nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menkeu Bantah BLT Dibayar Pakai Utang

Andina Meryani, Jurnalis · Minggu 14 Juni 2009 16:54 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2009 06 14 277 229117 4lKT1KtNLe.jpg Warga penerima BLT (dok Koran SI)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani membantah bahwa program Bantuan Langsung Tunai (BLT) dibiayai dari utang, seperti kabar yang beredar akhir-akhir ini.

"Saya tegaskan bahwa dana BLT bukanlah berasal dari utang, tapi dari kompensasi kenaikan dari harga BBM," tegasnya saat konferensi pers di Kantor Ditjen Pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (14/6/2009).

Ditegaskan dia, dimulainya program BLT tahun 2005 hingga saat ini dibiayai dari konsep kenaikan harga BBM, Meski begitudia mengakui jika program PNPM masuk dalam program pinjaman.
Sri pun mengakui memang ada sejumlah proyek yang dibiayai utang lewat projet loan, seperti transmisi PLN yang dilakukan dalam bentuk yen dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC).

"Dalam pinjaman yang bentuknya program, pemerintah bisa pinjam, namanya pinjaman program," tegasnya.

Sebelumnya Ketua BPK Anwar Nasution menyatakan bahwa sumber pembiyaan BLT dari utang. Karena itu Anwar berharap pemerintah meningkatkan anggaran pendapatan, salah satunya dengan peningkatan pendapatan pajak.

Lontaran Anwar itu sebelumnya telah dibantah Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie. Kata Aburizal ada salah intepretasi dari BPK dalam memandang pola anggaran yang diterapkan pemerintah.

Sementara itu International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) menilai selama ini Pemerintahan SBY-Kalla telah melakukan kebohongan publik dengan menyatakan bahwa sumber pembiayaan BLT bukan berasal dari utang.

"Aburizal Bakrie menyatakan bahwa pernyataan Anwar Nasution, yang menyatakan bahwa BLT adalah berasal dari dana utang, tidak sepenuhnya benar. Pernyataan ini secara tersirat mengakui bahwa dana utang memang menjadi salah satu komponen pembiayaan BLT," urai INFID dalam pernyataan persnya kemarin.

Berdasarkan penelusuran INFID, dari dokumen-dokumen perjanjian utang yang dilakukan Pemerintah Indonesia ditemukan bukti bahwa sumber pembiayaan BLT berasal dari utang. Bahkan lebih dari itu, kebijakan tentang BLT adalah merupakan bagian dari policy driven kebijakan makroekonomi Indonesia yang didesain oleh Bank Dunia dan didukung oleh ADB dan Jepang.

(jri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini