<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Melemah ke Rp18.089 per Dolar AS, Ini Pemicunya</title><description>Rupiah turun 7 poin atau sekitar 0,04 persen ke level Rp18.089 per dolar AS.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/11/06/320/3252534/rupiah-melemah-ke-rp18-089-per-dolar-as-ini-pemicunya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/11/06/320/3252534/rupiah-melemah-ke-rp18-089-per-dolar-as-ini-pemicunya"/><item><title>Rupiah Melemah ke Rp18.089 per Dolar AS, Ini Pemicunya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/11/06/320/3252534/rupiah-melemah-ke-rp18-089-per-dolar-as-ini-pemicunya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/11/06/320/3252534/rupiah-melemah-ke-rp18-089-per-dolar-as-ini-pemicunya</guid><pubDate>Jum'at 06 November 2026 16:46 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/11/06/320/3252534/rupiah-KY4c_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (6/11/2026). (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/11/06/320/3252534/rupiah-KY4c_large.jpg</image><title>Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (6/11/2026). (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (6/11/2026). Rupiah turun 7 poin atau sekitar 0,04 persen ke level Rp18.089 per dolar AS.&#13;
&#13;
Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan salah satu sentimen eksternal yang menekan rupiah berasal dari meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap serangan terhadap kapal-kapal tanker di Timur Tengah. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran akan terganggunya pasokan minyak global.&#13;
&#13;
Menurut United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), setidaknya lima kapal telah melaporkan insiden sejak Minggu. Frekuensi serangan tersebut mendekati rekor pada Oktober, yakni sebanyak 35 insiden yang melibatkan kapal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Korps Garda Revolusi Islam menyatakan bahwa dua kapal tanker minyak dan satu kapal tunda terbakar dalam insiden terpisah setelah mencoba melintasi rute yang tidak sah melalui Selat Hormuz,&amp;rdquo; tulis Ibrahim dalam risetnya.&#13;
&#13;
Arab Saudi juga mengeluarkan peringatan mengenai potensi bahaya di sekitar Yanbu, salah satu pusat ekspor minyak negara tersebut di Laut Merah. Peringatan ini muncul di tengah berlanjutnya serangan kelompok militan Houthi di Yaman yang berafiliasi dengan Iran.&#13;
&#13;
Prospek geopolitik juga masih diliputi ketidakpastian setelah pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat. Dalam pemilihan tersebut, Partai Demokrat berhasil mengambil alih kendali atas kedua majelis Kongres dari Partai Republik yang mendukung Presiden Donald Trump.&#13;
&#13;
Hasil pemilihan tersebut sempat memunculkan harapan bahwa tekanan politik dapat mempercepat upaya mengakhiri konflik. Namun, hasil tersebut belum menjamin tercapainya terobosan diplomatik.&#13;
&#13;
Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi membahas perkembangan terbaru upaya diplomatik untuk mendorong stabilitas kawasan melalui pembicaraan telepon terpisah dengan mitranya dari Arab Saudi dan Qatar. Perkembangan ini mengindikasikan bahwa jalur diplomasi masih terbuka.&#13;
&#13;
Kekhawatiran terhadap pasokan energi juga meluas ke luar Timur Tengah. Ukraina kembali melancarkan serangan terhadap kilang minyak Rusia. Berdasarkan analisis video Reuters, Kilang Ryazan, salah satu kilang terbesar di Rusia, diduga menjadi sasaran serangan pesawat nirawak (drone) yang terjadi semalam.&#13;
&#13;
Dari dalam negeri, Ibrahim menilai kekhawatiran pasar terhadap kondisi fiskal Indonesia turut menekan rupiah. Kenaikan harga minyak dunia berpotensi meningkatkan beban subsidi dan kompensasi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di sisi lain, komitmen belanja pemerintah yang besar membutuhkan pembiayaan yang tidak sedikit sehingga menimbulkan perhatian investor terhadap defisit anggaran dan keberlanjutan fiskal,&amp;rdquo; kata Ibrahim.&#13;
&#13;
Sebagai gambaran, hingga akhir Oktober 2026, harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) telah mencapai USD93 per barel, jauh di atas asumsi dalam APBN. Pemerintah juga menaikkan anggaran subsidi dan kompensasi energi dari Rp338 triliun menjadi Rp500 triliun.&#13;
&#13;
Kondisi tersebut menjadi perhatian investor karena berpotensi mempersempit ruang fiskal pemerintah untuk membiayai program pembangunan lainnya.&#13;
&#13;
Selain itu, arus keluar modal asing yang masih berlanjut turut menambah tekanan terhadap pasar keuangan. Investor cenderung bersikap lebih hati-hati karena mengkhawatirkan pelemahan rupiah, risiko inflasi impor, dan ketahanan fiskal pemerintah.&#13;
&#13;
Akibatnya, meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia masih cukup kuat, kepercayaan investor belum sepenuhnya pulih. Kondisi tersebut membuat rupiah tetap rentan terhadap tekanan.&#13;
&#13;
Menurut Ibrahim, persoalan utama saat ini bukan hanya menjaga pertumbuhan ekonomi, melainkan juga mempertahankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesehatan APBN, stabilitas rupiah, dan kepercayaan investor. Dengan demikian, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang tinggi belum tentu secara langsung mendorong penguatan rupiah.&#13;
&#13;
Investor juga mempertimbangkan kualitas pertumbuhan ekonomi, kemampuan pemerintah membiayai belanja negara, risiko defisit anggaran, serta stabilitas kebijakan ekonomi.&#13;
&#13;
Jika kekhawatiran terhadap kondisi fiskal terus meningkat dan arus modal asing masih mengalami tekanan keluar, rupiah berpotensi tetap melemah meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif kuat.&#13;
&#13;
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan berikutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam kisaran Rp18.080-Rp18.130 per dolar AS.&#13;
&#13;
Untuk perdagangan pekan depan, Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp17.920-Rp18.220 per dolar AS. Sementara itu, hingga akhir November 2026, rupiah diproyeksikan melemah hingga menyentuh level Rp18.500 per dolar AS.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (6/11/2026). Rupiah turun 7 poin atau sekitar 0,04 persen ke level Rp18.089 per dolar AS.&#13;
&#13;
Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan salah satu sentimen eksternal yang menekan rupiah berasal dari meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap serangan terhadap kapal-kapal tanker di Timur Tengah. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran akan terganggunya pasokan minyak global.&#13;
&#13;
Menurut United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), setidaknya lima kapal telah melaporkan insiden sejak Minggu. Frekuensi serangan tersebut mendekati rekor pada Oktober, yakni sebanyak 35 insiden yang melibatkan kapal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Korps Garda Revolusi Islam menyatakan bahwa dua kapal tanker minyak dan satu kapal tunda terbakar dalam insiden terpisah setelah mencoba melintasi rute yang tidak sah melalui Selat Hormuz,&amp;rdquo; tulis Ibrahim dalam risetnya.&#13;
&#13;
Arab Saudi juga mengeluarkan peringatan mengenai potensi bahaya di sekitar Yanbu, salah satu pusat ekspor minyak negara tersebut di Laut Merah. Peringatan ini muncul di tengah berlanjutnya serangan kelompok militan Houthi di Yaman yang berafiliasi dengan Iran.&#13;
&#13;
Prospek geopolitik juga masih diliputi ketidakpastian setelah pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat. Dalam pemilihan tersebut, Partai Demokrat berhasil mengambil alih kendali atas kedua majelis Kongres dari Partai Republik yang mendukung Presiden Donald Trump.&#13;
&#13;
Hasil pemilihan tersebut sempat memunculkan harapan bahwa tekanan politik dapat mempercepat upaya mengakhiri konflik. Namun, hasil tersebut belum menjamin tercapainya terobosan diplomatik.&#13;
&#13;
Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi membahas perkembangan terbaru upaya diplomatik untuk mendorong stabilitas kawasan melalui pembicaraan telepon terpisah dengan mitranya dari Arab Saudi dan Qatar. Perkembangan ini mengindikasikan bahwa jalur diplomasi masih terbuka.&#13;
&#13;
Kekhawatiran terhadap pasokan energi juga meluas ke luar Timur Tengah. Ukraina kembali melancarkan serangan terhadap kilang minyak Rusia. Berdasarkan analisis video Reuters, Kilang Ryazan, salah satu kilang terbesar di Rusia, diduga menjadi sasaran serangan pesawat nirawak (drone) yang terjadi semalam.&#13;
&#13;
Dari dalam negeri, Ibrahim menilai kekhawatiran pasar terhadap kondisi fiskal Indonesia turut menekan rupiah. Kenaikan harga minyak dunia berpotensi meningkatkan beban subsidi dan kompensasi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di sisi lain, komitmen belanja pemerintah yang besar membutuhkan pembiayaan yang tidak sedikit sehingga menimbulkan perhatian investor terhadap defisit anggaran dan keberlanjutan fiskal,&amp;rdquo; kata Ibrahim.&#13;
&#13;
Sebagai gambaran, hingga akhir Oktober 2026, harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) telah mencapai USD93 per barel, jauh di atas asumsi dalam APBN. Pemerintah juga menaikkan anggaran subsidi dan kompensasi energi dari Rp338 triliun menjadi Rp500 triliun.&#13;
&#13;
Kondisi tersebut menjadi perhatian investor karena berpotensi mempersempit ruang fiskal pemerintah untuk membiayai program pembangunan lainnya.&#13;
&#13;
Selain itu, arus keluar modal asing yang masih berlanjut turut menambah tekanan terhadap pasar keuangan. Investor cenderung bersikap lebih hati-hati karena mengkhawatirkan pelemahan rupiah, risiko inflasi impor, dan ketahanan fiskal pemerintah.&#13;
&#13;
Akibatnya, meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia masih cukup kuat, kepercayaan investor belum sepenuhnya pulih. Kondisi tersebut membuat rupiah tetap rentan terhadap tekanan.&#13;
&#13;
Menurut Ibrahim, persoalan utama saat ini bukan hanya menjaga pertumbuhan ekonomi, melainkan juga mempertahankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesehatan APBN, stabilitas rupiah, dan kepercayaan investor. Dengan demikian, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang tinggi belum tentu secara langsung mendorong penguatan rupiah.&#13;
&#13;
Investor juga mempertimbangkan kualitas pertumbuhan ekonomi, kemampuan pemerintah membiayai belanja negara, risiko defisit anggaran, serta stabilitas kebijakan ekonomi.&#13;
&#13;
Jika kekhawatiran terhadap kondisi fiskal terus meningkat dan arus modal asing masih mengalami tekanan keluar, rupiah berpotensi tetap melemah meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif kuat.&#13;
&#13;
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan berikutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam kisaran Rp18.080-Rp18.130 per dolar AS.&#13;
&#13;
Untuk perdagangan pekan depan, Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp17.920-Rp18.220 per dolar AS. Sementara itu, hingga akhir November 2026, rupiah diproyeksikan melemah hingga menyentuh level Rp18.500 per dolar AS.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
