<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Tumbuh 5,47 Persen di Kuartal III 2026 Ditopang Konsumsi Rumah Tangga</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026 mencapai 5,47 persen secara tahunan (year on year/yoy) masih didorong kuat oleh konsumsi rumah tangga masyarakat meski semua komponen tumbuh positif.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/11/05/320/3252207/ekonomi-tumbuh-5-47-persen-di-kuartal-iii-2026-ditopang-konsumsi-rumah-tangga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/11/05/320/3252207/ekonomi-tumbuh-5-47-persen-di-kuartal-iii-2026-ditopang-konsumsi-rumah-tangga"/><item><title>Ekonomi Tumbuh 5,47 Persen di Kuartal III 2026 Ditopang Konsumsi Rumah Tangga</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/11/05/320/3252207/ekonomi-tumbuh-5-47-persen-di-kuartal-iii-2026-ditopang-konsumsi-rumah-tangga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/11/05/320/3252207/ekonomi-tumbuh-5-47-persen-di-kuartal-iii-2026-ditopang-konsumsi-rumah-tangga</guid><pubDate>Kamis 05 November 2026 11:48 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/11/05/320/3252207/bps_soal_ekonomi_ri-ueog_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">BPS soal Ekonomi RI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/11/05/320/3252207/bps_soal_ekonomi_ri-ueog_large.jpeg</image><title>BPS soal Ekonomi RI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026 mencapai 5,47 persen secara tahunan (year on year/yoy) masih didorong kuat oleh konsumsi rumah tangga masyarakat meski semua komponen tumbuh positif.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud mengatakan, daya beli dan konsumsi masyarakat terus menunjukkan tren positif sepanjang periode tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Komponen pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar pada PDB adalah konsumsi rumah tangga dengan kontribusi sebesar 51,97 persen pada triwulan III 2026,&amp;quot; kata Edy dalam Rilis BPS, Kamis (5/11/2026).&#13;
&#13;
Edy merinci bahwa konsumsi rumah tangga pada kuartal III 2026 mengalami peningkatan sebesar 5,04 persen yoy, sekaligus memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, yakni mencapai 51,97 persen.&#13;
&#13;
Komponen penopang terbesar kedua berasal dari sektor investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 30,81 persen.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan demikian, 82,78 persen PDB triwulan III 2026 berasal dari konsumsi rumah tangga dan PMTB,&amp;quot; ungkap Edy.&#13;
&#13;
Dari sisi laju pertumbuhan tertinggi per komponen, konsumsi pemerintah memberikan kontribusi sebesar 8,95 persen terhadap PDB, terutama didorong oleh realisasi belanja pegawai dan belanja barang/jasa.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026 mencapai 5,47 persen secara tahunan (year on year/yoy) masih didorong kuat oleh konsumsi rumah tangga masyarakat meski semua komponen tumbuh positif.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud mengatakan, daya beli dan konsumsi masyarakat terus menunjukkan tren positif sepanjang periode tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Komponen pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar pada PDB adalah konsumsi rumah tangga dengan kontribusi sebesar 51,97 persen pada triwulan III 2026,&amp;quot; kata Edy dalam Rilis BPS, Kamis (5/11/2026).&#13;
&#13;
Edy merinci bahwa konsumsi rumah tangga pada kuartal III 2026 mengalami peningkatan sebesar 5,04 persen yoy, sekaligus memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, yakni mencapai 51,97 persen.&#13;
&#13;
Komponen penopang terbesar kedua berasal dari sektor investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 30,81 persen.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan demikian, 82,78 persen PDB triwulan III 2026 berasal dari konsumsi rumah tangga dan PMTB,&amp;quot; ungkap Edy.&#13;
&#13;
Dari sisi laju pertumbuhan tertinggi per komponen, konsumsi pemerintah memberikan kontribusi sebesar 8,95 persen terhadap PDB, terutama didorong oleh realisasi belanja pegawai dan belanja barang/jasa.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
