Inspirasi Bisnis, Usaha Karpet Serat Pohon Pisang Junaidi Beromzet Miliaran

Jum'at 23 Oktober 2020 19:43 WIB
Puluhan pekerja larut dalam kesibukan membuat karpet dari serat pohon pisang. Mereka adalah karyawan Junaidi, warga Jalan Sukarela Kilometer 7 Palembang. Karpet serat pohon pisang dibuat dengan peralatan tenun bukan mesin. Pohon pisang yang digunakan merupakan serat pisang Abaka yang diimpor dari Filipina dan Ekuador.
 
Proses pembuatan karpet dimulai dari serat pisang Abaka yang dipintal menjadi tali. Tiga lembar serat dijadikan satu sehingga menjadi tali yang lebih tebal. Tali itulah yang dirajut menjadi karpet, keset, atau pun tatakan dengan beragam motif. Sedangkan karpet ukuran terbesar 9x9 meter dirajut secara vertikal. Meski tanpa motif, membuat karpet sebesar ini bisa memakan waktu satu hingga tiga bulan.
 
Produk karpet serat pohon pisang Abaka ini diklaim merupakan satu-satunya di Indonesia. Karpet ini dibuat berdasarkan pesanan dari pembeli di Amerika, Inggris, Belgia, Turki, dan Malaysia. Harga serat pohon pisang bervariasi tergantung dari bentuk dan ukurannya. Ada yang dihitung Rp3 juta per meter hingga harga termahal mencapai Rp250 juta. Sebelum pandemi, omzet usaha karpet serat pisang Junaidi bisa mencapai Rp1 miliar per bulan. Namun, karena dihantam pandemi, omzet usaha serat pohon pisang turun 40%.

(arj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini