026.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia mengincar posisi sebagai produsen panas bumi terbesar di dunia dengan menggeser Amerika Serikat (AS). Ambisi tersebut didukung oleh potensi sumber daya panas bumi yang melimpah serta komitmen pemerintah dalam mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT).&#13;
&#13;
Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Ahmad Yani mengatakan, Indonesia saat ini menempati peringkat kedua dunia dalam produksi panas bumi setelah Amerika Serikat. Namun, dia optimistis Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin dunia di sektor energi panas bumi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini Indonesia kita nomor dua di dunia setelah Amerika Serikat. Jadi untuk menuju sana apakah bisa? Ya bisa, potensinya sudah ada, tidak ada isu, tidak ada isu terkait dengan resource potential sudah banyak,&amp;quot; ujar Ahmad dalam media briefing di Jakarta, Rabu (4/11/2026).&#13;
&#13;
Menurut Ahmad, besarnya potensi sumber daya panas bumi menjadi modal utama bagi Indonesia untuk meningkatkan kapasitas produksi. Selain itu, pemerintah terus mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan guna memenuhi kebutuhan energi nasional.&#13;
&#13;
Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) Hijau, pemerintah telah mengalokasikan kapasitas pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) sebesar 5,2 gigawatt (GW).&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah ke depannya, momen 100 tahun ini bukan hanya sebagai momen sejarah, tapi saatnya kita memperlihatkan kepada dunia bahwasannya kita itu bisa menjadi leaders dalam pengembangan panas bumi,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Untuk mendukung ambisi tersebut, PGE terus mempercepat pengembangan sejumlah proyek strategis, antara lain Lumut Balai Unit 3 dan 4, Hululais Unit 1 dan 2, serta Lahendong Unit 7 dan 8.&#13;
&#13;
Melalui pengembangan proyek-proyek tersebut, perseroan menargetkan kapasitas terpasang pembangkit panas bumi mencapai 1 GW pada 2028, meningkat dari posisi saat ini sebesar 727 megawatt (MW). Selanjutnya, kapasitas tersebut ditargetkan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2034.&#13;
&#13;
&amp;quot;Target kita tahun 2028 menjadi 1 gigawatt dari 727 megawatt saat ini. Kemudian di tahun 2034 kita akan menjadi 1,8 gigawatt. Nah itu target kita dan pemerintah sendiri melalui Ditjen EBTKE memiliki target. Dalam artian tahun 2030 menjadi nomor satu di dunia,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Ahmad menambahkan, PGE juga memiliki visi untuk menjadikan Indonesia sebagai world geothermal center of excellence atau pusat keunggulan panas bumi dunia. Menurut dia, Indonesia yang memiliki potensi panas bumi sangat besar seharusnya dapat menjadi pusat pengembangan teknologi, pengetahuan, dan industri panas bumi global.&#13;
&#13;
&amp;quot;Strategi growth kita itu bukan kaleng-kaleng, tapi sudah ada rencananya, ada upaya untuk menuju ke sana dengan target visi kita ke depan itu menjadi world geothermal center of excellence,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Ahmad menilai percepatan pengembangan panas bumi membutuhkan dukungan kebijakan pemerintah, terutama terkait kepastian keekonomian proyek dan investasi. Untuk itu, PGE tengah mengadvokasi pemerintah agar merevisi ketentuan tarif panas bumi dalam Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022.&#13;
&#13;
Perseroan mengusulkan penyesuaian tarif serta penerapan skema feed-in tariff guna memberikan kepastian investasi bagi para pengembang panas bumi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan adanya revisi tarif dan skema feed-in tariff jadi ada kepastian investasi, sehingga saya yakin dengan adanya terobosan ini nantinya akan terjadi percepatan dari milestone rencana growth-nya PGE dan geothermal Indonesia,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Dari sisi operasional, PGE mencatatkan produksi listrik panas bumi sebesar 4.114 gigawatt hour (GWh) sepanjang Januari-September 2026 dari wilayah kerja yang dioperasikan sendiri (own operation).&#13;
&#13;
Produksi tersebut meningkat 9,79% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian itu sekaligus menjadi rekor produksi tertinggi sepanjang sejarah operasional perseroan (all-time high).&#13;
&#13;
Selain itu, realisasi produksi listrik panas bumi PGE mencapai 108,22% dari target sebesar 3.801 GWh hingga September 2026.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
