<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lo Kheng Hong Soroti 3 Sektor Saham, Ada Bank hingga Batu Bara</title><description>Ketiga sektor tersebut memiliki karakteristik bisnis yang menarik, mulai dari kemampuan menghasilkan laba hingga kebutuhan pasar terhadap produknya.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/11/05/278/3252388/lo-kheng-hong-soroti-3-sektor-saham-ada-bank-hingga-batu-bara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/11/05/278/3252388/lo-kheng-hong-soroti-3-sektor-saham-ada-bank-hingga-batu-bara"/><item><title>Lo Kheng Hong Soroti 3 Sektor Saham, Ada Bank hingga Batu Bara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/11/05/278/3252388/lo-kheng-hong-soroti-3-sektor-saham-ada-bank-hingga-batu-bara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/11/05/278/3252388/lo-kheng-hong-soroti-3-sektor-saham-ada-bank-hingga-batu-bara</guid><pubDate>Kamis 05 November 2026 20:53 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/11/05/278/3252388/saham-KO5v_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Investor saham Lo Kheng Hong menyoroti tiga sektor usaha di pasar modal Indonesia, yakni perbankan, batu bara, dan perkebunan kelapa sawit. (Foto; Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/11/05/278/3252388/saham-KO5v_large.jpg</image><title>Investor saham Lo Kheng Hong menyoroti tiga sektor usaha di pasar modal Indonesia, yakni perbankan, batu bara, dan perkebunan kelapa sawit. (Foto; Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Investor saham Lo Kheng Hong menyoroti tiga sektor usaha di pasar modal Indonesia, yakni perbankan, batu bara, dan perkebunan kelapa sawit. Menurut dia, ketiga sektor tersebut memiliki karakteristik bisnis yang menarik, mulai dari kemampuan menghasilkan laba hingga kebutuhan pasar terhadap produknya.&#13;
&#13;
Dalam acara Capital Market Summit &amp;amp; Expo (CMSE) 2026, Kamis (5/11/2026), Lo Kheng Hong mengatakan sektor perbankan menjadi salah satu bidang usaha yang paling menarik perhatiannya. Dia menilai kemampuan sejumlah bank besar dalam menghasilkan laba bersih menjadi salah satu faktor yang membedakan sektor tersebut dari industri lainnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Menurut saya, sektor usaha yang paling menarik pada saat ini adalah perbankan. Perbankan, paling menarik,&amp;quot; kata Lo Kheng Hong.&#13;
&#13;
Dia menyebut terdapat tiga bank besar di Indonesia yang masing-masing mampu membukukan laba bersih hingga Rp60 triliun. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan besarnya kemampuan sektor perbankan dalam menghasilkan keuntungan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kenapa paling menarik? Karena ada tiga bank, Big Bank labanya Rp60 triliun, laba bersih Rp60 triliun. Coba kita periksa bidang usaha yang lain, apa pun kita periksa, nggak ada perusahaan yang labanya Rp60 triliun,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Selain perbankan, Lo Kheng Hong juga menyoroti industri batu bara. Dia mengatakan permintaan batu bara masih berasal dari berbagai negara, termasuk China dan India, yang memiliki kebutuhan energi dan listrik dalam jumlah besar.&#13;
&#13;
Menurut dia, batu bara masih banyak digunakan karena dinilai memiliki biaya yang relatif murah dibandingkan sejumlah sumber energi lainnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena batu bara itu dibeli oleh China, India yang penduduknya 2 miliar, dan di seluruh dunia karena batu bara adalah sumber energi yang termurah, dan paling banyak dipakai,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Lo Kheng Hong juga membandingkan penggunaan batu bara dengan sumber energi alternatif, seperti tenaga angin, panas bumi, dan tenaga surya. Menurutnya, pengembangan pembangkit listrik tenaga surya masih menghadapi tantangan berupa kebutuhan lahan dan biaya penyimpanan energi.&#13;
&#13;
Dia mencontohkan, pembangunan pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas besar membutuhkan area yang luas. Selain itu, penggunaan baterai untuk menyimpan energi juga memerlukan biaya yang tidak sedikit.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau tenaga surya itu 1 megawatt butuh bentangan 1 hektar. Jadi kalau mau listrik 1.000 megawatt, kan harus bentangannya 1.000 hektar seperti itu. Kemudian, akinya juga mahal,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Sektor ketiga yang disoroti Lo Kheng Hong adalah perkebunan kelapa sawit. Dia menyebut kelapa sawit sebagai miracle crop atau tanaman ajaib karena dapat tumbuh optimal di wilayah beriklim tropis, seperti Indonesia dan Malaysia.&#13;
&#13;
Menurut dia, kondisi geografis tersebut membuat Indonesia dan Malaysia memiliki peran dalam memenuhi kebutuhan minyak nabati dunia. Permintaan juga berasal dari negara berpenduduk besar, seperti China dan India.&#13;
&#13;
Selain untuk bahan baku minyak goreng, produk kelapa sawit memiliki beragam turunan yang digunakan dalam berbagai industri, termasuk kosmetik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di China ada penduduk 2 miliar, di India ada 2 miliar, mereka butuh minyak goreng dari Indonesia dan Malaysia. Dan bukan hanya untuk minyak goreng, tapi turunannya banyak sekali untuk kosmetik dan lain-lain,&amp;quot; kata Lo Kheng Hong.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Investor saham Lo Kheng Hong menyoroti tiga sektor usaha di pasar modal Indonesia, yakni perbankan, batu bara, dan perkebunan kelapa sawit. Menurut dia, ketiga sektor tersebut memiliki karakteristik bisnis yang menarik, mulai dari kemampuan menghasilkan laba hingga kebutuhan pasar terhadap produknya.&#13;
&#13;
Dalam acara Capital Market Summit &amp;amp; Expo (CMSE) 2026, Kamis (5/11/2026), Lo Kheng Hong mengatakan sektor perbankan menjadi salah satu bidang usaha yang paling menarik perhatiannya. Dia menilai kemampuan sejumlah bank besar dalam menghasilkan laba bersih menjadi salah satu faktor yang membedakan sektor tersebut dari industri lainnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Menurut saya, sektor usaha yang paling menarik pada saat ini adalah perbankan. Perbankan, paling menarik,&amp;quot; kata Lo Kheng Hong.&#13;
&#13;
Dia menyebut terdapat tiga bank besar di Indonesia yang masing-masing mampu membukukan laba bersih hingga Rp60 triliun. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan besarnya kemampuan sektor perbankan dalam menghasilkan keuntungan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kenapa paling menarik? Karena ada tiga bank, Big Bank labanya Rp60 triliun, laba bersih Rp60 triliun. Coba kita periksa bidang usaha yang lain, apa pun kita periksa, nggak ada perusahaan yang labanya Rp60 triliun,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Selain perbankan, Lo Kheng Hong juga menyoroti industri batu bara. Dia mengatakan permintaan batu bara masih berasal dari berbagai negara, termasuk China dan India, yang memiliki kebutuhan energi dan listrik dalam jumlah besar.&#13;
&#13;
Menurut dia, batu bara masih banyak digunakan karena dinilai memiliki biaya yang relatif murah dibandingkan sejumlah sumber energi lainnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena batu bara itu dibeli oleh China, India yang penduduknya 2 miliar, dan di seluruh dunia karena batu bara adalah sumber energi yang termurah, dan paling banyak dipakai,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Lo Kheng Hong juga membandingkan penggunaan batu bara dengan sumber energi alternatif, seperti tenaga angin, panas bumi, dan tenaga surya. Menurutnya, pengembangan pembangkit listrik tenaga surya masih menghadapi tantangan berupa kebutuhan lahan dan biaya penyimpanan energi.&#13;
&#13;
Dia mencontohkan, pembangunan pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas besar membutuhkan area yang luas. Selain itu, penggunaan baterai untuk menyimpan energi juga memerlukan biaya yang tidak sedikit.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau tenaga surya itu 1 megawatt butuh bentangan 1 hektar. Jadi kalau mau listrik 1.000 megawatt, kan harus bentangannya 1.000 hektar seperti itu. Kemudian, akinya juga mahal,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Sektor ketiga yang disoroti Lo Kheng Hong adalah perkebunan kelapa sawit. Dia menyebut kelapa sawit sebagai miracle crop atau tanaman ajaib karena dapat tumbuh optimal di wilayah beriklim tropis, seperti Indonesia dan Malaysia.&#13;
&#13;
Menurut dia, kondisi geografis tersebut membuat Indonesia dan Malaysia memiliki peran dalam memenuhi kebutuhan minyak nabati dunia. Permintaan juga berasal dari negara berpenduduk besar, seperti China dan India.&#13;
&#13;
Selain untuk bahan baku minyak goreng, produk kelapa sawit memiliki beragam turunan yang digunakan dalam berbagai industri, termasuk kosmetik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di China ada penduduk 2 miliar, di India ada 2 miliar, mereka butuh minyak goreng dari Indonesia dan Malaysia. Dan bukan hanya untuk minyak goreng, tapi turunannya banyak sekali untuk kosmetik dan lain-lain,&amp;quot; kata Lo Kheng Hong.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
