Perpanjangan Standby Loan dari Bank Dunia Dijajaki

Meutia Rahmi , Jurnalis · Rabu 20 Januari 2010 11:13 WIB
https: img.okezone.com content 2010 01 20 20 295855 UXHFd79jaz.jpg Ilustrasi. Foto: Corbis

JAKARTA - Pemerintah akan mengupayakan perpanjangan komitmen pinjaman siaga (standby loan) dari Bank Dunia. Hal ini untuk mengantisipasi membanjirnya surat utang di pasar internasional dalam rangka menutup kebutuhan pembiayaan anggaran.

 

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah saat ini sedang melihat alokasi dan potensi kebutuhan anggaran pada 2010.

 

"Dan kita mengantisipasi begitu banyaknya penerbitan surat utang, baik internasional maupun nasional yang akan menimbulkan implikasi," terang dia di Gedung Dhanapala, Jakarta, Rabu (20/1/2010).

 

Namun, Sri Mulyani belum memastikan rencana perpanjangan komitmen pinjaman tersebut. "Kita tetap pelihara saja," imbuhnya.

 

Kemungkinan perpanjangan tersebut, dia melanjutkan, masih akan dijajaki. Dan mungkin, ujar Menkeu, ada baiknya sebagai salah satu bantalan pengaman.

 

Pemerintah memperoleh komitmen pinjaman siaga sebesar USD5,5 miliar untuk periode 2009-2010. Komitmen ini berasal dari Bank Dunia USD2 miliar, Bank Pembangunan Asia (ADB) USD1 miliar, Bank Jepang untuk Kerja Sama Internasional (JBIC) USD1,5 miliar, dan pemerintah Australia USD1 miliar.

 

Saat ini baru pinjaman siaga dari JBIC yang ditarik dalam bentuk penerbitan obligasi Samurai di pasar Jepang.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini