Share

Hibah Pusat Hanya untuk Daerah Berkapasitas Fiskal Rendah

Zaenal Muttaqin , Jurnalis · Minggu 24 Agustus 2008 15:51 WIB
https: img.okezone.com content 2008 08 24 20 139477 gdbzDHKXlO.jpg

JAKARTA - Pemerintah bakal memprioritaskan pemberian hibah dari pinjaman luar negeri untuk daerah berkapasitas fiskal rendah. Rencananya, hal itu akan diatur dalam suatu Peraturan Menteri Keuangan.

"Jadi memang hibah hanya akan diberikan pada daerah-daerah dengan kapasitas fiskal yang rendah," ujar Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Departemen Keuangan Mardiasmo kepada okezone di Jakarta, Minggu (24/08/2008).

Dia mengungkapkan, berdasarkan ukuran kepantasan, maka pemberian hibah dari pinjaman luar negeri tidak sesuai bila diberikan pada daerah dengan kapasitas fiskal yang memadai. Bagi daerah tersebut, diberikan kesempatan untuk melakukan pinjaman dalam memenuhi kebutuhan pendanaan pembangunan daerah bersangkutan.

"Jangan sampai daerah kaya dapat hibah, kan enggak bagus juga," kata dia.

Mardiasmo menambahkan, terkait hibah ke daerah ini, pemerintah akan mengaturnya dalam suatu Peraturan Menteri Keuangan. Selama ini, pelaksanaan hibah kepada pemerintah daerah diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 35/2003 tentang Perencanaan, Pelaksanaan/Penatausahaan, dan Pemantauan Penerusan Pinjaman Luar Negeri Pemerintah ke Daerah.

Dikonfirmasi terpisah, Deputi Kemeneg PPN/Bappenas bidang Pendanaan Pembangunan Lukita Dinarsyah Tuwo mengaku belum mengetahu persis. "Saya belum tahu persisnya, tapi yang saya dengar, untuk daerah tidak ada lagi hibah yang on granting, dari pinjaman luar negeri yang dihibahkan," ujarnya.

Menurut Lukita, bila hal itu terjadi, maka pendanaan pembangunan proyek monorel di DKI Jakarta tidak akan lagi menggunakan skema hibah dari penerusan pinjaman luar negeri. "Kalau yang hibah ya hibah, tapi kalau yang pinjaman dihibahkan enggak bisa lagi. Saya sendiri belum tahu, rencananya minggu ini bersama Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu kita akan membicarakan tentang langkah-langkah ke depan yang bakal dilakukan seperti apa," ungkapnya.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini