JAKARTA - Turunnya target ekspor LNG blok Tangguh dari yang semula ditargetkan sebesar 56 kargo menjadi hanya 16 kargo pada akhir 2009 dipertanyakan para anggota Komisi VII. Tentunya hal ini bisa mengganggu potensi penerimaan negara.
Namun, BP Migas berkilah bahwa penurunan tersebut karena adanya penurunan permintaan dari negara-negara pembeli, mundurnya jadwal commisioning dan adanya kerusakan beberapa peralatan yang menyebabkan terhentinya beroperasi selama beberapa waktu (shutdown).
"Turun karena negara-negara pembeli turun permintaannya. Commisioning mundur dan ada kerusakan," ujar Kepala BP Migas R Priyono, seusai Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI, di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2009).
Terkait dengan target penerimaan negara dari rencana pengiriman 16 kargo tersebut yang sebesar USD2 juta-USD3 juta, hingga saat ini pihaknya belum menghitung potensi besaran revenue karena keharusan untuk membayar investasi dulu hingga semua biaya operasi dikembalikan baru kemudian di split.
"Tahun ini kita belum dapat, mereka juga enggak dapat. Jadi baik pemerintah pusat maupun kontraktornya belum dapat apa-apa dulu dari Tangguh," pungkasnya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.