nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mencapai Keuntungan Optimal

Senin 15 Juni 2009 09:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2009 06 15 226 229228 jtLajVw2uu.jpg Foto: Logo IDX

Pasar yang sedang bullish tidak menjamin investor pasti menikmati keuntungan. Tingkat keuntungan (return) yang diperoleh investor sangat tergantung pada kepiawaian investor. Karena itu tingkat keuntungan yang diperoleh juga bervariasi, tidak selalu sama dengan return pasar (IHSG). Jika pasar selama lima bulan ini telah menghasilkan laba sebesar 48 persen, bukan berarti investor bisa mendapat keuntungan sebesar itu. Bisa saja investor hanya untung 20 persen, 25 persen atau 35 persen.

Tapi sebaliknya, tidak mustahil investor meraih keuntungan berlimpah ruah melebihi IHSG, misalnya 60 persen hingga 70 persen . Namun jangan salah, jika investor gegabah, bukan mustahil pasar yang bergairah justru akan menjadi jurang yang menjebak sehingga ia justru menderita kerugian. Loh kok bisa? Hal ini bisa terjadi jika investor melakukan pembelian dengan membabi buta, tidak melihat apakah harga yang sudah melejit telah mencapai titik jenuh atau tidak.

Jika investor membeli saham â€" apalagi dengan volume besarâ€" di saat harga saham sudah jenuh, kemungkinan besar yang terjadi adalah harga itu akan terkoreksi atau turun. Jika ini yang terjadi, meski pasar sedang semarak, investor bukannya untung, melainkan buntung.

Ingat, investasi di saham tidaklah sama dengan deposito. Jika suku bunga deposito 8 persen setahun, maka sebesar itulah keuntungan yang diperoleh investor selama setahun. Keuntungan itu masih harus dipotong pajak deposito.

Keuntungan investasi saham sangat tergantung banyak hal. Tapi yang utama adalah tergantung kemampuan atau strategi investor sendiri dalam mengelola portofolio investasinya serta kemampuannya dalam membaca pasar. Lantas strategi apa yang pas untuk memperoleh keuntungan optimal saat pasar bullish? Apakah pola buy and hold, strategi hit and run, strategi lain atau gabungan dari beberapa strategi?

Harus disadari bahwa keuntungan optimal merupakan sesuatu yang relatif. Masing-masing investor memiliki titik optimal yang berbeda. Ada yang menganggap untung 5 persen per bulan sudah optimal â€" meski pasar bisa memberikan untung 10 persen . Tapi ada juga yang merasa tidak puas kalau hanya memperoleh keuntungan sama dengan pasar. Bagi investor yang seperti ini, titik optimal harus di atas return pasar. Bahkan, kalau perlu saat pasar turun sekalipun, ia masih bisa mendapat untung.

 

Nah, di balik relatifitas keuntungan optimal itu, investor memang harus menentukan strategi investasi yang jitu. Ini bukanlah hal yang gampang. Kalangan pengelola dana atau fund manager dan analis selalu merujuk pada nasehat lama:†Jangan taruh telur dalam satu keranjang†. Dalam investasi sahampun begitu: jangan taruh uang hanya di satu jenis saham. Ini yang disebut dengan istilah diversifikasi portofolio.

Bagi beberapa kalangan, diversifikasi portofolio tidaklah cukup, perlu ditambah dengan diversifikasi waktu dan diversifikasi pola. Jika dua nasehat itu digabung, maka kira-kira formulanya seperti ini:

• Diversifikasi portofolio. Investor jangan terlalu memvaforitkan hanya satu saham untuk investasinya. Perhatikan dalam beberapa waktu ke belakang saham-saham apa saja yang secara konsisten aktif ditransaksikan atau likuid dan memiliki fundamental baik. Pilih beberapa saham diantara yang likuid tadi sebagai portofolio investasi, sehingga jika ada satu saham yang turun maka kerugiannya bisa di-cover oleh saham yang lain. Syukur-syukur jika semua saham yang dijadikan portofolio, harganya naik.

• Jika investor harus memilih saham di sektor yang sama, maka pelajari mana diantara saham yang fundamentalnya lebih baik.

• Diversifikasi waktu. Artinya, jangan habiskan semua dana investasi sekaligus. Lakukan alokasi sebagai antisipasi jika nilai portofolio turun. Dengan adanya alokasi ini, investor masih memiliki peluru untuk mengeksekusi lagi jika portofolio turun. Teknik ini mengantarkan investor pada strategi averaging cost.

• Diversifikasi pola. Jika memang ada waktu, investor perlu mengalokasikan dana untuk dua pola sekaligus, short term (hit and run) dan long term (buy and hold). Artinya, sebagian dana dengan gaya buy and hold, sebagian yang lain untuk hit and run dalam arus transaksi harian (one day trading).

Untuk mencapai keuntungan optimal, sudah barang tentu penerapan resep di atas harus dilengkapi kemampuan dan kesediaan melakukan analisa baik fundamental maupun teknikal. Selamat mencoba. (Tim BEI)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini