<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investor Asing Jual Saham RI Hampir Rp100 Triliun Sepanjang 2026</title><description>Investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell) di pasar modal Indonesia hampir Rp100 triliun.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/11/07/278/3252624/investor-asing-jual-saham-ri-hampir-rp100-triliun-sepanjang-2026</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/11/07/278/3252624/investor-asing-jual-saham-ri-hampir-rp100-triliun-sepanjang-2026"/><item><title>Investor Asing Jual Saham RI Hampir Rp100 Triliun Sepanjang 2026</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/11/07/278/3252624/investor-asing-jual-saham-ri-hampir-rp100-triliun-sepanjang-2026</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/11/07/278/3252624/investor-asing-jual-saham-ri-hampir-rp100-triliun-sepanjang-2026</guid><pubDate>Sabtu 07 November 2026 11:07 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/11/07/278/3252624/ihsg-9XRE_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Investor Asing Jual Saham RI Hampir Rp100 Triliun Sepanjang 2026 (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/11/07/278/3252624/ihsg-9XRE_large.jpg</image><title>Investor Asing Jual Saham RI Hampir Rp100 Triliun Sepanjang 2026 (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell) di pasar modal Indonesia. Hingga perdagangan pekan pertama November 2026, nilai jual bersih investor asing secara kumulatif sepanjang tahun berjalan telah mencapai Rp98,08 triliun atau hampir Rp100 triliun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Secara kumulatif sepanjang 2026, investor asing membukukan nilai jual bersih sebesar Rp98,08 triliun,&amp;rdquo; tulis keterangan BEI, Jakarta, Sabtu (7/11/2026).&#13;
&#13;
Adapun pada perdagangan Jumat (6/11), investor asing mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp328,20 miliar.&#13;
&#13;
Aksi jual yang dilakukan investor sepanjang 2026 itu juga turut menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Tercatat kini, IHSG di level 5.050 pada pekan ini setelah sebelumnya di level 8.748 pada awal Januari 2026.&#13;
&#13;
Di tengah berlanjutnya aksi jual investor asing, aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga menunjukkan perlambatan selama periode 2-6 November 2026. Rata-rata nilai transaksi harian BEI tercatat turun 23 persen menjadi Rp11,04 triliun dibandingkan pekan sebelumnya sebesar Rp14,34 triliun.&#13;
&#13;
Penurunan juga terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi harian yang menyusut 16,44 persen menjadi 1,29 juta kali transaksi dari sebelumnya 1,54 juta kali transaksi. Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian turun 3,50 persen menjadi 31,29 miliar saham dibandingkan pekan sebelumnya sebanyak 32,43 miliar saham.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
BEI menyebutkan, berbagai inisiatif strategis terus dilakukan untuk memperkuat ekosistem pasar modal Indonesia, termasuk meningkatkan transparansi, tata kelola perusahaan, serta memperluas partisipasi masyarakat dalam investasi.&#13;
&#13;
Salah satu langkah yang ditempuh yakni penyempurnaan keterbukaan informasi kepemilikan saham melalui publikasi status pemegang saham sebagai Pengendali maupun Afiliasi Pengendali untuk kepemilikan di atas 1 persen.&#13;
&#13;
Informasi tersebut akan dipublikasikan secara bulanan melalui situs resmi BEI. Kebijakan ini diharapkan memberikan gambaran lebih komprehensif mengenai struktur dan konsentrasi kepemilikan saham perusahaan tercatat sehingga dapat menjadi referensi bagi investor dalam mengambil keputusan investasi.&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell) di pasar modal Indonesia. Hingga perdagangan pekan pertama November 2026, nilai jual bersih investor asing secara kumulatif sepanjang tahun berjalan telah mencapai Rp98,08 triliun atau hampir Rp100 triliun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Secara kumulatif sepanjang 2026, investor asing membukukan nilai jual bersih sebesar Rp98,08 triliun,&amp;rdquo; tulis keterangan BEI, Jakarta, Sabtu (7/11/2026).&#13;
&#13;
Adapun pada perdagangan Jumat (6/11), investor asing mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp328,20 miliar.&#13;
&#13;
Aksi jual yang dilakukan investor sepanjang 2026 itu juga turut menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Tercatat kini, IHSG di level 5.050 pada pekan ini setelah sebelumnya di level 8.748 pada awal Januari 2026.&#13;
&#13;
Di tengah berlanjutnya aksi jual investor asing, aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga menunjukkan perlambatan selama periode 2-6 November 2026. Rata-rata nilai transaksi harian BEI tercatat turun 23 persen menjadi Rp11,04 triliun dibandingkan pekan sebelumnya sebesar Rp14,34 triliun.&#13;
&#13;
Penurunan juga terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi harian yang menyusut 16,44 persen menjadi 1,29 juta kali transaksi dari sebelumnya 1,54 juta kali transaksi. Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian turun 3,50 persen menjadi 31,29 miliar saham dibandingkan pekan sebelumnya sebanyak 32,43 miliar saham.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
BEI menyebutkan, berbagai inisiatif strategis terus dilakukan untuk memperkuat ekosistem pasar modal Indonesia, termasuk meningkatkan transparansi, tata kelola perusahaan, serta memperluas partisipasi masyarakat dalam investasi.&#13;
&#13;
Salah satu langkah yang ditempuh yakni penyempurnaan keterbukaan informasi kepemilikan saham melalui publikasi status pemegang saham sebagai Pengendali maupun Afiliasi Pengendali untuk kepemilikan di atas 1 persen.&#13;
&#13;
Informasi tersebut akan dipublikasikan secara bulanan melalui situs resmi BEI. Kebijakan ini diharapkan memberikan gambaran lebih komprehensif mengenai struktur dan konsentrasi kepemilikan saham perusahaan tercatat sehingga dapat menjadi referensi bagi investor dalam mengambil keputusan investasi.&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
