Pemerintah Lelang SBSN Rp1,5 Triliun

Candra Setya Santoso, Jurnalis · Selasa 06 Oktober 2009 10:11 WIB
https: img.okezone.com content 2009 10 06 20 262919 jNkvWVVe5B.jpg Mata Uang Rupiah. Foto: Ade/okezone.com

JAKARTA - Pemerintah akan melakukan lelang penjualan surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk negara seri IFR0003 dan seri IFR0004 dengan jumlah rencana indikatif senilai Rp1,5 triliun.

Lelang tersebut rencananya akan digunakan untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2009.

Hal tersebut disampaikan Dirjen Perbendaharaan Negara Departenen Keuangan Herry Purnomo, saat ditemui wartawan, di Gedung Depkeu, Jakarta, Selasa (6/10/2009).

SBSN seri IFR0003 memiliki tenor enam tahun yang jatuh tempo pada 15 September 2009, imbalan fixed rate, underlying asset barang milik negara, akad SBSN ijarah sale dan lease back, alokasi pembelian non-kompetitif sebesar 30 persen dari jumlah yang dimenangkan.

Sedangkan, SBSN seri IFR0004 memiliki tenor 11 tahun yang jatuh tempo pada 15 September 2009, imbalan fixed rate, underlying asset barang milik negara, akad SBSN ijarah sale dan lease back, alokasi pembelian non-kompetitif sebesar 30 persen dari jumlah yang dimenangkan.

Peserta lelang, terdiri dari PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Permata Tbk, PT Bank Panin Tbk, The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Tbk. Selain itu, PT Bank OCBC NISP Tbk, PT Standart Chartered Bank, PT Bank CIMB Niaga Tbk, dan PT Bank Internasional Indonesia Tbk.

Ada pula perusahaan efek yang ikut serta pelelangan tersebut, seperti PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Trimegah Securities, dan PT Bahana Securities.

Penjualan SBSN tersebut akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI). Lelang bersifat terbuka (open auction), menggunakan metode hargabberagam (multiple price).

"Pada prinsipnya, semua pihak, investor individu maupun institusi, dapat menyampaikan penawaran pembelian (bids) dalam lelang, namun dalam pelaksanaannya penyampaian bids harus melalui peserta lelang yang terdaftar dan mendapatkan otoritas dari Departemen Keuangan," ungkapnya.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 11/PMK.08/2009 tanggal 2 Februari 2009, lelang dapat diikuti oleh peserta lelang dengan mengajukan penawaran pembelian kompetitif serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif.

"Peserta lelang yang menyampaikan penawaran pembelian SBSN untuk dan atas nama dirinya sendiri, hanya dapat melakukan penawaran dengan cara kompetitif," katanya.

Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif (competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield yang diajukan. Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif akan membayar sesuai dengan yield rata-rata tertimbang (weighted average yield) dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang.

Alokasi pembelian non-kompetitif masing-masing adalah sebesar sebesar tiga puluh per seratus dari jumlah penawaran yang dinyatakan menang.

"Pemerintah memiliki hak untuk menjual seri SBSN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari target indikatif yang ditentukan," katanya.

Sebagai informasi, lelang akan dibuka pada 13 Oktober 2009 pukul 10.00 WIB dan ditutup pukul 12.00 WIB, sedangkan hasil lelang akan diumumkan setelah oukul 15.30 WIB. Settlement SBSN seri IFR003 dan IFR0004 akan dilaksanakan pada 15 Oktober 2009 atau dua hari kerja setelah tanggal pelaksanaan lelang.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini