Fajar Surya Ekspansi Usaha USD85 Juta

Andina Meryani, Jurnalis · Senin 14 Desember 2009 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2009 12 14 278 284817 Kh5HZfgIKt.jpg Mata Uang USD. Foto: Suryadi/Koran SI

JAKARTA - PT Fajar Surya Wisesa Tbk (Fajar Paper) akan berekspansi dengan membeli dan memasang mesin baru senilai USD85 juta selama lima tahun mulai dari 2010 mendatang. Ekspansi tersebut untuk menambah kapasitas produksinya sebagai anggaran belanja modalnya (capital expenditure).

"Tahun depan kita akan berekspansi untuk membeli mesin PM5 dengan kapasitas produksi 300 ribu ton per tahun, sehingga nantinya total kapasitas kita akan mencapai satu juta ton per tahun," ujar Direktur Keuangan Fajar Paper Hadi R Ongkowidjojo, saat paparan publik di Gedung BEI, Jakarta, Senin (14/12/2009).

Adapun untuk membiayai proyek tersebut, perseroan mendapat pinjaman dari sindikasi dari empat bank, yaitu UOB, HSBC, BRI, dan Bank Mandiri senilai USD70 juta dan sisanya berasal dari internal perusahaan. Mesin tersebut baru akan mulai beroperasi penuh pada 2011 serta berlokasi di pabrik Fajar Paper Cibitung.

"Untuk pembiayaan proyek itu, pada Oktober 2008 kita justru mendapat kepercayaan dari perbankan. Ada empat bank tersebut adalah UOB, Hong Kong, dan Shanghai Bank (HSBC-London branch), BRI dan Mandiri (cabang Singapura)," tambahnya.

Saat ini Fajar Paper memiliki empat mesin dengan kapasitas produksi melewati 100 persen dengan total produksi mencapai 700 ribu-710 ribu ton, sedangkan untuk 2010 ditargetkan produksi hanya meningkat tipis menjadi 720 ribu ton dengan target pendapatan sebesar Rp3 triliun.

Jika mesin kelima sudah beroperasi penuh di 2011, maka kapasitas produksi bisa mencapai satu juta ton per tahun dan menyumbang kontribusi terhadap pendapatan sebesar Rp1 triliun sehingga proyeksi pendapatan pada 2011 dengan asumsi harga kertas membaik akan mencapai Rp4 triliun. Sedangkan target pendapatan penjualan hingga tahun ini sebesar Rp2,7 triliun.

Meskipun pada tahun depan perseroan akan menambah utang sebesar USD70 juta dari sindikasi perbankan, namun rasio rata-rata (leverage ratio) diperkirakan akan tetap sehat dengan 3,2x rasio Debt/Ebitda dan 4,1x rasio EBITDA/interest pada akhir 2010.

Saat ini total utang Fajar Paper sampai dengan kuartal III-2009 tercatat tinggal Rp1,392 triliun (USD144 miliar) atau menurun dari 2008 yang sebesar Rp1,834 triliun (USD167 miliar). 

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini