nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Merger Bank Multicor dan Bank Windu Kentjana, Integrasikan Sistem TI

Tomi Sujatmiko, Jurnalis · Minggu 02 Desember 2007 16:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2007 12 02 21 65291

JAKARTA - Rapat umum pemegang saham sudah memutuskan merger antara PT Bank Multicor Tbk dengan PT Bank Windu Kentjana. Untuk selanjutnya, kedua bank tersebut akan mengintegrasikan sistem teknologi informasi dan melakukan penetrasi pasar melalui ekspansi kantor cabang.

Salah seorang pemegang saham pengendali Johnny N Wiraatmadja mengatakan mulai mengintegrasikan dan mengembangkan sistem TI pascamerger. Selain itu tidak mengkhawatirkan adanya kendala dalam pengembangan sistem TI tersebut. Sebab, selama ini perseroan mendapat dukungan penuh dari BCA dan memakai standar TI milik BCA.

Menurut Johnny, perseroan menggunakan jaringan 2.200 ATM milik BCA. Hal ini tidak terlepas karena BCA menguasai 5,91 persen saham di Bank Multicor melalui salah satu anak perusahaannya, BCA Finance.

"Tidak ada kendala dalam pembangunan jaringan TI. Bahkan, TI yang dimiliki akan berkembang seiring makin ketatnya persaingan di Industri perbankan," tegas dia.

Selain pengambangan jaringan TI, lanjut Johnny, perseroan akan memperluas jaringan kantor di seluruh daerah. Bahkan, dalam dua tahun perseroan menargetkan pembukaan 100 kantor cabang di kawasan pertumbuhan bisnis yang menjanjikan. Penambahan kantor cabang itu dalam rangka meningkatkan asset dan memperbanyak pengumpulan dana pihak ketiga (DPK). Selain itu, memenuhi target pertumbuhan kredit sebesar 25 persen pada tahun 2008.

Johnny menuturkan, sebelum konsolidasi perseroan memiliki 13 kantor cabang di kawasan Jabodetabek dan 17 kantor cabang pembantu. Selain itu memiliki 14 kantor kas. Namun, pascakonsolidasi jaringan kantor milik perseroan bertambah kuat dengan bergabungnya PT Bank Windu Kentjana. Hal ini melengkapi jaringan kantor cabang menjadi 44 unit.

"Dalam dua tahun ke depan, perseroan memiliki 100 kantor atau bertambah sekira 56 kantor cabang baru yang tersebar di berbagai daerah. Langkah ini bisa mempercepat pangsa pasar perseroan," papar dia.

Direktur Utama Bank Multicor Muchlis Haroen mengatakan pascamerger, namanya akan berubah menjadi  PT Bank Windu Kentjana Internasional Tbk. Perseroan akan fokus kepada sektor korporasi dan pembangunan. Selain itu sektor  usaha kecil dan menengah (UMK).

"Kami intensif di segmen korporasi, namun skalanya menengah ke bawah," jelas dia akhir pekan kemarin.

Menurut dia, per Oktober 2007, aset bank Multicor sebelum merger mencapai Rp1,3 triliun, dan bertambah menjadi Rp1,85 triliun setelah merger. Sedangkan  dana pihak ketiga mencapai Rp1 triliun dengan total kredit Rp420 miliar.

 

Seperti diketahui, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Multicor Tbk menyetujui langkah penggabungan usaha PT Bank Windu Kentjana ke dalam perseroan publik tersebut. Nama perseroan hasil merger itu berubah menjadi PT Bank Windu Kentjana Internasional Tbk. Sedangkan komposisi pemegang saham ikut berubah karena PT Mitra Wadah Kencana yang sebelumnya menguasai 75,60 persen saham BWK masuk dan menguasai 20,30 persen.

 

Suganda Setia Kurnia tercatat sebagai pemegang saham mayoritas pada perusahaan tersebut dengan menguasai 26,35 persen disusul Syamsuar Salim 21,64 persen, Johnny Wiraatmadja 13,17 persen, BCA Finance 4,71 persen dan publik 13,83 persen. 

(mbs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini