nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani Bernostalgia di SMAN 3 Semarang

Koran SI, Jurnalis · Minggu 07 Februari 2010 08:16 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2010 02 07 209 301124 kONf7i40Ye.jpg

BAGAIMANA jika Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bernostalgia dengan almamaternya, SMAN 3 Kota Semarang? Kenangan masa lalu tentu tumpah berbaur dengan perasaan haru dan bangga.

“SAYA berangkat naik sepeda karena orang tua saya hanya seorang guru. Meski di sini banyak anak orang kaya seperti panglima dan gubernur, hasil saya tidak jelekjelek amat,” ujarnya di hadapan ratusan pelajar SMAN se-Kota Semarang dalam acara silaturahmi Wakil Presiden Boediono dengan perwakilan pelajar SMAN 3 dan perwakilan pelajar SMP/SMA/SMK se- Kota Semarang di halaman SMAN 3 Semarang, Sabtu 6 Februari kemarin.

Sri Mulyani bersama Wakil Presiden Boediono, Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh, Menteri Agama Suryadharma Ali, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, dan Menteri BUMN Mustafa Abubakar datang ke sekolah ternama di Kota Semarang di sela-sela kunjungan kerja. Selama kunjungan ke almamaternya tersebut, Sri Mulyani terlihat begitu menikmati. Dia sangat bersemangat ketika diminta naik ke atas podium oleh Wapres Boediono untuk menceritakan pengalamannya. Selain mengisahkan suka dukanya, mantan Direktur Eksekutif IMF ini juga tak lupa memberikan motivasi kepada para pelajar.

Sri Mulyani yang bertahuntahun tidak mengetahui kondisi almamaternya mengaku iri melihat betapa lengkap fasilitas penggunaan metode bilingual yang bisa dinikmati para pelajar saat ini. Saat dirinya masih bersekolah, fasilitas tersebut tidak ada.

“Jadi sekarang ini lebih enak, peralatan komplit,” imbuh Sri Mulyani yang tercatat sebagai alumnus SMAN 3 Semarang angkatan 1981 itu. Namun,meski peralatan dan fasilitas belajar mengajar masih terbatas, bukan berarti semangat belajar kendur. Mantan Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI) ini bahkan selalu menempati ranking pertama.

Selain rajin belajar, Sri Mulyani juga masih menyempatkan waktu untuk ikut berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti paskibra, voli, basket, karate, dan paduan suara. Setelah lulus SMAN 3 dengan predikat juara pertama,Sri Mulyani kemudian melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan selanjutnya mendapatkan beasiswa studi ke Amerika Serikat. Sri Mulyani menuturkan, seluruh hal yang ia lewati dinikmatinya secara sungguh-sungguh, termasuk saat menjadi menteri yang kadang kala didemo.

Ditanya kunci suksesnya, termasuk hingga bisa menjadi menteri, Sri Mulyani menuturkan, bahwa segala sesuatu harus dijalani secara sungguh-sungguh, penuh cinta, fokus, jujur, dan menikmatinya. “Dulu saya menikmati main basket hingga mengikuti lomba sampai Kendal, mengikuti paduan suara sampai Solo. Ujian dan mencari perguruan tinggi ‘deg-degan’, juga dinikmati. Untungnya orang tua saya ‘cool’. Pernah saya waktu SMP mendapat nilai merah. Orang tua saya mengatakan, tidak apa-apa, merah kan seperti lipstik,”ceritanya, yang kemudian tampak disambut senyum para hadirin.

Dia menggariskan, hal yang terpenting adalah tidak menipu. “Ingin mendapatkan nilai 100 dengan cara menyontek apalagi penipuannya diajarkan dari sekolah agar nilai ujian nasional lulus 100 persen. Menghalalkan segala cara dari hal terkecil akan merusak bangunan karakter manusia,” katanya. Menteri keuangan terbaik Asia pada 2006 oleh Emerging Markets ini juga menyatakan, bahwa menjadi pelajar jauh lebih enak daripada menjadi menteri seperti yang ia jalani saat ini. “Tugas menteri lebih banyak. Belum lagi kalau didemo,”ungkapnya. Meski begitu,ia selalu menikmati setiap pengalaman yang dialami agar lebih fokus dalam menyelesaikan pekerjaan atau tugas yang diberikan.

Pada kesempatan tersebut Sri Mulyani juga banyak memberi wejangan kepada generasi muda.Dia meminta pelajar agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan kemudian menyaring dalam mengakses dan mengonsumsi informasi yang berguna bagi kemajuan dirinya. “Jangan hanya gunakan multimedia untuk men-download gosip saja, tapi harus bisa lebih dari itu.Kamu harus pandai dalam memilih informasi yang berguna sehingga membentuk karakter yang baik,” pesannya.

Lebih jauh menteri yang mengambil program master dan doktoral di University of Illionis Urbana- Champaign Amerika Serikat ini menegaskan, tantangan pada masa mendatang bukan karena tidak mendapatkan akses informasi dan pengetahuan, tapi justru menyangkut banyaknya pilihan informasi sehingga setiap orang harus pandai memilah informasi tersebut. ‘’Dengan informasi dan akses pengetahuan, kita bisa meniti masa depan, mengembangkan ilmu diimbangi dengan agama, ketakwaan, dan kecintaan terhadap bangsa,’’ katanya.

Sementara itu, Wapres Boediono dalam pidatonya menekankan pembangunan karakter yang seharusnya sudah dimulai sejak menjadi pelajar. Pembangunan karakter tersebut dapat dilakukan dengan banyak membaca bukubuku biografi pemimpin-pemimpin bangsa atau tokoh-tokoh sukses baik tokoh nasional maupun internasional. “Yang paling bertanggung jawab untuk membangun karakter itu adalah anak-anakku sendiri. Harus ada niat untuk membangun karakternya.

Tetapi, orang tua punya peran untuk menjadi tauladan di rumah, para pendidik di sekolah, pemerintah harus bisa mengarahkan pendidikan nasional dan masyarakat yang bertanggung jawab menciptakan iklim yang baik untuk pendidikan,” katanya. (sari septyaningtyas)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini