<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Fakta Pengangguran RI Turun, MagangHub hingga Pekerja Informal Mendominasi</title><description>Penurunan jumlah pengangguran tersebut sejalan dengan meningkatnya penyerapan tenaga kerja nasional.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/11/06/320/3252474/4-fakta-pengangguran-ri-turun-maganghub-hingga-pekerja-informal-mendominasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/11/06/320/3252474/4-fakta-pengangguran-ri-turun-maganghub-hingga-pekerja-informal-mendominasi"/><item><title>4 Fakta Pengangguran RI Turun, MagangHub hingga Pekerja Informal Mendominasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/11/06/320/3252474/4-fakta-pengangguran-ri-turun-maganghub-hingga-pekerja-informal-mendominasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/11/06/320/3252474/4-fakta-pengangguran-ri-turun-maganghub-hingga-pekerja-informal-mendominasi</guid><pubDate>Sabtu 07 November 2026 09:02 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/11/06/320/3252474/pengangguran-NYEQ_large.png" expression="full" type="image/jpeg">Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,38 juta orang pada Agustus 2026. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/11/06/320/3252474/pengangguran-NYEQ_large.png</image><title>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,38 juta orang pada Agustus 2026. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,38 juta orang pada Agustus 2026. Angka tersebut turun sebanyak 77 ribu orang dibandingkan Agustus 2025.&#13;
&#13;
Penurunan jumlah pengangguran tersebut sejalan dengan meningkatnya penyerapan tenaga kerja nasional. BPS mencatat jumlah penduduk bekerja mencapai 147,99 juta orang atau bertambah 1,44 juta orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.&#13;
&#13;
Salah satu program yang turut berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja adalah MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Program pemagangan tersebut menyerap sekitar 46 ribu peserta pada batch pertama Agustus 2026.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa peserta MagangHub yang menerima upah masuk dalam kategori penduduk bekerja sesuai konsep statistik ketenagakerjaan.&#13;
&#13;
Berikut empat fakta penurunan angka pengangguran di Indonesia berdasarkan data BPS per Agustus 2026:&#13;
&#13;
1. Jumlah Pengangguran Turun 77 Ribu Orang, TPT Menjadi 4,75 Persen&#13;
&#13;
BPS mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia pada Agustus 2026 sebesar 4,75 persen. Angka tersebut turun 0,10 persen poin dibandingkan Agustus 2025 yang mencapai 4,85 persen.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud mengatakan jumlah pengangguran pada Agustus 2026 mencapai 7,38 juta orang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Angka ini lebih rendah jika dibandingkan Agustus 2025 sebesar 4,85 persen,&amp;quot; jelas Edy dalam Rilis Berita Resmi Statistik BPS di Jakarta, Kamis (5/11/2026).&#13;
&#13;
Secara keseluruhan, jumlah angkatan kerja Indonesia mencapai 155,37 juta orang pada Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 147,99 juta orang telah bekerja, sedangkan 7,38 juta orang lainnya masih menganggur.&#13;
&#13;
Dibandingkan Agustus 2025, jumlah penduduk bekerja bertambah 1,44 juta orang. Sementara itu, jumlah pengangguran berkurang sebanyak 77 ribu orang.&#13;
&#13;
2. Program MagangHub Kemenaker Serap 46 Ribu Peserta&#13;
&#13;
Program MagangHub yang digulirkan Kementerian Ketenagakerjaan turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah penduduk bekerja.&#13;
&#13;
Edy menjelaskan, peserta program MagangHub yang menerima upah masuk dalam kategori penduduk bekerja berdasarkan konsep statistik ketenagakerjaan.&#13;
&#13;
&amp;quot;MagangHub dibayar, jadi termasuk bekerja, sehingga secara konsep memang program MagangHub akan berkontribusi terhadap total penduduk yang bekerja,&amp;quot; ujar Edy.&#13;
&#13;
Pada batch pertama Agustus 2026, program MagangHub Kemenaker menyerap sekitar 46 ribu peserta.&#13;
&#13;
&amp;quot;Program MagangHub Kemenaker menyerap tenaga kerja sebanyak 46 ribu tenaga kerja pada batch 1 Agustus 2026,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Dengan demikian, program pemagangan berbayar tersebut turut tercatat dalam statistik penduduk bekerja. Meski begitu, penurunan pengangguran secara nasional tidak hanya dipengaruhi program MagangHub, tetapi juga peningkatan penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor usaha.&#13;
&#13;
3. Sektor Pertanian Paling Banyak Menyerap Tenaga Kerja&#13;
&#13;
Berdasarkan lapangan usaha, sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia pada Agustus 2026.&#13;
&#13;
BPS mencatat sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyerap 28,20 persen dari total penduduk bekerja. Posisi berikutnya ditempati sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 17,86 persen serta industri pengolahan sebesar 13,75 persen.&#13;
&#13;
Besarnya penyerapan tenaga kerja pada sektor pertanian menunjukkan peran penting sektor tersebut dalam menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.&#13;
&#13;
Sementara itu, sektor perdagangan dan industri pengolahan juga menjadi penopang utama penyerapan tenaga kerja nasional melalui aktivitas usaha dan produksi.&#13;
&#13;
4. Pekerja Informal Masih Mendominasi, Pekerja Formal Bertambah 410 Ribu Orang&#13;
&#13;
BPS mencatat pekerja informal masih mendominasi struktur ketenagakerjaan Indonesia pada Agustus 2026.&#13;
&#13;
Persentase pekerja informal mencapai 57,93 persen dari total penduduk bekerja. Sementara itu, pekerja formal tercatat sebesar 42,07 persen.&#13;
&#13;
Jika dibandingkan Agustus 2025, porsi pekerja formal turun dari 42,20 persen menjadi 42,07 persen. Sebaliknya, pekerja informal meningkat dari 57,80 persen menjadi 57,93 persen.&#13;
&#13;
Namun, secara jumlah absolut, pekerja formal justru bertambah 410 ribu orang. Jumlahnya meningkat dari 61,84 juta orang pada Agustus 2025 menjadi 62,25 juta orang pada Agustus 2026.&#13;
&#13;
Berdasarkan jam kerja, BPS membagi penduduk bekerja menjadi tiga kelompok. Pertama, pekerja penuh dengan jam kerja minimal 35 jam per minggu sebanyak 99,85 juta orang atau 67,47 persen.&#13;
&#13;
Kedua, pekerja paruh waktu dengan jam kerja kurang dari 35 jam per minggu yang tidak mencari atau tidak bersedia menerima pekerjaan tambahan. Jumlahnya mencapai 35,29 juta orang atau 23,85 persen.&#13;
&#13;
Ketiga, kelompok setengah pengangguran, yakni penduduk yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu dan masih mencari atau bersedia menerima pekerjaan tambahan. Jumlahnya mencapai 12,84 juta orang atau 8,68 persen.&#13;
&#13;
Data tersebut menunjukkan bahwa penurunan pengangguran belum sepenuhnya menggambarkan kualitas pekerjaan yang tersedia. Sebab, struktur ketenagakerjaan Indonesia masih didominasi pekerja informal dan sebagian penduduk bekerja dengan jam kerja di bawah 35 jam per minggu.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,38 juta orang pada Agustus 2026. Angka tersebut turun sebanyak 77 ribu orang dibandingkan Agustus 2025.&#13;
&#13;
Penurunan jumlah pengangguran tersebut sejalan dengan meningkatnya penyerapan tenaga kerja nasional. BPS mencatat jumlah penduduk bekerja mencapai 147,99 juta orang atau bertambah 1,44 juta orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.&#13;
&#13;
Salah satu program yang turut berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja adalah MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Program pemagangan tersebut menyerap sekitar 46 ribu peserta pada batch pertama Agustus 2026.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa peserta MagangHub yang menerima upah masuk dalam kategori penduduk bekerja sesuai konsep statistik ketenagakerjaan.&#13;
&#13;
Berikut empat fakta penurunan angka pengangguran di Indonesia berdasarkan data BPS per Agustus 2026:&#13;
&#13;
1. Jumlah Pengangguran Turun 77 Ribu Orang, TPT Menjadi 4,75 Persen&#13;
&#13;
BPS mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia pada Agustus 2026 sebesar 4,75 persen. Angka tersebut turun 0,10 persen poin dibandingkan Agustus 2025 yang mencapai 4,85 persen.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud mengatakan jumlah pengangguran pada Agustus 2026 mencapai 7,38 juta orang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Angka ini lebih rendah jika dibandingkan Agustus 2025 sebesar 4,85 persen,&amp;quot; jelas Edy dalam Rilis Berita Resmi Statistik BPS di Jakarta, Kamis (5/11/2026).&#13;
&#13;
Secara keseluruhan, jumlah angkatan kerja Indonesia mencapai 155,37 juta orang pada Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 147,99 juta orang telah bekerja, sedangkan 7,38 juta orang lainnya masih menganggur.&#13;
&#13;
Dibandingkan Agustus 2025, jumlah penduduk bekerja bertambah 1,44 juta orang. Sementara itu, jumlah pengangguran berkurang sebanyak 77 ribu orang.&#13;
&#13;
2. Program MagangHub Kemenaker Serap 46 Ribu Peserta&#13;
&#13;
Program MagangHub yang digulirkan Kementerian Ketenagakerjaan turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah penduduk bekerja.&#13;
&#13;
Edy menjelaskan, peserta program MagangHub yang menerima upah masuk dalam kategori penduduk bekerja berdasarkan konsep statistik ketenagakerjaan.&#13;
&#13;
&amp;quot;MagangHub dibayar, jadi termasuk bekerja, sehingga secara konsep memang program MagangHub akan berkontribusi terhadap total penduduk yang bekerja,&amp;quot; ujar Edy.&#13;
&#13;
Pada batch pertama Agustus 2026, program MagangHub Kemenaker menyerap sekitar 46 ribu peserta.&#13;
&#13;
&amp;quot;Program MagangHub Kemenaker menyerap tenaga kerja sebanyak 46 ribu tenaga kerja pada batch 1 Agustus 2026,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Dengan demikian, program pemagangan berbayar tersebut turut tercatat dalam statistik penduduk bekerja. Meski begitu, penurunan pengangguran secara nasional tidak hanya dipengaruhi program MagangHub, tetapi juga peningkatan penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor usaha.&#13;
&#13;
3. Sektor Pertanian Paling Banyak Menyerap Tenaga Kerja&#13;
&#13;
Berdasarkan lapangan usaha, sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia pada Agustus 2026.&#13;
&#13;
BPS mencatat sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyerap 28,20 persen dari total penduduk bekerja. Posisi berikutnya ditempati sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 17,86 persen serta industri pengolahan sebesar 13,75 persen.&#13;
&#13;
Besarnya penyerapan tenaga kerja pada sektor pertanian menunjukkan peran penting sektor tersebut dalam menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.&#13;
&#13;
Sementara itu, sektor perdagangan dan industri pengolahan juga menjadi penopang utama penyerapan tenaga kerja nasional melalui aktivitas usaha dan produksi.&#13;
&#13;
4. Pekerja Informal Masih Mendominasi, Pekerja Formal Bertambah 410 Ribu Orang&#13;
&#13;
BPS mencatat pekerja informal masih mendominasi struktur ketenagakerjaan Indonesia pada Agustus 2026.&#13;
&#13;
Persentase pekerja informal mencapai 57,93 persen dari total penduduk bekerja. Sementara itu, pekerja formal tercatat sebesar 42,07 persen.&#13;
&#13;
Jika dibandingkan Agustus 2025, porsi pekerja formal turun dari 42,20 persen menjadi 42,07 persen. Sebaliknya, pekerja informal meningkat dari 57,80 persen menjadi 57,93 persen.&#13;
&#13;
Namun, secara jumlah absolut, pekerja formal justru bertambah 410 ribu orang. Jumlahnya meningkat dari 61,84 juta orang pada Agustus 2025 menjadi 62,25 juta orang pada Agustus 2026.&#13;
&#13;
Berdasarkan jam kerja, BPS membagi penduduk bekerja menjadi tiga kelompok. Pertama, pekerja penuh dengan jam kerja minimal 35 jam per minggu sebanyak 99,85 juta orang atau 67,47 persen.&#13;
&#13;
Kedua, pekerja paruh waktu dengan jam kerja kurang dari 35 jam per minggu yang tidak mencari atau tidak bersedia menerima pekerjaan tambahan. Jumlahnya mencapai 35,29 juta orang atau 23,85 persen.&#13;
&#13;
Ketiga, kelompok setengah pengangguran, yakni penduduk yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu dan masih mencari atau bersedia menerima pekerjaan tambahan. Jumlahnya mencapai 12,84 juta orang atau 8,68 persen.&#13;
&#13;
Data tersebut menunjukkan bahwa penurunan pengangguran belum sepenuhnya menggambarkan kualitas pekerjaan yang tersedia. Sebab, struktur ketenagakerjaan Indonesia masih didominasi pekerja informal dan sebagian penduduk bekerja dengan jam kerja di bawah 35 jam per minggu.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
