JAKARTA - Pelaku pasar dinilai tidak boleh belebihan dalam menyikapi euforia naiknya indeks harga saham gabungan (IHSG) pada paruh kedua di 2009 ini.
"Kita tidak boleh mengalami euforia berlebihan pada semester dua ini. Ada beberapa hal yang perlu diwaspadai dan diantisipasi, terutama perubahan kebijakan yang sebetulnya bisa diprediksi. Krisis kemarin itu sudah bisa diprediksi 10 tahun lalu, bubble ini tidak bisa bertahan selamanya," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani, saat dialog usai penutupan pasar saham 2009, di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (30/12/2009).
Menurutnya, exit policy sebetulnya sudah dibahas bahwa apa yang sudah dilakukan dalam forum G20, kondisi ekonomi, tantangan, dan ancaman sangat riil dan nyata.
"Ekonomi global sudah mendekati pemulihan. Dari semua indikator di 2008 dan berlanjut di kuartal I-2009. Pemerintah kasih semua uang untuk ekonomi. Bank sentral cetak uang sebanyak-banyaknya supaya tidak tenggelam. The Fed untuk pertama kalinya membeli aset," jelasnya.
Menurutnya, semua kebijakan luar biasa yang ada sekarang tidak akan berjalan selamanya. Pada 2010 pertemuan menkeu G20 akan dilakukan tiga kali dan pimpinan dua kali dan akan dikoordinasikan exit policy.
"Exit itu artinya revisi harus naik, spending dipotong dari sisi APBN. Revisi naik, berarti pajak akan naik. Spending berarti kontaktor tidak dapat kerjaan. Kalau semuanya exit, tiba-tiba ekonomi terpelanting lagi. Makanya kita perlu koordinasi. Tahun 2010 walaupun kita berharap ada pemulihan, tapi masih sangat rentan," pungkasnya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.