Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dubai World Buat Indeks Terancam Melemah

Widi Agustian , Jurnalis-Senin, 30 November 2009 |07:14 WIB
Dubai World Buat Indeks Terancam Melemah
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Walau eksposure-nya tidak akan berlebihan, akan tetapi kasus Dubai yang gagal bayar diekspetasikan bakal menjadi sentimen negatif bagi indeks harga saham gabungan (IHSG). Akibatnya, pasar saham diproyeksikan bakal mengalami pelemahan pada pekan ini.

†Proyeksinya adalah mulai akan menurun akselerasi technical correction tersebut sebagai efek dari Dubai tersebut,� kata analis saham David Cornelis kepada okezone.

Dijelaskannya, kemungkinan indeks akan mengikuti irama market global saat ini dengan ikut bergerak swing ke bawah sebentar. Akan tetapi, dengan demikian akan terdapat kemungkinan untuk bergerak naik (technical rebound).

Minggu ini market akan test support terdekatnya di 2.355 dan support majornya di 2.333. Sementara, resistance level terdekat 2.426 dan major resistance ada di 2.476. Dengan pilihan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Danamon Tbk (BDMN), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bakrie & Brother Tbk (BNBR), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dan PT Indosat Tbk (ISAT).

David menjelaskan, berita makro yang akan dirilis di awal bulan Desember ini terkait dengan dua variabel utama ekonomi makro, yakni inflasi dan BI rate di tahun 2009 ini sangat jelas terarah dan terukur. Jadi dua variabel ini tidak memiliki faktor yang akan menjadi key driver bagi pasar, khususnya pada saat ini.

"Inflasi November masih akan sangat rendah serta BI rate proyeksinya adalah akan tetap di posisi terakhir, tidak berubah, sebelum akan naik kembali di kuartal 1 tahun 2010, mengekor The Fed, inflasi bulan November secara siklikal akan rendah dan akan naik di atas rata-rata pada bulan Desember nanti tahun ini target inflasi full year di sekitar 3.5 persen," paparnya.

Disisi lain, Wall Street masih akan berfluktuasi terkait dengan data-data ekonomi yang beragam serta menjelang musim belanja akhir tahun ini. Dimana indeks Wall Street tersebut  menguat setelah data-data positif terkait existing home sales di bulan Oktober yang naik 10.1 persen (MoM), data penjualan rumah bulan Oktober yang meningkat, tertinggi selama 2,5 tahun terakhir, indeks keyakinan konsumen di bulan Oktober juga naik serta angka new home sales dan data tenaga kerja yang di atas ekspektasi.

Sementara itu, analisa dari Trimegah Securities menuturkan jika reaksi negatif atas rencana rights issue dari Grup Bakrie, aksi ambil untung dari saham berkapitalisasi besar, seperti PT Astra Internasional Tbk (ASII)  dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), serta koreksi tajam di bursa Asia menyebabkan IHSG turun menembus level support di level 2.450.

"Kami memperkirakan pasar hari ini akan bergerak dalam daerah negatif dengan kisaran di 2.356 - 2.424," jelas Trimegah.

Sebelumnya, pada perdagangan di akhir pekan lalu, Kamis (26/11/2009), IHSG ini ditutup menurun tajam. Indeks tercatat turun 68,009 poin atau setara 2,76 persen ke level 2.393,519. Pelemahan ini kemungkinan besar adanya profit taking menjelang libur panjang di akhir pekan.

Dimana pergerakan saham seluruh sektor melemah. Seperti saham di sektor perkebunan terpangkas 76,979 poin, sektor konsumer melemah 9,07 poin, serta sektor perbankan melemah 4,35 poin. Sementara sektor pertambangan memimpin koreksi saham sore ini hingga 92,13 poin.

Pada pasar saham Asia, indeks Nikkei 255 melemah 58,4 poin atau setara 0,62 persen ke posisi 9.383,24, indeks Seoul Composite turun 12,36 poin ke level 1.599,52, dan indeks Hang Seng turun tajam 401,39 poin ke posisi 22.210,41. Sementara itu, indeks Shanghai Composite di China juga terkoreksi 119,18 poin ke posisi 3.170,98.

Indeks LQ45 melemah 15,00 poin ke posisi 470,792 dan Jakarta Islamic Indeks (JII) juga turun 15,302 poin ke posisi 391,868. Nilai perdagangan ditutup sebanyak 7,107 miliar lembar saham senilai Rp4,783 triliun. Sedangkan total frekuensi mencapai 113.442 kali transaksi. Terdapat 21 saham yang menguat, 181 saham melemah, dan 45 saham stagnan. (wdi)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement