nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mulai Hari Ini Tarif Bus Bandara Naik

sindo, Jurnalis · Senin 05 Mei 2008 09:58 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2008 05 05 19 106444 KmWZZWJgZR.jpg

JAKARTA - Tarif bus Damri untuk rute dalam kota ke Bandara Soekarno-Hatta mulai hari ini naik menjadi Rp20.000 dari sebelumnya Rp15.000 per penumpang, untuk delapan rute menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Operator bus Bandara Soekarno-Hatta, Perum Damri menjelaskan, kenaikan dilakukan untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada penumpang.

Direktur Operasi Perum Damri Bagus Wisanggeni mengatakan, sosialisasi kenaikan tarif telah dilakukan sekitar sepuluh hari yang lalu secara lisan kepada penumpang di dalam bus.

Dia menjelaskan, selisih pendapatan dari kenaikan tarif akan digunakan untuk peremajaan secara bertahap bus-bus bandara milik Damri. Saat ini Perum Damri memiliki 12 rute dari Jabodetabek menuju bandara Soekarno-Hatta. Diantaranya dari Stasiun Gambir, Rawamangun, Blok-M, Tanjung Priok, Kemayoran, Kampung Rambutan, Pasar Minggu, dan Lebak Bulus.

Juga dari Bogor, Bekasi, Serang dan Cikarang. Dalam rencana bisnisnya, tahun ini Damri akan menambah 35 unit bus untuk melayani rute ke Bandara Soekarno-Hatta. Adapun nilainya sebesar Rp35 miliar dengan perhitungan harga beli satu unit bus secara kredit sekitar Rp1 miliar.

"Kalau tunai Rp800 juta, tetapi kita ambil yang kredit," tutur Bagus saat dihubungi di Jakarta kemarin. Realisasi tahap I penambahan bus tersebut telah diselesaikan sekitar sepuluh hari lalu dan saat ini sudah dioperasikan. "Warnanya silver (perak)," imbuh dia.

Terkait penerapan sistem tiket berbasis elektronik, Damri menargetkan terealisasi pada pertengahan bulan ini secara bertahap. Tiket elektronik tersebut akan diberlakukan untuk bus yang berangkat dari stasiun Gambir, Bekasi, dan Bogor. Bagus membenarkan bahwa rencana kenaikan tarif ruas tol bandara (tol Sedyatmo) sebesar 12,4 persen pada Juni mendatang juga menjadi alasan Perum Damri menaikkan tarif.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Nurdin Manurung mengatakan, usulan kenaikan tarif dari PT Jasa Marga Tbk tersebut telah disampaikan kepada Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto. BPJT menilai Jasa Marga, selaku pengelola ruas tol Sedyatmo, telah memenuhi standar pelayanan minimum (SPM).

Jasa Marga juga telah menyampaikan rencana penambahan lajur sekaligus peninggian sepanjang 8 km di ruas tol Sedyatmo. Jumlah lajur akan ditambah dari dua kali dua lajur menjadi dua kali empat lajur dengan nilai investasi Rp530 miliar. Atas dasar ini, Jasa Marga mengusulkan kenaikan tarif tol Sedyatmo dalam kisaran 11-13 persen yang mengacu pada tingkat inflasi dalam dua tahun terakhir.

(hsp)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini