<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BEI Ingatkan Investor, Waspada Pembobolan hingga Saham Dijual Tanpa Izin</title><description>Bursa Efek Indonesia (BEI) mengingatkan agar investor pasar modal selalu menjaga keamanan akun sekuritas guna menghindari aksi pembobolan.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/11/07/278/3252666/bei-ingatkan-investor-waspada-pembobolan-hingga-saham-dijual-tanpa-izin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/11/07/278/3252666/bei-ingatkan-investor-waspada-pembobolan-hingga-saham-dijual-tanpa-izin"/><item><title>BEI Ingatkan Investor, Waspada Pembobolan hingga Saham Dijual Tanpa Izin</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/11/07/278/3252666/bei-ingatkan-investor-waspada-pembobolan-hingga-saham-dijual-tanpa-izin</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/11/07/278/3252666/bei-ingatkan-investor-waspada-pembobolan-hingga-saham-dijual-tanpa-izin</guid><pubDate>Sabtu 07 November 2026 12:44 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/11/07/278/3252666/bei-4PTD_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BEI Ingatkan Investor, Waspada Pembobolan hingga Saham Dijual Tanpa Izin (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/11/07/278/3252666/bei-4PTD_large.jpg</image><title>BEI Ingatkan Investor, Waspada Pembobolan hingga Saham Dijual Tanpa Izin (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengingatkan agar investor pasar modal selalu menjaga keamanan akun sekuritas guna menghindari aksi pembobolan yang berujung pada penjualan saham tanpa sepengetahuan pemiliknya.&#13;
&#13;
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengatakan, kasus pembobolan akun nasabah marak terjadi sepanjang 2025 dan masih terus berlangsung hingga tahun ini.&#13;
&#13;
Menurutnya, pembobolan akun tersebut kerap terjadi akibat kelalaian investor dalam menjaga keamanan akses akun. Salah satunya, investor tidak pernah mengganti kata sandi atau menggunakan password yang mudah ditebak.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya dari Bursa Efek Indonesia berharap teman-teman investor, tolong dijaga dengan hati-hati perangkat elektroniknya, akun elektroniknya, kalau tidak menjadi sasaran dari para orang-orang yang berniat dengan tidak baik,&amp;quot; kata Irvan dalam acara Capital Market Summit &amp;amp; Expo (CMSE) 2026, Sabtu (7/11/2026).&#13;
&#13;
Selain password yang lemah, pembagian password kepada orang lain, termasuk asisten pribadi, sekretaris, hingga pasangan, juga disebut Irvan dapat membuka celah penyalahgunaan akun.&#13;
&#13;
Irvan mengingatkan investor agar lebih berhati-hati dalam menjaga perangkat elektronik maupun akun sekuritas. Sebab, proses pemulihan atau recovery akan sulit dilakukan apabila saham sudah terjual dan dana hasil transaksi telah berpindah tangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hal ini sangat-sangat banyak sekali terjadi dan proses recovery-nya sangat sulit, gitu. Jadi kalau sahamnya sudah dijual, uangnya sudah pindah, itu akan menyulitkan Bapak Ibu,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebagai langkah pencegahan, BEI menyarankan agar menerapkan sistem keamanan berlapis melalui multi-factor authentication dan trusted device.&#13;
&#13;
Melalui sistem tersebut, investor akan diminta melakukan autentikasi tambahan, seperti memasukkan kode OTP dan melakukan login melalui perangkat yang telah dipercaya.&#13;
&#13;
Irvan mengakui penerapan sistem keamanan tersebut dapat menambah tahapan dalam proses transaksi. Namun, langkah itu diperlukan untuk melindungi akun dan transaksi elektronik investor dari potensi penyalahgunaan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sedikit repot? Iya, akan sedikit ada perubahan behavior? Iya, tapi tujuannya adalah untuk menjaga akun-akun elektronik dan transaksi elektronik teman-teman semua menjadi lebih aman,&amp;quot; ujarnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengingatkan agar investor pasar modal selalu menjaga keamanan akun sekuritas guna menghindari aksi pembobolan yang berujung pada penjualan saham tanpa sepengetahuan pemiliknya.&#13;
&#13;
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengatakan, kasus pembobolan akun nasabah marak terjadi sepanjang 2025 dan masih terus berlangsung hingga tahun ini.&#13;
&#13;
Menurutnya, pembobolan akun tersebut kerap terjadi akibat kelalaian investor dalam menjaga keamanan akses akun. Salah satunya, investor tidak pernah mengganti kata sandi atau menggunakan password yang mudah ditebak.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya dari Bursa Efek Indonesia berharap teman-teman investor, tolong dijaga dengan hati-hati perangkat elektroniknya, akun elektroniknya, kalau tidak menjadi sasaran dari para orang-orang yang berniat dengan tidak baik,&amp;quot; kata Irvan dalam acara Capital Market Summit &amp;amp; Expo (CMSE) 2026, Sabtu (7/11/2026).&#13;
&#13;
Selain password yang lemah, pembagian password kepada orang lain, termasuk asisten pribadi, sekretaris, hingga pasangan, juga disebut Irvan dapat membuka celah penyalahgunaan akun.&#13;
&#13;
Irvan mengingatkan investor agar lebih berhati-hati dalam menjaga perangkat elektronik maupun akun sekuritas. Sebab, proses pemulihan atau recovery akan sulit dilakukan apabila saham sudah terjual dan dana hasil transaksi telah berpindah tangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hal ini sangat-sangat banyak sekali terjadi dan proses recovery-nya sangat sulit, gitu. Jadi kalau sahamnya sudah dijual, uangnya sudah pindah, itu akan menyulitkan Bapak Ibu,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebagai langkah pencegahan, BEI menyarankan agar menerapkan sistem keamanan berlapis melalui multi-factor authentication dan trusted device.&#13;
&#13;
Melalui sistem tersebut, investor akan diminta melakukan autentikasi tambahan, seperti memasukkan kode OTP dan melakukan login melalui perangkat yang telah dipercaya.&#13;
&#13;
Irvan mengakui penerapan sistem keamanan tersebut dapat menambah tahapan dalam proses transaksi. Namun, langkah itu diperlukan untuk melindungi akun dan transaksi elektronik investor dari potensi penyalahgunaan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sedikit repot? Iya, akan sedikit ada perubahan behavior? Iya, tapi tujuannya adalah untuk menjaga akun-akun elektronik dan transaksi elektronik teman-teman semua menjadi lebih aman,&amp;quot; ujarnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
