nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

WIKA Tak Terpengaruh Peristiwa Dubai World

J Erna, Jurnalis · Senin 30 November 2009 09:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2009 11 30 278 280155 FSy4uw0PRx.jpg Logo WIKA. Dok WIKA

JAKARTA - Peristiwa gagal bayar Dubai World atas sebagian obligasi PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang jatuh tempo tidak memberi pengaruh terhadap investasi emiten kontruksi ini di luar negeri.

"Kita tidak terpengaruh, karena kita juga tidak punya kerjaan di sana," kata Sekretaris Perusahaan Wika Natal Argawan, di Jakarta, kemarin.

Saat ini, dia menjelaskan, proyek di luar negeri yang sedang digarap WIKA hanya di Aljazair, yakni East West Motorway Project. Proyek itu merupakan proyek sipil terbesar di Aljazair. Dalam proyek itu, WIKA telah membangun pabrik beton, jalan, dan jembatan. Selain itu, juga penyediaan alat-alat untuk operasionalisasi dan mendatangkan tenaga kerja dari Indonesia.

Status Wika di Aljazair, kata dia, hanya sebagai subkontraktor dari perusahaan konsorsium Jepang, yakni Kajima, Taisei, Nisimatsu, Hazema dan Teken (Cojaal).

Proyek yang sudah dimulai Wika dan konsorsium Cojaal sejak awal 2007 itu seharusnya berakhir tahun ini, namun akan diperpanjang kembali. Nilai proyek itu sebesar Rp500 miliar.

Rencana usaha lain, yang sedang dijajaki perusahaan saat ini adalah proyek infrastruktur di Libya. "Kami sudah mulai menjajaki dan pergi ke sana untuk mencari mitra," ujar dia.

Namun untuk pengerjaan proyek di Libya, pihaknya juga hanya akan menjadi subkontraktor dengan lokal patner. Itu dimaksudkan agar risikonya bisa dihitung dan investasi yang dikeluarkan tidak terlalu besar. Diharapkan, proyek di Libya sudah bisa dikerjakan awal triwulan I/2010.

Disinggung kemungkinan menggarap proyek kontruksi di Dubai, dia menuturkan, itu tidak akan dilakukan. Alasannya, kompetisi di sana sangat tinggi meski jumlah proyek cukup banyak. "Lebih baik, kita mencari yang kompetisinya tidak terlalu tinggi," tukas dia.

Seperti diketahui, pemerintah Dubai telah mengumumkan Dubai World meminta penyedia pembiayaan Dubai World dan ank usahanya untuk memperpanjang jatuh tempo menjadi 31 Mei 2010.

Tercatat, anak usaha Dubai World, Nakheel memiliki obligasi syariah senilai USD3,5 miliar yang jatuh tempo pada 14 Desember 2009 dan utang lainnya senilai USD980 juta yang jatuh tempo pada 13 Mei 2010. Selain itu, Limitless, anak usaha Dubai World juga memiliki obligasi syariah senilai USD1,2 miliar, yang jatuh tempo pada 31 Maret 2010.

Pengumuman gagal bayar itu memberi dampak negatif terhadap pasar finansial global. Bahkan, bursa Eropa dan Asia langsung terkoreksi akibat berita itu. 

(ade)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini