Pemerintah Harapkan Sinergi Perpit

Koran SI, Jurnalis · Kamis 17 Desember 2009 07:46 WIB
https: img.okezone.com content 2009 12 17 320 285867 6Ea2mo7CvT.jpg Foto: ist.

JAKARTA - Pemerintah meminta pengusaha Tionghoa dapat meningkatkan perannya dalam mengurangi tingkat kemiskinan melalui sinergi kegiatan bersama.

"Pengentasan kemiskinan harus dilakukan bersama-sama, tidak hanya oleh pemerintah," kata Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono di sela-sela acara pengukuhan pengurus baru Perhimpunan Pengusaha Indonesia Tionghoa (Perpit) di Jakarta kemarin.

Agung mengatakan, langkah yang telah dilakukan Perpit dengan memberikan bantuan bea siswa kepada sejumlah siswa yang tidak mampu dan memberikan kredit usaha mikro adalah langkah nyata dan sesuai dengan program pemerintah untuk mengentaskan masalah kemiskinan di Indonesia. Oleh sebab itu, ke depan perlu dilakukan langkah bersama yang lebih luas dan disertai komitmen kuat untuk menangani masalah kemiskinan.

Selain itu, dengan jaringan yang luas,Perpit diharapkan dapat lebih peduli dan peka terhadap masalah kemiskinan di sekitarnya. "Dengan langkah bersama, kita yakin masalah besar seperti kemiskinan, kebodohan, dapat kita atasi," ungkapnya. Ketua Perpit Taher mengatakan, Perpit mempunyai komitmen kuat untuk bersama pemerintah mengatasi masalah yang ada.Organisasi ini adalah sebuah wadah yang bergerak di bidang sosial dan beranggotakan pengusaha Tionghoa.

Perpit akan membantu pemerintah dalam mempersatukan dan menyejahterakan bangsa Indonesia. "Ini adalah amanat yang akan saya jalankan dalam masa kepemimpinan di Perpit," katanya. Adapun tujuan Perpit adalah untuk menggalang kekuatan pengusaha Indonesia Tionghoa dari segala bidang untuk memberikan kontribusi nyata kepada bangsa dan negara. Selain itu, membantu meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Saat ini Perpit memiliki sejumlah program mikro yang dijalankan, antara lain pilar sosial dan pendidikan. Dalam pilar ini Perpit menunjukkan kepedulian dengan mewujudkannya melalui penyediaan beasiswa bagi mahasiswa dan siswa yang memiliki prestasi akademis baik tetapi terkendala keterbatasan ekonomi. Di samping itu, Perpit akan aktif menyalurkan bantuan sosial kepada anggota masyarakat lainnya yang sedang yang tertimpa musibah, bencana dan lainnya.

Dalam pilar kesehatan masyarakat, Perpit bekerja sama dengan rumah sakit menyelenggarakan bantuan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Pada pilar permodalan,Perpit akan mengorganisasi bantuan kredit bagi pengusaha kecil yang membutuhkan bantuan modal untuk melakukan usaha melalui perbankan yang bekerja sama dengan Perpit.

Pada tahap awal bantuan permodalan ini akan disalurkan melalui Bank Mayapada dan Bank Artha Graha dengan persyaratan yang mudah dan biaya ringan. Selain memberikan bantuan secaramikro, Perpitakanmengundang pengusaha-pengusaha padat karya dari luar untuk menciptakan lapangan kerja yang sebanyak-banyaknya.

Bahkan, Perpit juga mendatangkan teknologi yang sesuai dengan kondisi Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah dan mengelola hasil pertanian dan perkebunan. Sementara itu, Sekjen Perpit Ted Siong mengatakan, pada 2010 mendatang Perpit akan berkomitmen untuk mendatangkan turis asal China hingga 1 juta orang. Selama ini jumlah turis dari China yang datang ke Indonesia hanya 400.000 orang. (arif dwi cahyono)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini