<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tumbuh 5,28 Persen di Kuartal III-2026&amp;nbsp;</title><description>LPEM FEB UI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III 2026 akan mencapai 5,28 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/11/05/320/3252162/ekonomi-indonesia-diproyeksi-tumbuh-5-28-persen-di-kuartal-iii-2026-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/11/05/320/3252162/ekonomi-indonesia-diproyeksi-tumbuh-5-28-persen-di-kuartal-iii-2026-nbsp"/><item><title>Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tumbuh 5,28 Persen di Kuartal III-2026&amp;nbsp;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/11/05/320/3252162/ekonomi-indonesia-diproyeksi-tumbuh-5-28-persen-di-kuartal-iii-2026-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/11/05/320/3252162/ekonomi-indonesia-diproyeksi-tumbuh-5-28-persen-di-kuartal-iii-2026-nbsp</guid><pubDate>Kamis 05 November 2026 08:18 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/11/05/320/3252162/ekonomi_indonesia-tK25_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tumbuh 5,28 Persen di Kuartal III-2026&amp;nbsp;(Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/11/05/320/3252162/ekonomi_indonesia-tK25_large.jpg</image><title>Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tumbuh 5,28 Persen di Kuartal III-2026&amp;nbsp;(Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - LPEM FEB UI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III 2026 akan mencapai 5,28 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini berada pada rentang estimasi 5,25 persen hingga 5,30 persen yoy.&#13;
&#13;
LPEM FEB UI juga memperkenalkan indikator &amp;quot;pertumbuhan yang dirasakan&amp;quot; oleh masyarakat (perceived growth) yang diperkirakan hanya berada di level 4,74 persen yoy. Perbedaan ini merefleksikan adanya jarak antara angka pertumbuhan makro dengan daya beli nyata di tingkat rumah tangga.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami mengestimasi tingkat pertumbuhan PDB resmi untuk triwulan III 2026 sebesar 5,28 persen (yoy), rentang estimasi dari 5,25 persen (yoy) hingga 5,30 persen (yoy),&amp;rdquo; kata Ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefky dalam laporan Indonesia Economic Outlook 2027 di Jakarta, Kamis (5/11/2026).&#13;
&#13;
Riefky mengibaratkan pendekatan ini dengan indikator perkiraan cuaca untuk memberikan gambaran kondisi riil di masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan menggunakan analogi aplikasi cuaca yang membedakan antara suhu aktual dan suhu yang dirasakan, kami memperkenalkan dua jenis proyeksi pertumbuhan. Satu, merupakan proyeksi terhadap angka resmi. Dan satu lagi, proyeksi &amp;lsquo;pertumbuhan yang dirasakan&amp;rsquo; oleh masyarakat,&amp;rdquo; jelas Riefky.&#13;
&#13;
Riefky menjelaskan bahwa penilaian proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal III mempertimbangkan sejumlah indikator makroekonomi terbaru. Salah satunya adalah penurunan rata-rata Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) menjadi 117,8 pada kuartal III 2026, dari posisi 120,6 pada kuartal sebelumnya.&#13;
&#13;
Penurunan kepercayaan paling mencolok terjadi pada kelompok rumah tangga berpengeluaran Rp1 juta hingga Rp2 juta per bulan, dengan penurunan IKK sebesar 4,7 poin menjadi 107,4.&#13;
&#13;
Selain itu, pertumbuhan kredit konsumsi melambat menjadi 5,22 persen dari sebelumnya 5,92 persen, yang mengindikasikan tertahannya permintaan kredit rumah tangga.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meski demikian, penopang utama aktivitas ekonomi masih disokong oleh belanja pemerintah yang tumbuh 21,18 persen yoy menjadi Rp1.004,5 triliun, serta realisasi investasi yang mencapai Rp528,7 triliun pada kuartal III-2026.&#13;
&#13;
Secara keseluruhan untuk tahun 2026, LPEM FEB UI memproyeksikan pertumbuhan PDB resmi Indonesia mencapai 5,39 persen, sebelum melandai ke 5,25 persen pada 2027.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Untuk keseluruhan tahun 2026 dan 2027, kami memproyeksikan pertumbuhan PDB resmi sebesar 5,39 persen dan 5,25 persen (yoy), masing-masing dengan kisaran perkiraan 5,37-5,42 persen (yoy) dan 5,20-5,30 persen (y.o.y),&amp;rdquo; ujar Riefky.&#13;
&#13;
Sementara itu, indikator pertumbuhan yang dirasakan oleh masyarakat diperkirakan berada di posisi lebih rendah, yakni sebesar 4,77 persen untuk keseluruhan tahun 2026 dan 4,90 persen pada 2027.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - LPEM FEB UI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III 2026 akan mencapai 5,28 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini berada pada rentang estimasi 5,25 persen hingga 5,30 persen yoy.&#13;
&#13;
LPEM FEB UI juga memperkenalkan indikator &amp;quot;pertumbuhan yang dirasakan&amp;quot; oleh masyarakat (perceived growth) yang diperkirakan hanya berada di level 4,74 persen yoy. Perbedaan ini merefleksikan adanya jarak antara angka pertumbuhan makro dengan daya beli nyata di tingkat rumah tangga.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami mengestimasi tingkat pertumbuhan PDB resmi untuk triwulan III 2026 sebesar 5,28 persen (yoy), rentang estimasi dari 5,25 persen (yoy) hingga 5,30 persen (yoy),&amp;rdquo; kata Ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefky dalam laporan Indonesia Economic Outlook 2027 di Jakarta, Kamis (5/11/2026).&#13;
&#13;
Riefky mengibaratkan pendekatan ini dengan indikator perkiraan cuaca untuk memberikan gambaran kondisi riil di masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan menggunakan analogi aplikasi cuaca yang membedakan antara suhu aktual dan suhu yang dirasakan, kami memperkenalkan dua jenis proyeksi pertumbuhan. Satu, merupakan proyeksi terhadap angka resmi. Dan satu lagi, proyeksi &amp;lsquo;pertumbuhan yang dirasakan&amp;rsquo; oleh masyarakat,&amp;rdquo; jelas Riefky.&#13;
&#13;
Riefky menjelaskan bahwa penilaian proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal III mempertimbangkan sejumlah indikator makroekonomi terbaru. Salah satunya adalah penurunan rata-rata Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) menjadi 117,8 pada kuartal III 2026, dari posisi 120,6 pada kuartal sebelumnya.&#13;
&#13;
Penurunan kepercayaan paling mencolok terjadi pada kelompok rumah tangga berpengeluaran Rp1 juta hingga Rp2 juta per bulan, dengan penurunan IKK sebesar 4,7 poin menjadi 107,4.&#13;
&#13;
Selain itu, pertumbuhan kredit konsumsi melambat menjadi 5,22 persen dari sebelumnya 5,92 persen, yang mengindikasikan tertahannya permintaan kredit rumah tangga.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meski demikian, penopang utama aktivitas ekonomi masih disokong oleh belanja pemerintah yang tumbuh 21,18 persen yoy menjadi Rp1.004,5 triliun, serta realisasi investasi yang mencapai Rp528,7 triliun pada kuartal III-2026.&#13;
&#13;
Secara keseluruhan untuk tahun 2026, LPEM FEB UI memproyeksikan pertumbuhan PDB resmi Indonesia mencapai 5,39 persen, sebelum melandai ke 5,25 persen pada 2027.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Untuk keseluruhan tahun 2026 dan 2027, kami memproyeksikan pertumbuhan PDB resmi sebesar 5,39 persen dan 5,25 persen (yoy), masing-masing dengan kisaran perkiraan 5,37-5,42 persen (yoy) dan 5,20-5,30 persen (y.o.y),&amp;rdquo; ujar Riefky.&#13;
&#13;
Sementara itu, indikator pertumbuhan yang dirasakan oleh masyarakat diperkirakan berada di posisi lebih rendah, yakni sebesar 4,77 persen untuk keseluruhan tahun 2026 dan 4,90 persen pada 2027.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
