Penerbitan SBSN Tersisa Empat Kali Lagi

Candra Setya Santoso, Jurnalis · Selasa 06 Oktober 2009 12:16 WIB
https: img.okezone.com content 2009 10 06 20 262998 7HA86SOQ8a.jpg Ilustrasi. Foto: Corbis

JAKARTA - Departemen Keuangan (Depkeu) menargetkan penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk negara dan surat utang negara (SUN) tinggal empat kali lagi hingga akhir tahun. Sedangkan, penerbitan SBSN dan SUN sendiri akan berakhir pada November nanti.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Syariah Negara Depkeu Dahlan Siamat, saat ditemui wartawan di Gedung Depkeu, Jalan Dr Wahidin, Jakarta, Selasa (6/10/2009).

Sementara itu, Direktur Jenderal Perbendaharaan Negara Herry Purnomo mengatakan, pemerintah melalui Depkeu bulan ini akan berupa semaksimal mungkin dalam menerbitkan SBSN untuk pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2009.

Penerbitan sukuk secara rutin akan menggunakan underlying asset barang milik negara sebagai aset jamin sewa manfaat. "Masyarakat tidak perlu khawatir soal jaminan ini. Jaminan bukan gadai," ujarnya.

Selain itu, penggunaan underlying asset ini juga telah melalui persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia.

"Underlying asset yang telah mendapat persetujuan dewan, juga ada perkecualian," ujarnya.

Dia memberikan contoh, peralatan utama sistem persenjataan (alutsista), kemudian barang milik negara yang dalam sengketa, bagian negara yang punya nilai sejarah dan barang negara yang ada simbol negara. Bagian-bagian barang milik negara yang ada ketentuan itu tidak boleh dijadikan underlying asset.

Penerbitan sukuk dengan mekanisme lelang ini, adalah yang pertama. Tapi sebelumnya dengan mekanisme yang lain, yakni book buliding dan private placement. Sejak 2008 pemerintah juga telah menerbitkan SBSN.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini