Asia Jadi Andalan Citigroup di Masa Datang

Koran SI, Jurnalis · Kamis 06 Agustus 2009 08:59 WIB
https: img.okezone.com content 2009 08 06 213 245455 UiR80pmtOX.jpg (Foto: telegraph.co.uk)

SINGAPURA - Perbankan raksasa Amerika Serikat (AS) Citigroup menyatakan akan membuat operasional perbankan di kawasan Asia sebagai bagian dari rencana besar grup perusahaan itu di masa datang.

Hal itu karena didorong pendapatan bersih Citigroup dari kawasan Asia yang mencapai USD2,8 miliar. Jumlah itu memberikan 40 persen kontribusi terhadap pendapatan global perusahaan. Pada semester I-2009 Citigroup membukukan keuntungan sebesar USD4,28 miliar setelah melepaskan beberapa asetnya, termasuk unit broker Smith Barney.

"Kami telah melakukan sesuatu yang baik dalam dua kuartal pertama tahun ini," kata Chief Executive Officer Vikram Pandit serperti dikutip Business Times di Singapura.

"Kendati demikian, tahun lalu kami bekerja keras dengan mengurangi aset hingga hampir 25 persen untuk mengurangi risiko lebih besar. Tahun ini kami juga memangkas USD16 miliar pengeluaran," tambah Pandit. Pandit menambahkan, Citigroup akan menjual 20 unit bisnis di sektor pembiayaan konsumen di beberapa cabang di Eropa. Rencana tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi perusahaan untuk membawa perusahaan keluar dampak krisis finansial.

Rencana tersebut disebabkan pergerakan pasar pembiayaan konsumen menurun sehingga ketersediaan dananya juga anjlok. "Kendati demikian posisi keuangan kita pada Juli lalu menggambarkan kondisi yang kuat," kata Pandit. Sebagai upaya konsolidasi di tengah krisis keuangan global,Citigroup melakukan berbagai perbaikan di antaranya dengan mempertahankan bisnis utama seperti consumer banking, securities bank, dan investment bank.

Di bagian lain, guna memperkuat bisnis di sektor investasi, Citigroup kemarin mengumumkan telah menunjuk mantan eksekutif HSBC Holding Joseph Chang sebagai kepala divisi sekuritas di kawasan Asia di luar Australia dan Jepang. Menurut Wall Street Journal, Chang akan bertanggung jawab secara langsung terhadap strategi dan manajemen dalam hal sekuritas dan bisnis derivatif di 16 negara di Asia. (yanto kusdiantono)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini